ASN Touna Diharapkan Berperan Membantu Pencegahan Narkoba

0
100
Kepala BNNP Sulawesi Tengah, Brigjen Pol Drs. Andjar Dewanto, SH, MBA.

Touna – Zonadinamika.com. Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tengah, Brigjen Pol Drs. Andjar Dewanto, SH, MBA mengajak kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkup Pemerintah Kabupaten Tojo Una –Una (Touna) untuk berperan membantu Pencegahan, Pemberantasan Penyelahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkoba  (P4GN) di wilayah Kabupaten Touna.

“Permasalahan Narkoba ini bukan hanya menjadi urusan kepolisian atau BNN saja, tetapi diperlukan kerja sama lintas instansi, termasuk kerja sama masyarakat dan pemerintahan,”  kata Brigjen Pol Drs. Andjar Dewanto, SH, MBA pada kegiatan Raker Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba Bersama Istansi Pemerintah, di Hotel Ananda.

Brigjen Pol Drs. Andjar Dewanto mengungkapkan, berdasarkan data kasus kejahatan Narkotika di Kabupaten Touna, yang di tangani Polres Touna dan BNNK Touna pada tahun 2017 dibandingkan tahun 2016 mengalami kenaikan.

“Pada tahun 2016, jumlah kasus yang di tangani Polres Touna berjumlah 14 kasus dengan tersangka 23 orang, sementara BNN menangani 1 kasus dengan tersangka 1 orang. Sedangkan pada tahun 2017 Polres Touna tangani 20 kasus dengan jumlah tersangka 35 orang, sementaran BNN menangani 2 kasus dengan jumlah tersangka 5 orang,” ungkapnya.

Menurutnya, masalah Narkoba yang terjadi saat ini di Kabupaten Touna, sudah sepatutnya menjadi perhatian dan tanggung jawab kita bersama, baik masyarakat dan seluruh istansi pemerintah. Sebagai ASN sudah menjadi kewajiban bersama untuk membantu menangkal ancaman penyalahgunaan narkoba, terutama di wilayah Kabupaten Touna.

“Contoh yang paling sederhana yang kita lakukan dengan melakukan pencegahan terlebih dahulu dari lingkungan terdekat yakni keluarga, lingkungan tempat tinggal dan lingkungan kerja masing-masing,” tuturnya.

Dia juga mengingatkan, agar ASN tidak terlibat sebagai penyalahgunaan Narkoba, karena sanksinya jelas bagi ASN yang terlibat barang haram tersebut.

“Yah, sanksinya kurungan penjara bahkan pemecatan terhadap ASN yang terlibat. Contohnya pejabat Lingkup Pemda Touna yang di tangkap oleh BNNP Sulteng berinisial EM yang sudah dua terlibat kasus yang sama,” tegasnya.

Sementara itu Bupati Touna melalui Staff Ahli Bupati Touna Bidang Keuangan, Perekonomian dan Pembangunan Burhanudin Lahay, S.Ag mengatakan, tren perkembangan penyalahgunaan narkoba dari waktu kewaktu menunjukan kecenderungan semakin meningkat, bahkan kasus-kasus yang terungkap oleh jajaran Kepolisian dan BNN merupakan fenomena gunung es hanya sebagian kecil saja yang tampak dipermukaan.

“Sedangkan kedalamannya tidak terukur. Peningkatan ini antara lain terjadi  karena pengaruh kemajuan teknonlogi, globalisasi dan derasnya arus informasi,” kata Burhanudin Lahay, S.Ag saat membacakan sambutan tertulis Bupati Touna Mohammad Lahay, SE, MM.

Menurutnya,  kondisi seperti ini tentunya memerlukan penanganan serius, bukan saja oleh pemerintah daerah, tetapi juga harus didukung oleh partisipasi dan peran  aktif segenap lapisan masyarakat dan menjadi pelopor upaya pencegahan, penyalahgunaan dan peredaran Narkoba, sebab saat ini Narkoba sudah tidak lagi menjadi musuh aparat hukum , tetapi juga sudah menjadi musuh masyarakat.

“Maraknya peredaran Narkoba dewasa ini, sudah menyentuh semua lini kehidupan. Baik dikalangan masyarakat swasta maupun institusi pemerintah, maka dengan melihat kondisi saat ini Presiden telah mengeluarkan pernyataan bahwasanya Indonesia dalam kondisi darurat Narkoba, ” ujarnya.

Dia mengatakan, dalam menangani hal tersebut diperlukan pendekatan kesehatan dan pendekatan hukum karena pengguna Narkoba tidak saja menjadi masalah criminal, penyimpangan social, dan merugikan diri sendiri serta pihak lain akan tetapi menjadi masalah kesehatan, pendidikan, dan hak asasi manusia maka pemberantasan narkoba harus dilakukan sedini mungkin karena dampaknya pada generasi depan yang tidak produktif.

Olehnya, melalui Raker ini marilah kita secara bersama-sama melaksanakan pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba (P4GN) di instansi masing-masing. Peduli terhadap permasalahan Narkoba di lingkungan instansi pemerintah, mensinergikan program pemberdayaan masyarakat anti Narkoba, mewujudkan kepedulian instansi pemerintah untuk berperan aktif dalam membangun lingkungan instansi pemerintah yang bersih dan melayani,” harapnya.(yahya).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here