Didatangi 2 Anggota DPRD Temperamen Kembali Bikin Ritual ‘Ngalap Suara’

0
88

ABAH Rahman mendadak ditemukan tak biasa. Itu terjadi Jumat Wage 4 Mei 2018. Biasanya asyik menyepi di Pancur Gading, pemandian Putri Hijau di
Delitua, Deliserdang, malam keramat itu dia malah menghilang. Selidik punya selidik, paranormal bertubuh subur itu ternyata menggelar pertemuan dengan 2 wakil rakyat di sebuah hotel sekitar Bandara Kualanamu. Kesibukan aktifitas laku ritual jelang Pemilu 2014 naga-naganya kembali terulang.

“Wadoh, tahu aja!” kata Abah Rahman saat ditodong wartawan Anda di lokasi keramat itu, sehari kemudian (5/5/2018). “Tahu dari mana?” sambungnya serasa mengangkat bendera putih. Karena musim masa peran ‘orang pintar’ dalam perpolitikan negeri ini sekarang tengah dimulai lagi, cenayang berjuluk pemandu alam gaib itu akhirnya bersedia buka kartu.

“Tapi, saya tidak mau menyebut identitas mereka, tidak enak, nanti gimana-gimana,” sambungnya lagi. Deal! Abah Rahman pun bercerita. Dua wakil rakyat itu, sebut saja Mister Anu dan Mister X, ternyata anggota DPRD Kabupaten/Kota di Sumatera Utara. Mereka yang beda Dapil itu bukanlah sosok baru bagi Abah Rahman. Itu karena tokoh supranatural ini turut memuluskan langkah mereka ke parlemen, empat tahun lalu. Nah, pada Pileg (Pemilihan Legislatif) April tahun depan (2019), dua politisi dari partai ‘pecahan Beringin’ dan partai ‘putih’ itu sepakat kembali turun gunung, merebut tuah rakyat.

“Saat sukses terpilih 4 tahun lalu, sampai 3 tahun pertama masa kerja mereka masih sering mendatangi saya. Ya, paling lama setiap sebulan sekali. Kan masih harus tetap melakukan ritual. Tapi setahun ini, nasihat saya dilanggar. Di sini celakanya.” Abah Rahman mulai menukik.

Ceritanya, gara-gara hampir setahun tak sowan, aura negatif diketahui telah banyak menyelimuti tubuh Mister Anu. Kondisi tak jauh beda juga dialami Mister X. Efek buruk itu sedikit banyak tercipta lewat rutinitas padat dua wakil rakyat tersebut.

“Mereka memang punya tipikal sama : temperamen. Secara tipe, ada yang temperamen kolerik, satu lagi melankolis. Jadi tipe orangnya dan itu jadi kelemahan, ya suka marah, cenderung lalim, sarkastis, tak acuh, cepat bangga, puas diri, bahkan sering tak berperasaan, licik, egosentris, pemurung, suka mencela, dan rada pendendam. Semua tabiat itu sangat cepat menyerap energi negatif.  Makhluk-makhluk astral sangat tertarik dengan sisi manusia seperti itu. Itulah yang secara metafisis membuat makhluk-makhluk halus itu akhirnya datang, menempel, istilahnya,” urai Abah Rahman soal biang terciptanya kubangan aura
negatif di tubuh Mister Anu dan Mister X.

Kalau sudah seperti itu, mau tak mau pembersihan aura negatif harus cepat dilakukan. Ritual pembuka untuk itulah yang digelar Abah Rahman, Jumat Wage dini hari lalu. “Habis itu baru ruwatan mandi kembang tujuh warna,” kata Abah Rahman.

Nah, seiring membuang aura negatif,  ritual utama -seperti jelang Pileg 2014- pun kembali disiapkan Abah Rahman. “Ritual (utama) itu ya tujuannya untuk ngalap suara. Mengambil suara rakyat sebanyak-banyaknya. Rahasia dari ritual itu sebagian akan ditemukan pada baliho yang jumlah serta letak atau arah pasangnya telah mengikuti wisik gaib. Karena sudah pernah dibuat 4 tahun lalu, mereka tentu sudah tahu, jadi tak susah untuk kembali menarik perhatian konstituen,” beber Abah Rahman.

Lalu berapa tarif jasa untuk itu? Kali ini Abah Rahman tampak belum mau membeber bandrolnya secara terang-terangan. “Kalau soal itu biasanya saya sesuaikan dengan kemampuan mereka,” jawabnya, diplomatis, sambil membakar hio-hio -salah satu rutinitas kleniknya di Pancur Gading. “2014 lalu, ada 12 Caleg yang saya bantu dan 80 persen berhasil, 2 Bapak itu (Mister Anu dan Mister X) di antaranya. Sedangkan yang gagal itu karena mereka tak sepenuhnya mengikuti saran-saran saya,” tandasnya soal jejak rekam kleniknya di balik panggung politik Sumatera Utara. Di negeri ini, kehidupan politik dan mistis memang sulit dipisahkan. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here