Oleh: AbRab.

PUN booming batu akik telah usai, sampai sekarang Abah Rahman tetap melayani permintaan sekalangan orang, terutama para pedagang, yang menginginkan batu cincin miliknya. Moncernya bisnis yang dikenal sebagai gamestone seperti tak lekang di tangan paranormal ini. Apa lacur?

Selidik punya selidik, itu karena batu cincin koleksi cenayang ini bukanlah akik biasa. Sejumlah batu akik miliknya ternyata memiliki kekuatan mistik dan itu lazim disebut khodam. “Khodam ini merupakan makhluk astral yang berdiam di batu-batu itu,” kata Abah Rahman, ditemui di Pancur Gading, Delitua, Sumatera Utara, Jumat (11/5/2018). Ia bercerita.

Pengalaman bersentuhan dengan makhluk tak kasat mata di balik batu akik telah dirasanya sejak menggeluti dunia gamestone, 4 tahun lalu. “Kejadiannya selalu terjadi malam hari. Dan selalu ada sosok orang berbadan besar mendatangi saya. Kadang-kadang, sosok yang berwarna merah itu seperti memegangi kaki saya,” jelasnya. “Karena sosoknya berwarna merah, saya pun menyebut sosok jin itu dengan nama Marjan,” katanya lagi.

Tak sampai sebulan lalu, paranormal bergelar pemandu alam gaib ini juga kembali mendapat kisah aneh serupa. Itu terjadi saat dia tengah melihat-lihat sebuah batu asal Maluku. Seperti semua koleksinya, batu campuran warna merah dan kuning itu ternyata juga dihuni makhluk tak kasat mata.

Menurut Abah Rahman, suasana mistik sudah dirasanya sejak mendapatkan batu itu. Tiba-tiba di rumahnya tercium bau kayu cendana.  Dia awalnya tak menaruh curiga dengan temuan bau itu. Namun pada hari berikutnya, saat kembali mengeluarkan batu itu, aroma kayu cendana kembali menyeruak.
“Saat mencium aroma kayu cendana itu saya juga melihat seperti ada orang yang lewat di depan saya waktu itu,” jelasnya.

Tapi karena sering mengalami hal aneh seperti itu, Abah Rahman menganggap itu sebagai fenomena biasa. Penjelasannya kemudian menyasar ke muasal batu-batu akik koleksinya.

“Batu-batu koleksi saya ini sekarang agak sulit ditemukan di pasar-pasar akik atau permata. Itu karena tempat asalnya yang tersembunyi, yaitu di dasar laut. Lagi pula tidak semua lautan menyimpan Marjan. Berdasarkan penelitian, trumbun laut ini hanya terdapat di Lautan India, Pakistan, Arab, dan di Indonesia ada di Laut Maluku. Namun banyak yang belum terjamah karena dilindungi raja jin.”

“Batu ini awalnya bukan berwujud bongkahan batu. Ia jenis tumbuhan laut. Yaitu berupa karang. Warnanya merah. Namanya tumbuhan, maka hidup dan berkembang. Jadi ini adalah jenis batu yang hidup.”

“Kalau berdasarkan ilmu pengetahuan, karang ini tersusun dari senyawa Kalsium Karbonat. Dalam habitat aslinya berbentuk seperti rumput laut, bercabang-cabang tanpa daun. Tidak seberapa besar, hanya sekitar satu meter. Testurnya getas, mudah patah.”

“Bentuknya yang mirip jahe dan warnanya yang merah menjadi lebih indah karena terdapat hiasan bintik-bintik putih, pink, dan hitam. Bintik-bintik itulah mutiara. Tapi ini bukan mutiara yang berasal dari kerang mutiara.”

“Marjan sejatinya adalah karang merah yang terdapat di kedalaman lautan. Karang ini tidak berkapur, namun memiliki zat yang unik dan memancarkan warna merah mengkilat. Pada zaman dulu, batu ini diolah menjadi manik-manik, perhiasan, anting, kalung, dan mata cincin yang mahal harganya.”

“Saking berharga, batu ini telah lama dicari banyak orang, terutama pada pedagang. Selain indah, batu ini jelas mengandung banyak khasiat. Di antaranya menghindarkan efek buruk terhadap pemakainya. Memberi rasa percaya diri pada pemakainya. Juga dapat mempermanis diri, mempermanis tutur kata, dan banyak lagi yang semuanya mengarah pada keberuntungan. Cocok untuk dunia dagang. Tentunya yang menjadikan semua itu adalah Tuhan Yang Maha Kuasa,” tandas Abah Rahman. Ada yang tertarik? (***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here