Jakarta-zonadinamika.com. Menjelang pemilu serentak kepala daerah harus berhati hati dalam mengacungkan jari selama masa kampanye pemilu,dan di minta untuk sering membaca aturan jika tidak ingin melanggar kampanye,pernyataan itu di sampekan oleh komisioner komisi pemilihan umum(KPU) Hasyim Asy’ari di menteng jakarta pusat jum’at (11/1).

Harus ingat dan banyak baca aturan, aturan ada kan untuk di taati ujar Hasyim Asy’ari kepada media.sebab kata dia,tindakan mengacungkan jari tangan bisa di anggap kampanye,terlebih jika hal itu di lakukan pada hari kerja.

Komisioner komisi pemilihan umum(KPU) Hasyim Asy’ari juga mengatakan kalo ingin mengacungkan jari ya harus cuti dulu karena jika tidak akan masuk kampanye,kalo di luar hari kerja(hari libur)maka tidak melanggar aturan kampanye,tegasnya.

Dalam pasal 292 UU PEMILU NO 7 Tahun 2017,kepala daerah tidak di larang melaksanakan kampanye pemilu,hanya saja kampanye harus di laksanakan pada hari libur atau pada saat cuti di luar tanggungan negara.

Polemik tentang mengacungkan jari tangan mengemuka saat Gubernur DKI JAKARTA Anies Baswedan di laporkan ke Banwaslu perihal aksinya saat menghadiri konferensi Nasional Partai Gerindra,Desember lalu,
pada saat itu Anies sedang berpidato sambil membuat simbol dukungan kepada paslon capres-cawapres Prabowo-Sandiaga uno menggunakan jari tangan,
tindakan itu di lakukan pada hari kerja.

Setelah itu Gubernur jawa barat Ridwan Kamil juga mengacungkan jari tangan pada agenda harlah PKB baru baru ini,Ridwan Kamil mengacungkan satu jari yang di duga untuk mendukung paslon capres-cawapres jokowi-Ma’ruf. (LL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here