PALI-Zonadinamika.com.Musiwan, Kepala Desa (Kades) Desa Persiapan Gunung Menang, kecamatan Penukal, kabupaten PALI, Sumatera Selatan (Sumsel) meminta kepada pihak kontraktor Pengerjaan Normalisasi Sungai Sebagut untuk bertanggung jawab atas rusaknya jembatan diduga akibat dilalui alat berat milik kontraktor tersebut beberapa hari lalu.

” Setelah alat berat itu lewat, jembatan rusak parah. Warga sudah memperbaikinya, tetapi karena jembatan itu terbuat dari pipa besi, sehingga sulit untuk kembali semula. Warga yang biasa beraktivitas melalui jembatan tersebut, sudah dua hari ini lumpuh,” ujar Musiwan, Kepala desa Persiapan Gunung Menang, senin (26/11).

Menurutnya dengan rusaknya jembatan itu sangat berimbas terhadap perekonomian masyarakat, karena jembatan tersebut merupakan akses satu satunya bagi ratusan warga setempat untuk menyeberang melakukan aktivitasnya sehari hari, sehingga hasil perkebunan warga susah untuk dikeluarkan.

Untuk itu, Kades meminta pihak pelaksana pekerjaan Normalisasi Sungai Sebagut yang bersumber dana dari APBD Provinsi tersebut, untuk bertanggung jawab dan memperbaiki jembatan itu secepatnya, karena mengingat jembatan itu menjadi urat nadi perekonomian masyarakat sebagian besar warga setempat.

“ Sebenarnya kalau koordinasi terlebih dahulu dengan pemerintah desa, tidak akan terjadi seperti ini, karena jembatan itu dibangun oleh PT Pertamina pada tahun 1980an, dan sudah banyak pipa besi yang kropos serta tidak layak dilalui kendaraan berat. Tetapi, pelaksana sepertinya tidak butuh pemerintah desa dan memaksakan untuk menyeberang diatas jembatan itu,” Sesal Kades.

Terpisah, Darmadi Suhaimi.SH. wakil ketua DPRD kabupaten PALI, mendapatkan informasi itu menegaskan kepada pihak pelaksana atau pemilik alat berat tersebut wajib memperbaiki jembatan itu, secepat mungkin, karena menurutnya jembatan tersebut adalah akses satu satunya bagi masyarakat untuk menyeberang mengeluarkan hasil kebun.

“ Kalau memang benar jembatan itu rusak akibat alat berat kontraktor, maka wajib pihak pelaksana atau tekait lainnya memperbaiki, memang dari laporan yang saya terima, sudah dua hari warga sudah tidak bisa ke kebun, otomatis penghasilan mereka menurun, dikarenakan jembatan terputus,” tandasnya. (Suherman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here