Jakarta-Zonadinamika.com.Namanya adalah Abdullah dan biasa dia dipanggil Dion. Sayapun tidak tahu darimana hubungan Abdullah menjadi Dion.

Orangnya kecil, mungil dan cukup aktif di PPSU. Tidak tanggung-tanggung, dia pernah juga mengajak Pak Asisten untuk sama-sama mengangkat lumpur di tempat kerjanya.

Minggu lalu, dia membuat terobosan yang cukup menarik bagi saya. Dengan modal sendiri, dia pergi berlibur ke Singapura. Pakaian yang dia pakai pun adalah pakaian kerjanya sehari-hari, yakni dari ujung kepala sampai kaki serba warna oranye. Bahkan dia membeli kopernya pun oranye.

Dengan rasa bangga, dia pun berangkat ke bandara dengan pakaian tersebut. Cukup banyak yang memperhatikan dia. Mungkin ada yang berpikir, ini PPSU ngapain di bandara ya? Atau ada juga mungkin yang berpikir, mau kemana ni orang ya? Serba oranye lagi tetapi dia tetap percaya diri melangkahkan kakinya di antara banyak orang yang memperhatikan dia.

Tiba di bandara Changi, seperti biasa ada pemeriksaan dan juga untuk mendapatkan ijin masuk bandara, dia harus melewati imigrasi Singapura. Dan seperti orang pada umumnya dia kena random sampling. Diapun tertahan di sana selama 2 jam. Berbagai macam pertanyaan dan kopernya pun dibuka. Tapi dia tetap santai saja, karena dia berpikir bahwa dia tidak ada salah. Setelah 2 jam, diapun melangkah bebas menuju wilayah Singapura.

Tidak lupa, petugas imigrasi pun dia ajak untuk photo bareng. Bahkan di bandara Indonesia pun dia mengajak photo dengan pramugari. Tetap percaya diri.

Pada umumnya orang berwisata ke Singapura pasti diincar patung Merlion nya. Tapi jangan salah dengan teman satu ini, dia memilih untuk menginap dan fokus disekitar pinggiran saja.

Yang membuat saya salut adalah, dia tetap memakai pakaian PPSUnya walaupun dia sudah di Singapura. Dan dia pun berwisata di sana cukup menarik. Dia mengunjungi tempat pemilahan sampah, melihat tukang taman di sana bagaimana bekerja, melihat proses penopingan pohon, dan tidak lupa melihat keadaan sungai di sana. Saya pikir, dia ini membuat studi banding sendiri dan dengan biaya sendiri. Dan menurut saya itu keren dan dia mempunyai pemikiran untuk maju. Bagaimana pekerja di Singapura bekerja dan ia membandingkan nya dengan dirinta sendiri.

Saya hanya berharap, semoga banyak teman-teman PPSU meniru bagaimana dia meningkatkan personal value dirinya sendiri. Tidak mungkin seseorang bisa maju, apabila tidak dimulai dari dirinya sendiri.

Mas Dion, keren, salut. Kecamatan Cilincing bangga karenamu.

(Warman Rusmani)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here