Tambun Selatan, Zonadinamika.com
Gerombolan yang mengaku-ngaku petugas Perusahaan Listrik Negara (PLN) area Tambun mengepung salah satu rumah warga perumahan griya asri 2, desa Sumber Jaya, kecamatan Tambun Selatan, kabupaten Bekasi, Sabtu (20/10) sekira pukul 9.30wib.

Rangkaian kronologinya, Jum’at (19/10) petugas dari PLN mendatangi rumah konsumen yang terlambat bayar tagihan (baru memasuki 2 bulan). Pada saat itu (Jum’at-red) konsumen janjikan kepda petugas PLN bahwa tagihan pemakaian listrik akan bayar akhir bulan Oktober.
Namun keesokan harinya, Sabtu (20/10) pukul 8.30wib, petugas PLN (orang yang sama) kembali mendatangi rumah konsumen dengan nada “ANCAMAN” hari ini akan memutus aliran listrik di rumah konsumen tersebut karena belum melakukan pembayaran.

Mendengarkan hal itu, konsumen sontak menanyakan surat tugas atau surat perintah resmi dari PLN kepada petugas untuk melakukan tindakan pemutusan aliran listrik, petugas PLN tersebut justru tidak bisa menunjukan surat tugas dan surat perintah, hanya mengeluarkan kartu identitas (id card) sembari berdalih bahwa pihaknya telah mendahului melakukan pembayaran tunggakan rekening konsumen tersebut.

Perdebatan tak terhindarkan karena pihak konsumen merasa seperti dipaksa serta petugas PLN itu juga tidak bisa menunjukkan surat tugas, maka pihak konsumen mengusir mereka (2) orang (petugas PLN-red) dari rumahnya. Menanggapi reaksi konsumen tersebut, petugas PLN itu langsung menghubungi pihak-pihak lain dan seakan meminta pertolongan dari rekan-rekannya.

Tak lama berselang, sekitar pukul 9.30wib datang segerombolan orang tak dikenal langsung mengepung rumah konsumen. Mereka mengaku petugas PLN bahkan ada oknum yang dengan gagahnya memakai baju dan atribut salah satu Organisasi Massa (Ormas) yang ada di kabupaten Bekasi.

Ketika penghuni rumah (konsumen) berinteraksi kepada oknum beratribut ormas tersebut dan bertanya apa tujuan mereka rame-rame, tiba-tiba salah satu dari petugas PLN berperawakan kurus tinggi memperkenalkan namanya Heri langsung menahan dan menyuruh oang berpakaian atribut ormas itu keluar dari dalam pagar teras rumah konsumen.

Selanjutnya, Heri bicara baik dengan konsumen bahwa petugas PLN itu ada prosedur dan tahapan tanggung jawab pekerjaan. Heri juga membenarkan jika anak buahnya telah melunasi terlebih dahulu kewajiban tunggakan pemakaian listrik konsumen, sekarang tinggal bapak bayarkan kepada kami, ucap Heri berbincang kepada konsumen.

Mendengarkan penjelasan Heri tersebut sembari memikirkan psikologis anak dan keluarga melihat kumpulan gerombolan itu, konsumen langsung membayar cash kepada Heri tagihan listrik yang mereka perasalahkan itu sebesar Rp.173.000.

Namun yang menjadi pertanyaan publik, »» Apakah tindakan petugas PLN seperti krinologi diatas dibenarkan sesuai SOP? »» Apakah petugas PLN punya hak memaksa dengan nada ancaman memutus aliran listrik tanpa surat tugas atau surat perintah resmi.

Apakah dibenarkan petugas PLN menerima transaksi tunai dari konsumen? Semua dikupas setelah mendapat keterangan resmi dari kepala kantor PLN area Tambun yang rencananya akan dikonfirmasi awak zonadinamika.com minggu depan. (FIK_N )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here