Pemalang-Zonadinamika.com.Sembilan puluh tahun sudah, peringatan hari sumpah pemuda diperingati di Indonesia setiap tahunnya. Sembilan puluh tahun sudah, hari sumpah pemuda menjadi tanda perjuangan para pemuda dan pemudi yang rela berkorban demi mempertahankan, merebut kembali kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari tangan penjajah.

Namun, apalah daya jika perjuangan tersebut tidaklah berlanjut di jaman generasi milenial saat ini? Ya, benar. Kenyataan inilah yang terlihat saat ini. Para generasi penerus bangsa terlihat berbanding terbalik jika dibandingkan pada masa perjuangan para pahlawan. Bagaimana tidak, generasi yang terlahir di jaman milenial saat ini, belum tentu bisa mengerti dan merealisasikan pendidikan karakter bangsa.

Hal ini terlihat ketika anak “jaman now” (jaman sekarang.red), ditanya tentang bunyi Undang Undang Dasar 1945, hingga menyanyikan lagu wajib pun belum tentu dapat menguasainya. Padahal, itu menjadi salahsatu bukti realisasi pendidikan karakter bangsa.

Ketika ditanya mengenai pendidikan karakter bangsa, Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Comal, Mustadi, mengatakan, pihaknya selalu memberikan waktu bagi para siswa untuk memperdalam ilmu pramuka, sejarah, agama, dan juga kecintaan kepada bangsa dan negara kesatuan republik indonesia.

“kami selalu meluangkan waktu bagi para siswa untuk memperdalam ilmu sejarah, ilmu pramuka, ilmu agama, dan kecintaan kepada NKRI. Contohnya yakni mengaji bersama di hari jumat, berdoa dan belajar bersama 15 menit sebelum jam pelajaran, hafalan lagu wajib atau kerja bhakti.”, ungkapnya.

Sementara itu, menurut pengawas bidang SMA dan SMK, Rishi Mardiningsih, pendidikan karakter bangsa sudah direalisasikan di sekolah, namun semua itu juga dikembalikan kepada para orangtua murid, jika orangtua aktiv mendidik, menasehati, mengajari anaknya untuk sopan santun, belajar, beragama, taat aturan yang ada. Niscaya karakter anak akan muncul dengan sendirinya. Itupun lingkungan disekitar tempat tinggal juga berpengaruh.

“30% anak ada di sekolah, 70% anak ada di rumah. Jadi jika orang tua dan lingkungan tidak bisa merealisasikan pendidikan karakter bangsa. Pasti anak akan tidak terkontrol dan mudah terpengaruh hal negative. Makanya, orang tua dan lingkungan harus bekerjasama mendidik, mengajari, menasehati, mencontohkan hal positive. Sudah dapat dipastikan anak akan memiliki karakter yang baik, benar. Baik itu di dalam keluarga, lingkungannya, sekolahnya, hingga anak tersebut tumbuh dewasa dan berumah tangga.”, katanya.

Di tempat terpisah, ketika ditanya mengenai pendidikan karakter bangsa yang saat ini mulai pudar, anggota dewan perwakilan rakyat daerah Kabupaten Pemalang, Bagong Yoyok Sukirman, SH., mengungkapkan jika Pemerintah melalui Kemendiknas meluncurkan sebuah program pendidikan, yang dikenal dengan Pendidikan Karakter. Dominasi ranah kognitif dan psikomotorik harus dikurangi, ranah afektif sudah seharusnya menjadi fokus utama.

Sehingga terbentuklah manusia-manusia yang berkarakter luhung, berbudi pekerti tinggi. Manusia-manusia seperti inilah yang diharapkan mampu membawa bangsa Indonesia menjadi jauh lebih baik, menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang berbudaya tinggi. Pemerintah daerah kab Pemalang terutama sekali lewat Dinas pendidikan adl ujung tombak keberhasilan program tsb, dan kualitas pendidik adl kuncinya. Jika boleh di usulkan Pemda agar dapat mempresure lewat kekuatan birokrasi dan regulasi untuk meningkatkan kualitas pendidik untuk fokus program pendidikan karakter anak didik. Karena keteladanan dimulai dari pendidiknya itu sendiri. Keberhasilan program selalu diiringi dgn tantangan yg ada, kemajuan teknologi punya dampak positif dan negatif. Kembali bukan hanya sekolah,. Lingkungan keluarga juga teramat penting. Sebab setengah kehidupan ada dilingkungan keluarga, sepertiga ada di sekolah.

“Pemerintah melalui Kemendiknas meluncurkan sebuah program pendidikan, yang dikenal dengan Pendidikan Karakter. Dominasi ranah kognitif dan psikomotorik harus dikurangi, ranah afektif sudah seharusnya menjadi fokus utama. Sehingga terbentuklah manusia-manusia yang berkarakter adi luhung, berbudi pekerti tinggi. Manusia-manusia seperti inilah yang diharapkan mampu membawa bangsa Indonesia menjadi jauh lebih baik, menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang berbudaya tinggi. Pemerintah daerah Kabupaten Pemalang terutama sekali lewat Dinas pendidikan adalah ujung tombak keberhasilan program tsb, dan kualitas pendidik adalah kuncinya.

Jika boleh di usulkan Pemda agar dapat mempresure lewat kekuatan birokrasi dan regulasi untuk meningkatkan kualitas pendidik untuk fokus program pendidikan karakter anak didik. Karena keteladanan dimulai dari pendidiknya itu sendiri. Keberhasilan program selalu diiringi dgn tantangan yg ada, kemajuan teknologi punya dampak positif dan negatif. Kembali bukan hanya sekolah, Lingkungan keluarga juga teramat penting. Sebab setengah kehidupan ada dilingkungan keluarga, sepertiga ada di sekolah.”, tandasnya. (dentang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here