Jakarta – Zonadinamika.com. Ada 10 kota di tanah air yang dianggap paling tidak toleran. Peringkat pertama adalah Tanjung Balai yang hanya mendapatkan skor 2,817. Peringkat kedua dalah Banda Aceh yang menempati skor 2,830. Peringkat ketiga ditempati kota Jakarta dengan skor 2,880.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Setara Institute Bonar Tigor Naipospos dalam acara Penganugerahan Penghargaan Kota Toleran 2018‎ di Jakarta, Jumat (7/12).

Ia menjelaskan kota lain yang masuk peringkat paling tidak toleran adalah Cilegon (3,420), Padang (3,450), Depok (3,490), Bogor (3,533), Makasar (3,637), Medan (3,710) dan Sabang (3,757).

Menurutnya, peringkat kota tidak toleran dari rentang 1-7. Angka 1 menunjukkan situasi paling buruk pada masing-masing indikator untuk mewujudkan kota toleran. Sementara angka 7 adalah paling baik atau paling toleran.

Ditegasnya, pemilihan kota paling tidak toleran didasarkan pada empat kriteria. Pertama, pemerintah kota memiliki regulasi yang kondusif bagi praktik dan promosi toleransi, baik dalam bentuk perencanaan maupun pelaksanaan. Kedua, pernyataan dan tindakan aparatur pemerintah kota kondusif bagi praktik dan promosi toleransi. Ketiga, tingkat peristiwa dan tindakan pelanggaran kebebasan beragama atau berkeyakinan rendah atau tidak ada sama sekali. Keempat, kota yang menunjukkan upaya yang cukup dalam tata keloa keberagaman indentitas keagamaan warganya.

Direktur riset Setara Institute Halili menambahkan kajian dan index‎ing dilakukan terhadap 94 kota dari 98 kota yang di tanah air dalam hal promosi dan praktik toleransi. Hasilnya 10 kota tersebut menempati peringkat 10 paling bawah.

“Tujuan pengindeksan untuk mempromosikan kota-kota yang dianggap berhasil membangun dan mengembangkan tolerasni di wilayah masing-masing. Diharapkan bisa menjadi pemicu bagi kota-kota lain untuk turut bergegas mengikuti, membangun dan mengembangkan toleransi di wilayahnya,” tutur Halili.(B1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here