DI DEPAN seonggok tempat keramat nun… di pedalaman Deliserdang, Sumatera Utara, lelaki gempal itu duduk bersila. Mengerahkan tenaga sambil mengencangkan bahu, tangan, jari seraya menarik nafas dalam-dalam, dia pun mulai melafalkan ‘sesuatu’. Doa demi doa diucap lambat sambil mengiramakan nafas.

Demikianlah laku ritual Abah Rahman, pembimbing spiritual banyak orang dan belakangan ini ramai dibicarakan kaum Hawa yang hidupnya tengah gundah. “Berkat (ritual) ini, banyak sudah (derita) hidup yang terbantu. Anda boleh percaya, boleh tidak,” kata Abah Rahman pada seorang wartawan yang mengamati laku kebatinannya. Dalam semadi di tempat sepi, rindang di
bawah sebuah pohon besar itu dia membawa rupa-rupa sesajen.

Ada Bunga Sripah, Bunga Macan Kerah, leson, ronce Melati, bertih, kemenyan, serta minyak duyung. Dan di atas semua sajian makanan untuk roh halus itu tergeletak foto seorang perempuan muda. Foto dan ragam sesajen itu diletak di tengah tempat keramat baheula tersebut.  “Komunikasi batin saya tidak bakalan nyambung kalau hanya dikomunikasikan dengan lafal harafiah saja. Tapi bila menyantap bebauan harum (dari sesajen), roh halus akan merasa nyaman,” katanya lagi soal pentingnya sesajen.

Begitulah. Diberi nyala kemenyan, diberi sesaji, tentu agar roh halus penunggu tempat keramat itu mewujudkan untaian niat yang diucap lewat komunikasi batin sang Abah. Benarkah harapan di balik ritual itu menjadi kenyataan? Setidaknya, demikian yang kini dialami Sandra. Siapa dia? Dialah wanita dalam foto itu. Nah, semua ‘makanan’  yang jelang Maghrib itu diantar
Abah Rahman ke tempat keramat tersebut sejatinya adalah gawe klenik Sandra.

“Dan ritual dia ngasih makan (roh halus) ini setiap hari saya buat. Besok juga begini, lusa juga, begitu seterusnya. Jadi mengapa harus saban hari? Begini. Sistem waktu pada dimensi dunia kita ini kan sangat beda dengan waktu dalam alam gaib. Di sana putaran waktunya sangat lebih lambat. Sehari di sini, di sana itu malah tak sampai sedetik,” jelas Abah Rahman.

“(Ritual Sandra) ini sudah berlangsung hampir 3 bulan. Ya, selain tak harus (ikut serta), dia (Sandra, red) yang tinggalnya jauh tentu tinggal transfer (uang). Jadi ya setiap hari saya yang membeli dan menyiapkan semua sesajen darinya ini.” Siapa rupanya perempuan montok 25 tahun itu? Apa latar soal hingga dia menempuh jalan supranatural? Abah Rahman sedikit bercerita.

Sandra adalah perempuan malam di Batam. Tumbuh kembangnya banyak tempat hiburan di sana menjadi sumbu peledak masalah ‘profesinya’. Setahun sudah dia ‘berkarier’ di sebuah karaoke ternama di sana. Hasilnya? Bulan pertama hingga kesembilan, nasibnya terseok-seok. Itu tentu karena ketatnya kompetisi bisnis esek-esek di sana. Tapi tiga bulan terakhir atau sejak rutin memberi makan roh halus, nasib kisah malam-malam liar Sandra tidak lagi tak elok. Ia bahkan menjadi primadona baru. Lelaki tajir kliennya terus bertambah.

“Empat malam lalu aku pakai tank-top, hasilnya wuihh…. Besok malamnya, bergaun dengan belahan V, hasilnya lebih gila lagi. Besok malamnya lagi, aku pakai sack-dress di atas lutut, dan hasilnya… wuihh lebih gilak tenan! Thanks.
Ki, itu ya ‘dah kutransfer ‘tuk makanan sebulan, hajar terus!” demikian tulis Sandra, via WhatsApp pada Abah Rahman yang disapanya ‘Ki’. Tak diketahui nilai nominal uang dari malam-malam Sandra yang sekarang ‘wuihh’  itu. Tapi dia tampak sangat senang. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here