Pemalang – Zonadinamika.com.Pesatnya perkembangan jaman seperti sekarang ini, tentu saja menimbulkan berbagai pendapat dikalangan warga masyarakat. Baik itu pendapat dalam hal positif, hingga pendapat dalam hal negative. Termasuk perkembangan sarana dan peralatan modern dibidang permainan. Internet, Jejaring Sosial, aneka merek telepon genggam (Hp), hingga permainan ketangkasan seperti ”Play Station (PS)”. Tak ayal lagi perkembangan permainan di masa sekarang ini, sedikit atau banyak telah membuat permainan tradisional tersingkirkan, bahkan anak-anak lebih senang bermain dengan teknologi, dari pada permainan tradisional. Alhasil permainan tradisional seperti Egrang, Kelereng, Balap Karung, atau Petak Umpet pun kini seakan “punah”  tergeser oleh permainan modern.

“Kemajuan teknologi, seperti sekarang ini, tentu saja melahirkan berbgai macam dan jenis permainan. Sesuai dengan keinginan dan kemampuan para penghobby permainan. Akan tetapi halini juga mendaji factor utama menghilangnya permainan tradisional di masyarakat.“,ungkap Budayawan Drs. Koestoro atau yang akrab di sapa Ki Koestoro, saat di temui di Sanggar Kaloka, Pelutan, Pemalang.

Permainan tradisional yang kala itu sangat diminati oleh anak-anak, hingga orang tua yang sedikit banyak bisa mengawasi para anaknya kini terhempas lepas dari peredaran. Tak hanya itu, permainan tradisional yang sangat mudah dimainkan dan termasuk murah meriah, pun seakan jarang tersentuh oleh anak-anak saat ini.

“Sungguh memprihatinkan melihat permainan tradisional yang kini tersingkirkan oleh permainn modern dan belum tentu mendidik. Bagaimana tidak, permainan modern saat ini, identik dengan kemajuan teknologi, listrik, serta mampu berinteraksi hingga seluruh dunia. Seperti Game Online, misalnya. Permainan game online butuh yang namanya akses internet, listrik, hingga peralatan atau computer yangmemenuhi spesifikasi dalam bermain game online. Sedangkan permainan tradisional, gratis, mudah dimainkan, membimbing anak-anak agar bisa kompak menjadi sebuah tim, dan juga termasuk olah raga.”, tambahnya ketika ditanya perbedaan pemainan tradisionaldan modern.

Ki Koestoro menambahkan seharusnya Pemerintah dapat menyediakan sebuah tempat sebagai tempat bermain permainan tradisional, karena kemajuan jaman juga berpengaruh pada langkanya lokasi untuk anak-anak bermain permainan tradisional.

“Bagaimana mau bermain permainan tradisional, lhah tempatnya saja sekarang ini sudah lagka karena maraknya di gunakan sebagai permukiman atau perumahan. Kondisi ini seharusnya membuat Pemerintah mengingat betap pentinganya menjaga permainan tradisional agar tidak punah dari peredaran jaman. ”, pungkasnya sembari menikmati teh hangat di teras sanggar. (Dentang_hs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here