Diduga Oknum Pegawai Lapas Gunungsitoli Ajak Napi Menikmati Indahnya Pondok Wisata Bersama Istri

0
4532
Foto saat di TKP:sebelah kiri (pemilik pondok), tengah (napi), kanan (pegawai lapas berinisial FL)

Gunungsitoli-Zonadinamika.com – Salah seorang oknum napi  atau warga binaan kasus pembunuhan pegawai pajak di Nias tertanggal 12/4/2016, berisial AL diduga sering keluar  masuk Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gunungsitoli.

Diduga para napi pembunuh kakap itu memberi  upeti kepada petugas lapas berinisial (FL), (YH),dan (‘S) agar bisa keluar dari sel, bertujuan untuk ketemu dengan sang istri tercinta sekaligus menikmati indahnya dunia pariwisata WALO kabupaten nias utara kamis 1/3/2018. Salah satu napi pembunuh yang diduga melakukan suap kepada petugas,untuk bebas keluar dari lapas adalah  terpidana dua puluh tahun kasus pembunuhan pegawai pajak.

Saat media zonadinamika.com mengkonfirmasi langsung kepada kepala lapas gunungsitoli Yunus mangunsong, mebenarkan bahwa, benar napi kasus pembunuh pegawai pajak (AL) kemarin sudah keluar yang didampingi langsung oleh KKPLP (FL), regu pengamanan (YH), dan (s) dan itu bukan atas sepengetahuan saya. ” iya benar bang, saya dengar info ini dari kakanwil profinsi sumatera utara dan kepala devisi, dalam waktu dekat mereka akan turunkan tim.

kita juga sudah menyayakan hal ini kepada KPLP dan jelas mereka tidak ada tujuan apa apa bang, dan ini hanya kesalahan administrasi saja karena YL tugasnya disini hanya kebersihan saja. mereka bersama napi kesana hanya bertujuan untuk mengambil pasir, untuk kebutuhan lapangan olahraga para napi yang ada dilapas. Jelasnya

Di tambahkanya dengan kejadian ini, dalam tempo yang tak terlalu lama kita akan melakukan penataan keanggotaan mungkin mereka belum faham betul dengan aturan administrasi. Mesti kita bangunkan mereka, agar  mereka juga tidak terlena dan semangat dalam melaksanakan tugas.tegasnya,

Menanggapi kejadian tersebut, Ketua DPD LSM GPN (Gerakan Peduli Nias) Gunungsitoli SONIFATI MENDROFA, menyampaikan rasa kesalnya atas kebijakan oknum di duga dengan sengaja dan sesuka hatinya membawa keluar napi tanpa prosedur.

Menurutnya,  memang benar setiap warga binaan memiliki hak untuk keluar lapas terutama untuk berobat. Namun ada prosedur yang harus dilalui, seperti ada surat rekomendasi dari kepala lapas hingga pengawalan dari petugas lapas dan polisi ada.lanjut soni nenjelalaskan bahwa pengawalan napi itu harus sesuai SOP (standard operational procedure)- nya dua orang. Harus selalu ada dari polisi salah satunya,” ungkap soni.  (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here