Oleh : Bernardo Boma

Pembangunan dalam kerangka Otonomi khusus berhasil dan tidak, Jelasnya? dalam sebuah wilayah Jajahan kolonial akan melakukan berbagai kebijakan untuk terus mempertahankan penjajahanya dan Papua adalah daerah jajahan Indonesia maka wajah dan bentuk Kolonialisme Indonesia adalah Paket UU Otsus, DOB, UP4B, dan Kebijakan Lainnya yang tidak sesuai kebutuhan orang Papua untuk menjawab akar persoalan dimana status sejarah Politik Papua yang masih belum final.

Pemberlakuan paket UU 21 Tentang Otonomi Khusus Tahun 2001 di Papua hanya kehendak Jakarta untuk mencoba memadamkan perjuangan Papua Merdeka dan dalam sejarah kehadiran Otsus sendiri tidak pernah ada bila Otonomi Khusus adalah hasil Perjuangan Rakyat Papua (Itu Omong Kosong).

Kebijakan Otonomi Khusus di Papua hanya perluasan penjajahan melalui sistem Kolonialisme Indonesia demi mengamankan para perusahaan milik negara dan kaum Imperialis; Freeport, BP, LNG Tangguh, Corindo, Medco dan membuka pintu bagi perusahaan Multi Nasional lainya diatas tanah Papua untuk terus melakukan penghisapan sumber Daya Alam dan Manusia Papua yang didukung oleh tekanan dan penindasan Militerisme Indonesia yang menjadi security bagi negara Kolonialisme Indonesia dan Negara serta kaum Imperialisme untuk terus melancarkan penjajahan, Penghisapan dan Penindasan diwilayah Papua Barat.

Jelas, Paket UU Otonomi Khusus adalah Program Kolonialisme? Otonomi khusus berhasil atau tidak yang menilai adalah rakyat Papua namun dalam perjuangan kehadiran Otonomi Khusus rakyat Papua tidak pernah dilibatkan maka menilai otonomi khusus berhasil dan tidak adalah Pemerintah Republik Indonesia (Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota). Apabila ditanyakan kepada rakyat pasti tidak akan berbicara berhasil dan tidak, Faktanya Rakyat Papua akan meminta hak kedaulatan Politik dikembalikan kepada bangsa West Papua dan untuk menyelesaikan persoalan Papua tidak cukup dengan paket kebijakan-kebijakan kolonialisme Indonesia itu tidak akan menyelesaikan Papua sementara Rakyat Papua masih dalam tekanan Penindasan Militerisme, Penjajahan Kolonialisme dan Penghisapan Imperialisme, Maka solusi untuk menyelesaikan masalah adalah Indonesia memberi kesempatan kepada Rakyat Papua untuk menentukan nasib sendiri melalui REFERENDUM apakah rakyat Papua akan memilih Indonesia atau Papua Merdeka.

Selamat berjuang, Rakyat adalah Pejuang.!

Penulis adalah Aktivis Pemuda Papua di Kabupaten Dogiyai

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here