IMAM NELES “KEBADABI” TEBAY Pr DEMI PAPUA DAMAI

0
263

Oleh Ernest Pugiye

 

Meskipun Papua dalam bara konflik yang tidak terpadamkan, harapan rakyat untuk mengalami masa depan Papua yang penuh damai pun masih menjadi nampak dalam diri seorang rohaniwan Kristen itu. Pesta imamat Pater Neles “Kebadabi” Tebay Pr bersama ribuan umat Allah Keuskupan Jayapura justru menyatakan harapan luhur tersebut.

Mereka dengan penuh gembira, dalam suasana cinta kasih dan perdamaian telah menyelenggarakan pesta tabisan imamat Suci-Nya yang ke 25 lima tahun, yang merupakan suatu aktualisasi konkret dari harapan Papua akan terciptanya keadilan dan perdamaian.

Pesta tabisan imamat dalam semangat Imamat Agung Tuhan Kita Yesus Kristus itu dirayakan secara seleberant yakni dipimpin oleh Uskup Keuskupan Jayapura Mgr.Leo Laba Lajar OFM, dan didampingi oleh lima imam Pr.

Mereka yang telah mendampingi Mgr Leo itu adalah Imam Neles Kebadabi Tebay Pr, Imam John “Wudinaby” Bunay Pr, Imam Yulianus “Bidau Tetodeiby” Mote Pr, Imam Yanuarius “Matopai” You Pr dan Imam Agustinus Alua Pr. Itulah “peristiwa” misteri sakramen tabisan imamat-Nya bersama Imam Tebay Pr yang telah dirayakan secara persobatan dan bersama-sama pada Kamis 25 Mei 2017 di Aula St.Yoseph Yerusalem Baru Abepura.

Menurut Mgr.Leo tercinta melalui khotbanya mengatakan, “mengikuti” Tuhan Yesus merupakan syarat utama bagi para murid-Nya. Ungkapan mengikuti sudah didialogkan secara berulang kali dan dalam banyak kata dalam seluruh isi Kita Suci. Itu telah menjadi tema utama dalam keseluruhan proses pemanggilan para murid-murid-Nya.

“Ungkapan mengikuti lebih menunjukkan penyertaan Allah Tritunggal Maha Kudus bagi para murid-Nya. Sebagaimana Putra disertai secara penuh oleh Bapa-Nya, demikian juga Tuhan Yesus sudah senantiasa menyertai para murid-Nya dalam permulaan pewartaan misi Allah dari Galilea sampai kepada semua bangsa.

Dan dari pihak para murid dituntut untuk mengatakan “Ya dan kesetiaan” secara total dengan memikul Salib Kristus sampai mengorbankan nyawanya dalam diri-Nya demi keselamatan, kedaimaian dan keadilan bagi semua bangsa dan demi kemuliaan-Nya.” Ini ditegaskan Bapak Uskup kepada umat Allah yang menghadirinya dalam perayaan imamat suci tersebut sambil mengingatkan bagaimana awal keterpanggilan para murid-Nya di masa sekarang dan di sini.

Dikatakan, perayaan pesta imamat Suci Pater Neles “Kebadaby” Tebay Pr telah membuktikan makna panggilan “ikulah” dari Tuhan Yesus tersebut. Setelah dipanggil dan dipilih menjadi Imam Pr secara universal bagi duni dari Keuskupan Jayapura, kata Mgr.Leo lagi, Pater Tebay Pr telah melukiskan makna panggilan Tuhan dengan mengorbankan segalanya demi Kerajaan Allah.

“Meskipun ada banyak tantangan duniawi yang harus dihadapi dalam memaknai panggilan-Nya, Allah Tritunggal Maha Kudus (Bapa, Putra dan Roh) telah selalu berada dan menyertai bersamanya, Pater Tebay Pr. Pater Neles Pr sesuai dengan makna “KEBADABI” telah membuka jalan keselamatan dan perdamaian bagi dunia, Papua,” bebernya sambil mengajak Gereja untuk memperjuangakan hidup Tuhan demi terciptanya kedamaian dan keadilan di Papua.

Sementara itu, Pater Neles Kebadabi Tebay Pr mengatakan, panggilan bagi dirinya merupakan “proses” yang dialami berdasarkan seluruh dinamaka hidupnya. Ini dikisahkan dalam sebuah pengalam di Konkenao sejak tahun refleksi pastoral.

“Umat sebenarnya butuh imam untuk melayani mereka sesuai budaya Papua. Dalam refleksi sejarah masa lalu, Pater Tebay Pr sempat menemukan suatu kabar gembira bahwa umat itu agak tidak mau dilayani oleh para diakon saat tiba paskah dan natal. Katanya, Pater Neles Tebay sebelum menjadi imam Pr di Keuskupan Jayapura, umat Allah di Kokenao, mereka bersama Tebay Pr pernah menunggu seorang imam

Peristiwa menunggu imam terjadi saat mereka hendak merayakan hari natal. Informasinya tentang sehal itu sudah disampaikan Pater Neles sebanyak tiga kali melalui kabel telepon pastoran Kokenao kepada pihak Keuskupan Jayapura di Sentani. Namun saat itu, mengingat iklim kabut tertutup campur hujan deras, tenaga imam sudah memang tidak dapat datang mendarat lagi melalui pesawat AMA di lapangan Kokenao.

Dikatakan, jika seorang imam itu tidak mau akan datang melayani di stasinya mereka, setiap umat Allah sudah harus siap dayung perahu dan menyebaran danau untuk mencari seorang imam di Kampung sebelah sana. Mereka itu biasa cari imam sampai di perkampungan-perkampungan yang paling jauh. Ini biasanya dilakukan oleh umat Allah di Kamoroe, Kokenao yang berkedudukan dataran Mimika Barat.

Namun akhirnya, seorang utusan imam dalam rangka perayaan natal di Kokenao itu telah berhasil datang sebelum malam natal dirakyakan. Umat di Kokenao ketika itu hanya mendapat pelayanan dari seorang imam pada malam natal, minggu siang dan natal kedua pada senin pagi. Ini disahkan Pater Tebay Pr dalam tayangan dokumen videonya tentang  panggilan-Nya.”

Bagi Pater Tebay Pr, perjuangan menciptakan kedamaian, kebenaran dan keadilan di Papua merupakan misi utama dalam seluruh panggilannya guna keselamatan jiwa-jiwa di tanah Papua. Dalam seluruh perjuangannya, Pater Neles Pr sesuai dengan makna nama “Kebadaby”, dirinya telah menjadi pembuka pintu dan penunjuk jalan bagi sesama dan dunia.

Makna “Kebadabi” bagi Gereja Universal

Imam Neles “Kebadabi” Tebay Pr adalah seorang putra asli Papua yang telah dipanggil, dipilih dan diutus secara istimewa oleh Allah untuk melayani semua bangsa di seluruh dunia. Selama 25 tahun perayaan imamat, Pater Tebay Pr sudah memperjuangakan misi kerajaan Allah, seperti perjuangan kebenaran, cita kasih, keadilan dan perdamaian bagi seluruh dunia. Peter selama masa-masa keemasan itu, dia memang suka berdoa, membaca, refleksi dan meditasi serta memawartakan-Nya melalui kegiatan menulis.

Juga ia pernah menjadi jurnalis di Jakarta Post dan mendapat gelar Dr Misolog pertama dari orang suku Mee di Universitas Urbaniana Roma sejak 2006. Kini ia masih tetap melayani umat Allah dengan bekerja sebagai Ketua Sekolah di STFT “FT” Abepura Jayapura-Papua.

Ia telah menyatakan “Ya” atas kehendak Bapa dengan gigih dan setia melaksanakan kesejumlah tugas ini. Dilakukan secara sedemikian baik adanya, karena kesemua tugas luhur itu merupakan cara yang paling penting, mendasar dan teramat baik bagi Gereja universal demi keselamatan semua bangsa dan kemuliaan nama-Nya.

Jika Pater Tebay Pr berbicara tentang perdamaian, keadilan dan kebenaran bagi umat Allah yang dicintainya, maka seluruh pembiracaraannya merupakan hasil dari refleksi, meditasi dan hasil menulis. Kesemua cara itu tidak terlepas antara satu dengan yang lain dalam seluruh kehidupan dia sebagai seorang imam bagi Gereja universal. Jadi itulah sekilas arti nama “Kebadabi” bagi Gereja universal di seluruh dunia

Dari hasil refleksinya, ada satu nilai mendasar yang menyatukan seluruh keterlibatan Pater Tebay Pr adalah dipilih dan ditentukan oleh Allah. Sambil mengambil inspirasi dari teks Kitab Suci dalan kutipan Nabi Yeremia yang berbunyi:

““Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engaku keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.

 Maka aku menjawab: “Ah, Tuhan Allah! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda.” Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: “jangan katakana: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapa pun engkau Kuutus, haruslah engkau pergai, dan apa pun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan. Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman Tuhan.”

 Lalu TUHAN menyulurkan tangan-Nya dan menjamah mulutku; TUHAN berfirman kepadaku: “Sesungguhnya, Aku manaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu. Ketahuilah, pada hari ini Aku mengangkat engkau atas bangsa-bangsa dan atas kerajaan-kerajaan untuk mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan dan meruntuhkan, untuk membangun dan menanam.,”’ (Yeremia 1:4-10)

Menurut refleksinya atas sumber di atas ini, Pater Tebay Pr mengatakan, dirinya telah dikenal oleh Allah secara penuh dalam rahim mamanya. Ia memang dilahirkan dalam keluarga Goo-Tebay yang paling sederhana, penuh suasana cinta kasih yang ikhlas, cinta tanpa pamrih dan penuh kesetiaan. Juga ia berasal dari suku Mee dengan budayanya yang penuh dengan nilai-nilai pelajaran kehidupan. Bahkan dari ayahnya tidak setuju untuk anak pertamanya ini harus akan menjadi Imam Pr.

Menariknya, mama tercinta Gooubo sungguh sangat mendukung dan setuju agar anak pertama ini harus perlu menjadi imam Pr bagi Gereja universal. Ia telah memberikan kebebasan yang total bagi anak kekasihnya untuk memilih panggilanya sebagai imam Pr di Papua. Sementara, ayah tidak setuju untuk itu.

Ayahnya setuju setelah anaknya (Pater Neles Pr) telah ditabiskan menjadi imam Pr tertabis oleh pemimpin Gereja Khatolik di Wagetei. Ini wajar saja karena sebagai anak pertama dari seorang tonowi, menurut budaya Papua, dia sudah harus perlu mewarisi kekayaan ayahnya terutama kekayaan kewibawaan, kesejatian dan jiwa kepemimpinanya bagi semua orang.

Tapi akhirnya ayahnya pun siap ikut setuju karena anak pertamanya sudah mejadi imam Pr dari Keuskupan Jayapura. Itu berarti Pater Tebay Pr sudah tidak akan berubah pikiran lagi untuk mengamini pikiran ayahnya. Jadi, dia pun diberi nama “Kebadabi” yang artinya pembuka jalan.

Dalam refleksinya juga, Pater Tebay Pr telah mengatakan, ia tidak memilih asal-muasalnya, keluarganya dari Goo-Tebay, dari suku Mee. Juga ia tidak pernah memilih nama “Kebadabi” sebagai sebuah nama yang harus perlu disandang. Bahkan ia pun tidak memilih asalnya dari Papua. Lagi pula, Pater tidak memilih untuk kelak akan menjadi imam Pr. Tapi semua itu hanya ditentukan Allah.

Jadi dia sudah dipanggil, dipilih dan diutus sebagai imam, nabi dan raja hanya oleh Allah bagi semua bangsa di seluruh dunia. Dengan demikan, Pater Tebay Pr dikuduskan Allah untuk menyampaikan kehendak-Nya kepada semua bangsa di dunia. Oleh karena itu, Pater Neles “Kebadabi” Tebay Pr adalah nabi, raja dan imam bagi Gereja dan masyarakat universal karena hanya dipanggil, dipilih dan ditentukan Allah dalam seluruh prosesnya.

Dilog Jakarta-Papua Demi Papua Damai 

Seluruh keberadaan dan KEHIDUPAN Pater Neles Tebay Pr memang sudah dibuktikan secara konkret demi Papua damai.  Dalam agenda dialog Jakarta-Papua demi Papua damai, Pater Tebay bersama rekan-rekan perjuangannya sudah tentunya akan mengangkat martabat rakyat Papua, yang jiwa mereka hanya berjumlah lebih kurang dari 1,5 % dan lemah itu.

Mereka ini mesti perlu ditolong dan diselamatkan. Maka posisi JDP melawan kejahatan di Papua merupakan jalan inisiatif yang harus diperjuangkan ke depan. Tapi hal ini akan dinyatakan secara baik, bebas dan dalam kebersamaan dengan cara damai.

Maka perlawanan setiap mereka yang berkehendak baik terhadap kejahatan, kekerasan dan konflik Papua itu sudah tentunya akan dinyatakan bukan dengan cara kekerasan, bukan meruntuhkan dan bukan pula dengan cara membinasakan sesama ciptaan Tuhan.

Tapi perlawanan rakyat bersama Pater Neles Tebay Pr dan dengan rekan-rekannya terhadap kekerasan dan konflik Papua adalah dengan cara dmai melalui dialog Jakarta-Papua.

Perlawan tanpa kekerasan melalui dialog Jakarta-Papua sudah tentunya akan membuka hati dan pikiran pemerintah Jakarta untuk keluarga dari lingkaran NKRI harga mati. Meskipun sudah berulang kali, pemerintah Jakarta melalui Presiden Megawati sampai Jokowi telah menipu orang Papua demi NKRI harga mati, dialog tetap akan diperjuangakan ke depan sebagai jalan terbaik untuk mencari solusi menyeluruh dari berbagai persoalan di Papua.

Perlu diingat bahwa pemerintah Indonesia melalui kepemimpinan “Jokowi” boleh menipu, berjanji palsu tentang pelaksanaan dialog secara berulang kali terhadap Pater Neles Tebay Pr dan rakyat Papua, akan tetapi kamu (pemerintah Indonesia) sudah tidak akan pernah dapat menipu Allah guna perdamaian Papua. Karena itu, Pater Neles Tebay Pr bersama rakyat dan masyarakat internasional tetap akan memperjuangkan dialog sebagai jalan terbaik untuk menuntaskan berbagai konflik Papua secara damai.

Allah Menyertai Pater Neles “Kebadabi “ Pr

Pater Neles Kebadabi Tebay Pr tidak ada kekayaan satu pun dalam seluruh perjuangan Papua damai melalui dialog Jakarta-Papua. Dia denga rekan-kerannya telah biasa kerja tanpa upah. Mereka hanya siap selalu bekerja dan berdialog demi Papua damai. Dalam perjuangan dialog ke depan, seperti sebelumnya, hanya pernyertaan Allah yang telah menjadi kekuatan ampuh baginya.

Pernyertaan Allah adalah kekuatan satu-satunya Pater Tebay Pr yang tidak bisa ditandingi oleh siapun dalam memperjuangkan perdamaian Papua.  Meskipun dirinya sadar akan adanya berhadapan dengan berbagai perlawanan kejahatan dan tantangan, Allah senantiasa menyertai Pater Neles Tebay Pr. Allah sayang, baik dan adil bagi Pater dan kawan-kawannya yang tetap akan berjuang demi pardamaian Papua.

Oleh karena Allah telah senantiasa menyertai Papter Neles Tebay Pr, dirinya tidak pernah meminta-minta pekerjaan dari atasannya. Sejarah hidup Pater Tebay Pr telah memberitahukan, ia tidak pernah minta-minta pekerjaan kepada Mgr.Leo Laba Lajar OFM, Uskup Keuskupan Jayapura.

Tapi dia hanya selalu siap melaksanakan hanya apabila diberikan pekerjaan. Jika kemudian Mgr.Leo mulai akan memberikan pekerjaan baru yang lebih besar, maka sesuai dengan nama “Kebadabi”, Pater Tebay Pr tetap akan siap untuk menerima, memiliki, mencintai dan melaksanakannya dengan baik, adil dan bijaksana demi menciptakan Papua, Tanah damai.

Oleh karena itu, Pater Neles Tebay Pr tetap akan berjuang demi keadilan dan perdamaian Papua sambil membuka diri dan hatinya pada rencana penggenapan dan kehendak Allah melalui realitas idealisme Gereja yang bercorak khas Papua dalam terang penyertaan Allah dan karena Roh Tuhan ada padanya.

Penulis adalah Mahasiswa pada STFT “FT” Abepura-Jayapura

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here