Mengaku Oknum Polisi,Aniaya Wartawan di Kantor Polsek

0
371

Aceh Tamiang – Zonadinamika.com.Sekira pukul 22.00 WIB Senin malam (28/5/2018) wartawan online Warta Bhayangkara Muhammad Irwan (25 tahun) didampingi temannya Sulaiman (24 tahun) melakukan peliputan atas dugaan bisnis bahan bakar minyak ilegal yang diangkut dengan mobil pick up Chevrolet. Ketika melintas di jalan Medan Banda Aceh Kampung Minuran kecamatan Kuala Simpang, Muhammad Iwan menyetop mobil diduga mengangkut minyak ilegal. Tiba-tiba muncul yang mengaku oknum polisi disebut-sebut dengan panggilan *zal Indra* anggota Satlantas Polres Aceh Tamiang membonceng seorang wanita cantik langsung mencegah Muhammad Irwan untuk melakukan pekerjaan jurnalis dan menggiring ke Kantor Polsek Kuala Simpang Kecamatan Kuala Simpang Kabupaten Aceh Tamiang.

“Saya bertugas sebagai Kepala biro media online Warta Bhayangkara di Aceh Tamiang, sudah lama saya mencurigai terhadap maraknya bisnis BBM ilegal pasca terbakarnya sumur minyak di Aceh Timur, maka salah satu target peliputan saya terhadap truck dan mobil yang dicurigai mengangkut BBM ilegal, pas kebetulan lewat mobil pick up Chevrolet langsung saya ikuti dan saya stop, TKP nya di kampung Minuran Kuala Simpang, Sopirnya mengakui bahwa dalam mobil angkutannya berisi BBM ilegal.(Minyak Konden), Saat saya mau wawancara lebih lanjut tiba-tiba muncul pemuda naik sepeda motor membonceng cewek cantik, dengan nada keras langsung melarang saya untuk menjalankan tugas jurnalistik dan menggiring paksa kami ke Polsek kota Kuala Simpang, salah seorang anggota Polsek yang ikut bersikap tidak sopan saya baca namanya S. Yusuf, dan memakai baju biasa yang piket ikut mengkiting leher saya dengan sangat lama, para oknum Polisi ada beberapa orang yang saya kenali wajahnya, yang terlibat mengasari saya,” demikian keterangan Kabiro media Warta Bhayangkara kepada wartawan.

Muhammad Irwan menambahkan bahwa setiba di polsek yang berjarak sekira 1 kilometer dari TKP. Oknum yang mengaku polisi yang berteriak ada oknum wartawan sudah jadi tersangka, dan segerombolan orang diduga para oknum Polisi mencekik dengan cara memiting leher dan beberapa orang lainnya memegang tangan dan dibawa ke dalam polsek, memukuli dada dan bagian perut Muhammad Irwan.

Setelah memasuki ruangan Polsek. Muhammad Irwan dan Sulaiman di interogasi secara terpisah oleh kelompok orang – orang yang mengaku Polisi. Sulaiman juga mendapat perlakuan jahat dan kasar secara premanisme oleh gerombolan yang diduga oknum Polisi.

” Sopir pembawa BBM ilegal turut hadir ke Polsek malam kejadian itu juga, dan sekarang saya tidak tahu kemana barang bukti dugaan BBM Ilegal serta mobil pengangkut. Barang bukti dan supir beserta mobilnya langsung dilepaskan. Ketika di Kantor Polsek saya diperlakukan seperti teroris, oknum yang mengaku polisi menghina profesi wartawan dan melontarkan kata- kata bahwa kamu tidak ada apa-apanya, karena keluarga saya adalah Tentara semua, sambil memukul dada dengan nada melotot dan dengan nada keras, oknum yang menggiring ke polsek mengaku anggota.

Saya sangat bingung dengan situasi ini. Ketika kami menjalankan fungsi sosial kontrol ada oknum yang mengaku polisi melarang, dan berbuat brutal. Kepada saya. “ungkap M.irwan kepada wartawan.

Tambahnya lagi ada apa dengan bisnis BBM ilegal, apakah ada oknum polisi yang terlibat? tanya Muhammad Irwan.

Sebelum dilepas dari tindakan penganiayaan oleh gerombolan yang mengaku polisi, kami berdua sempat dibawa keliling dengan mobil patroli Resmob dan ditraktir makanan dan minuman di warung tanah terban, selanjutnya sekitar pukul 01.00 WIB Selasa 29/5/2018 saya kembali ke Polsek dan diultimatum agar tindak kekerasan dan perbuatan menghalangi jurnalis melakukan peliputan tidak berkembang kemana-mana, ungkap Muhammad Irwan meniru perkataan oknum polisi.

Kuli Tinta ini akhirnya terbaring opname di RSUD Aceh Tamiang.selama dua hari, bagian leher sakit dan sulit digerakkan diduga akibat dipiting oknum Polisi dan bagian perut serta dada sakit akibat dipukuli di kantor Polsek.

“Saya akan serahkan perkara ini kepada kuasa hukum untuk membuat pengaduan dan keadilan hukum sesuai peraturan perundang undangan yang berlaku, “tutup Muhammad Irwan. (Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here