Terkait Pedangang K5, Dirum RSU Pusat Persahabatan Surati Walikota Jaktim

0
161
gedung RSUP Persahabatan/istimewa

Jakarta-Zonadinamika.com. Keberadaan Pedangang kaki lima  memang mempunyai sisi positif dan negative, kedua sisi ini menjadi  dilema bagi pemerintah kota dalam mengatasi menjamurnya pedagang kaki lima.

Disatu sisi keberadaan pedagang kaki lima dapat menyerap tenaga kerja yang tidak tertampung di sektor formal sehingga dapat mengurangi beban pemerintah dalam mengatasi pengangguran.

Peningkatan jumlah penduduk yang tidak diimbangi oleh peningkatan kebutuhan tenaga kerja di sektor formal juga menjadi salah satu sebab bertambahnya sektor informal. Semakin banyak para pedagang kaki lima di pusat-pusat keramaian kota menjadikan pemandangan kota bertambah tidak sedap dipandang lagi.

Terkait keberadaan pedangan K5 tersebut, pihak RSUP Persahabatan akhirnya menyurati Walikota Jakarta timur melalui suratnya no :UM.01.05/IX.2/577/2018 dengan tujuan agar Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan sebagai rumah sakit kelas A Pendidikan,Pusat Rujukan Nasional Penyakit Respirasi serta pusat rujukan untuk wilayah Jakarta Timur, sudah  selayaknya berkewajiban untuk selalu meningkatkan mutu pelayanan dan penampilan secara fisik sesuai dengan tata kelola gedung milik pemerintah,terang Drg.Setiawati,MKes Direktur Umum,SDM Dan Pendidikan RSUP Persahabatan Jakarta Timur.

Dikatakan, semakin menjamurnya pedangang K5 disekitar lingkungan RSUP Pertamina telah membuat wajah yang buruk pada penampilan RSUP Persahabatan, karena semakin membawa petaka akan keindahan serta kebersihan atas sampah-sampah dari para K5.

Ditambahkan, RSUP Pertamina dalam meningkatkan ketertiban,keamanan,kenyamanan serta keindahan lingkungan,karena RSUP Persahabatan sebagai asset dan milik pemerintah, yang nota bene sebagai fasilitas pelayanan kesehatan untuk masyarakat, harus sesuai dengan standar akreditas KARS dan JCI, oleh sebab itu,kami berhadap walikota Jakarta Timur cepat tanggap terhadap harapan kami ini, dan menertipkan para pedangang kaki lima yang ada di lingkungan RSUP Persabatan, harap Drg.Setiawati,MKes.

Hal yang sama juga di harapkan penasehat dan kounsultan Hukum RSUP Persahabatan Jan Pieter Siahaan,SH.MH, agar pemerintah menegakan terhadap Peraturan Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2007 Pasal 25 tentang ketertiban umum, bahwa gubernur telah menunjuk/menetapkan bagian-bagian jalan/trotoar dan tempat-tempat kepentingan umum lainnya sebagai tempat usaha pedagang kaki lima.

Setiap orang atau badan dilarang berdagang, berusaha di bagian jalan/trotoar, halte, jembatan penyebrangan orang dan tempat-tempat untuk kepentingan umum lainnya di luar ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Maka demi mempertahankan akan keindahan,kebersihan lingkungan RSUP Persahabatan, pihaknya memintah pada wali kota Jakarta Timur agar melakukan tindakan atas keberadaan pedangang K5 di sekitar lingkungan RSUP Persahabatan. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here