Jakarta-Zonadinamika.com.Perusahaan Bangun Jaya Alam Permai 3 sebuah perusahaan yang bergerak di perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Tengah, yang di tuduh melakukan perbudakan pada sejumlah pekerja akhirnya terjawab dan terbantahkan, bahwa apa yang di laporkan oleh Fidillah sebagai istri Benny TWC hanya sebuah ilusi yang selalu di bayang-banyangi rasa ketakutan terhadap kondisi suaminya yang bekerja di perkebunan kelapa sawit tersebut.

Benny TWC lewat telepon pada wartawan menjelaskan, “Sebelumnya saya minta maaf pada redaksi zonadinamika.com yang telah mendengarkan curhatan istri saya bernama Fadillah, tapi perlu saya klarifikasi bahwa apa yang di sampaikan istri saya ke media adalah sebuah kekeliruhan atau informasi yang simpang siur dan tidak bisa di pertanggungjawabkan oleh istri saya, jadi sekali lagi saya atas nama Benny suaminya Fadillah mohon maaf dan berita ini ralat atau di klarifikasi, jujur apa yang di sampaikan oleh istri saya itu adalah sebuah kesalahan yang memberikan informasi ke media” kata Benny di ujung telepon.

Lebih jauh Benny menambahkan, “Saya ingin menjaga nama baik perusahaan, karena saya kerja dan mencari nafka untuk anak dan istri saya, otomatis saya akan menjaga nama baik perusahaan dimana saya kerja dan meluruskan informasi yang terkesan menjelekkan perusahaan, saya luruskan bahwa saya dan rekan-rekan saya di sini baik-baik saja dan tidak ada perbuatan yang tidak mengenakan dari perusahaan, semua berjalan dengan baik, soal hak dan kewajiban perusahaan pada karyawan semua yang melalui tahapan”.

Benny mengatakan, kalau istri saya mengatakan kami mendapatkan perbudakan di perkebunan itu salah dan tidak benar, apalagi di katakan ada pihak perusahaan yang merampak uang dan KTP klo mau keluar itu tidak benar, istri saya pasti salah dengar informasi.Memang saya dan teman-teman berangkat ke kalimantan karena mendapatkan informasi dari Facebook, kemungkinan istri saya sangat takut, mengingat banyak pelaku penipuan tenaga kerja di dunia maya, tapi saya kerja disini aman-aman saja, kalau pun ada teman-teman saya mau pulang, mungkin karena tidak kuat kerja di hutan atau di perkebunan.

Lebih jauh Benny menjelaskan, bahwa PT. BANGUN JAYA ALAM PERMAI yang beralamat:Jl. Malijo No.2 Rt. 13 Kota:Kotawaringin Barat Provinsi: Kalimantan Tengah, tidak benar ada dugaan perbudakan karyawan, semua berjalan apa adanya dan tidak masalah dan tidak ada merasa tersndra.Soal sembako yang di janjikan calo itu, ya tidak bengtu menuntut yang penting kita bisa kerja, karena soal kebutuhan hidup di perkebunan dari perusahaan saya pikir akan berjalan dengan baik dan bertahap.”Soal sembako (telur,mie,minyak.goreng,seragam dan sepatu boot semua disiapkan perusahaan di koperasi.ujar Benny.

Itu lagi soal  seperti jaman ROMUSHA itu tidak ada, saya sebagai suami dari Fadillah dengan rasa hormat pada media, apapun yang di curhati istri saya, semua saya tarik kembali dan saya tegaskan itu tidak benar, sekali lagi saya mohon maaf atas kelancangan istri saya yang membuat pengakuan yang selalu di bayang-banyangin rasa takut yang tidak beralasn.Saya juga secara pribadi minta maaf pada managemen PT.BJAP 3 atas curhatan istri saya Fadillah yang keliru pada media.

“Secara pribadi juga saya minta maaf pada managemen PT.PJAB 3, atas kekeliruan informasi yang di sampaikan istri saya pada media, semoga dengan ucapan maaf saya yang sedalam-dalamnya pada perusahaan dan  pihak PT.PJAB 3 memaafkan istri saya” harap Benny. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here