Mengenal Sosok Dibalik Kesuksesan Sertu Slamet Babinsa Koramil 07/Maos

0
228
Sertu Slamet Babinsa Koramil 07/Maos

Pendim 0703/CiLacap | Maos – Ingin sukses terjun di bisnis peternakan bebek petelor? Sukses yang digeluti seorang Babinsa dari Koramil 07/Maos, Sertu Slamet ini mungkin bisa menjadi salah satu inspirasi. Semua orang pun sepertinya bisa melakukan karena modal sangat minim dan bisa mengantarkan anda menjadi peternak bebek petelur yang sukses.

Sertu Slamet seorang Babinsa dari Koramil 07/Maos, Kodim 0703/Cilacap, kelahiran Jl. Tambangan, Desa Glempang, RT. 01 RW. 02, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap.

Disela kesibukannya seorang Babinsa di wilayah binaannya, Sertu Slamet masih bisa menyempatkan waktu untuk mengurus peliharaannya dalam beternak bebek petelor,

yang digelutinya usaha berternak bebek petelor ini sejak tahun 2015, dan kini sudah berhasil menikmati kesuksesan.

Dengan panggilan akrab, Slamet  mengatakan, untuk sukses dibisnis bebek petelur ini tidak lah susah, yang penting kata dia seorang peternak harus senang lebih dahulu dengan bebek sehingga punya rasa memiliki terhadap bebek peliaraannya itu sendiri.

Sesuai usahanya yang mandiri, Sertu Slamet berhasil menjadi penyuplai telur bebek di wilayah  Maos bahkan banyak pelanggan yang langsung datang mengambil telor.

Bisnis usahanya hanya dimulai dari modal Rp 75.000 kali 250 ekor bebek saja kurang lebih RP. 18.750.000,-

“Sejak pertama saya memang senang dengan bebek, saya selalu senang melihat bebek,”kata Sertu Slamet kepada Pendim 0703/Cilacap, Rabu (07/02/2018). Slamet yang memang punya keluarga istri dan 2 anak ini awalnya cuma iseng-iseng membeli 250 ekor bebek seharga Rp 75 .000 per ekor, lalu ia juga membeli konsentrat, jerangkring dan dedek total seharga Rp 5.932 500,- untuk pakannya per bulannya.

Hasil tak disangka, bebek petelor peliharaannya tumbuh kembang dengan cepat, tiap pagi Slamet dan istrinya dapat mengambil telor bebeknya, 185 butir dengan harga 1.800 per butirnya.

dalam tempo 1 bulan ia berhasil memanen hasil jerih payahnya telor seharga Rp 9. 990. 000. Semenjak itu lah, ia semakin bersemangat memutar uangnya, yang akhirnya membawanya menjadi penyuplai 850 ekor bebek, per bulan di wilayah Maos dengan omset telor 29. 700.000 juta per bulan.

Ia kini sudah memiliki 3 buah kandang besar, dengan masing-masing kandan dibagi 3 petak yang berukuran 3 meter X 7 meter, dimana setiap kandang bisa menampung 70 ekor bebek. Setiap hari sekali ia memanen telor, sehingga panen telor ia bisa lakukan penjualan setiap hari dan diambil langsung oleh pelanggan.

Untuk urusan kandang dan pakan Sertu Slamet punya tips bagi yang mau memulai usaha bebek petelor, yaitu usahan disiapkan salura air di areal kandang untuk keperluan minum bebek setiap harinya, dan bebek petelor itu tidak di siapkan kolam untuk mandi.

Hal ini penting agar kondisi bebek bisa terus bersih dan tak berbau serta terus bertelor. Mengenai bau, Slamet juga punya tips jitu agar kandang bebeknya tak mengganggu tetangga sebelah, yakni air minumnya tidak tumpah ke tanah, artinya dibuatkan saluran air guna pembuangan langsung ke sungai.

Syaratnya setiap pemberian pakan pagi dan sore, ia memberikan adonan Jerangking, Kosentrat dan Dedek (Bekatul) agar kotoran bebek tak berbau.

Dari pakan tersebut juga akan meningkatkan telor bebek ( bebek selalu bertelor setiap hari).

Mengenai pakan bebek, selama ini ia hanya mengandalkan pakan bebek dari sisa makanan seperti jerangkring, yang ia dapatkan cuma-cuma. Selain itu, dedek dan kosentrat yang mudah di dapat.

“Berdasarkan pengalaman saya, bebek itu unggas yang tahan penyakit, dikasih makan apa saja mau. Tingkat kematiannya pun lebih jauh,” katanya.

Untuk tetap menjaga kesehatan bebek terhadap penyakit yang sering menimpa bebek seperti flu, ia juga punya tips ampuh untuk mengobati bebek dari flu yaitu dengan memberikan obat “Turbo” di campur dengan adonan makanan karena lebih efektif.

Ia juga menuturkan berternak bebek petelur begitu menggiurkan, khususnya di Wilayah Maos ada masyarakat yang masih berternak bebek hanya beberapa orang saja. Sementara konsep yang ia kembangkan adalah berternak bebek petelor secara total dengan tidak melepas bebek, namun dikandangkan dalam jumlah besar sehingga tingkat pertumbuhannya sangat cepat.

“Kalau saya dari hasil telor  langsung diambil oleh konsumen atau pelanggan seperti rumah makan, pengepul  dan lain-lain,” ujar Slamet

Bahkan katanya, jika dibandingkan berternak ayam petelor, dari sisi harga, harga telor bebek cenderung harga jual yang cukup bagus. Saat ini ia menjual telor bebeknya per butir RP. 1.800,-.

“Terus terang saja, saya sekarang setiap harinya selalu memanen telor,” kata Babinsa Koramil 07/Maos Sertu Slamet ini.

Lewat keuletan dan keseriusannya ini, ia kini menikmati bisnisnya yang terus berkembang. Setidaknya ia sudah mandiri membangun kandang senilai Rp 40 juta di pekarangan rumahnya, bahkan Sertu Slamet segala keperluannya seperti pakan dan lain-lain diantar untuk menopang kegiatan usahanya.

Intinya kata dia berbisnis ternak tidak lah susah, jika ada kemauan pasti bisa sukses. Untuk urusan modal, ia telah membuktikan bahwa memulai bisnis tidak melulu merogoh kantong.

“Dengan pakan bekas makanan  kita menghasilkan produksi yang tinggi. Berternak tak selamanya pakai dana besar,” tutur Sertu Slamet dalam usaha mandiri yang memiliki 850 ekor bebek. [ STY ]

 

Narasumber : Sertu Slamet, Babinsa Koramil 07/Maos, Kodim 0703/Cilacap

Penulis : Serda Sutaryo, 

Penerangan Kodim 0703/Cilacap

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here