Prodia Surabaya Menggelar Seminar Autoimune Wellness

0
185
SEMINAR; Moderator, pembicara, Penanggung Jawab PT Prodia Widyahusada Tbk Cabang Surabaya serta para Dokter memaparkan memberikan informasi Autoimun di Gedung Graha Prodia Surabaya, Sabtu (14/07).

Surabaya – zonadinamika.com. Prodia Surabaya mengagendakan Seminar Nasional yang digelar di Gedung Graha Prodia Lt.9, Jalan Diponegoro, Kemarin, Sabtu (14/7/2018). Dalam seminar ini menghadirkan moderator dr. Desy dan pembicara yang akan memaparkan patofisiologi, jenis-jenis autoimun, faktor risiko, diagnosis pencegahan dan pengelolaan (termasuk nutrisi) yakni dr. Awalia, SpPD-KR., FINASIM dan Dr. dr. Gatot Soegiarto, Sp.PD-KAI serta dr. Endang Retnowati, MS, SpPK(K) sebagai Dokter Penanggung Jawab PT Prodia Widyahusada Tbk Cabang Surabaya yang memaparkan seputar peran biomarker dalam penegakan diagnosis autoimun serta pemeriksaan pendukung.

Autoimun merupakan penyakit akibat gangguan sistem imun yang ditandai dengan reaktivitasi sistem imun baik sel T maupun sel B (autoantibodi) melawan sel tubuh sendiri (autoantigen).

Penyakit autoimun yang sering ditemukan seperti Systemic Lupus Erythematosus (SLE) atau yang umum dikenai dengan penyakit lupus dengan angka kejadian LSE di Indonesia sebesar 0,5% dari total populasi penduduk Indonesia.

Penyakit autoimun penyebabnya multifaktorial dan gejalanya pun tidak khas, akibatnya penyakit autoimun ini tidak mudah dikenali, sehingga seringkali memerlukan pemeriksaan Iaboratorium untuk menegakkan diagnosisnya.

Jumlah dokter ahli penyakit autoimun pun belum banyak di Indonesia, sehingga seringkali ketika dirujuk sudah parah karena tidak dikenali sejak dini.

Mencermati hal itu, Prodia sebagai laboratorium klinik yang menjadi ”centre of excellence” bagi para mitra kerja, salah satunya para dokter di Indonesia, mengadakan sharing informasi dalam bentuk seminar nasional di 18 kota besar di Indonesia.

Dalam seminar nasional ini juga memaparkan terkait biaya retribusi, tarifnya yakni:

▪ ANA IF 737,000 

▪ ANA profile 1,160,000 

▪ Ganti-dsDNA 602,000 

▪ ASMA AMA IF 1,235,000 

▪ Panel ProALD 1,900,000  

▪  AMA M2 850,000

▪ Vit D 396,000 

dr.Awalia, SpPD-KR., FINASIM mengatakan, penting bagi kita untuk meng-update informasi terkait penyakit autoimun kepada rekan-rekan dokter, agar para dokter dapat melakukan diagnosis dan tatalaksana yang tepat bagi pasien yang bergejala.

”Penelitian terkait penyakit autoimun memang jarang, karena jenis penyakit autoimun sendiri ada 80 jenis,” ujarnya.

“Oleh karena itu sangat penting bagi para dokter untuk mendapatkan update informasi, agar para dokter dapat mengenali gejala penyakit autoimun, memilih sarana penunjang diagnosis yang sesuai, dan melakukan tindakan medis yang tepat bagi pasien yang bergejala maupun yang sudah mengalami autoimun,” jelasnya.

Dr. dr. Gatot Soegiarto, SpPD-KAI juga mengungkapkan, penting bagi para dokter untuk mendapatkan informasi terbaru terhadap penyakit autoimun ini, karena pasien yang datang ke dokter spesialis umumnya kondisinya sudah parah dan cukup mengkhawatirkan.

”Pasien yang datang ke spesialis banyak yang sudah dalam kondisi parah, mungkin karena penyakitnya tidak terdiagnosis saat masih dini,” ungkapnya.

“Oleh karena itu penting sekali bagi para dokter untuk mengetahui lebih banyak informasi tentang penyakit autoimun ini,” lanjutnya.

“Di sisi lain, banyak kondisi penyakit yang tidak spesifik tetapi sudah divonis sebagai penyakit autoimun. Tentu saja hal itu bisa menimbulkan keresahan atau kecemasan pada pasien serta masyarakat,” pungkasnya.

Di indonesia prevalensi defisiensi vitamin D pada wanita berusia 45-55 tahun adalah sekitar 50%. Penelitian di indonesia dan Malaysia menemukan defisiensi vitamin D sebesar 63% terjadi pada wanita usia 18-40 tahun, Sedangkan penelitian. pada anak 1-12,9 tahun. ditemukan 45% anak mengaiami insufisiensi vitamin D.

dr. Endang Retnowati, MS, SpPK(K)  mengatakan Prodia menyediakan pemeriksaan-pemeriksaan laboratorium yang dapat menunjang diagnosis para dokter terhadap penyakit autoimun ini. “Prodia menyediakan pemeriksaan ANA lF, ANA profile, ANTI dsDNA NcX, ProALD, AMA M2, yang dapat dimanfaatkan para dokter untuk menunjang diagnosis penyakit autoimun. Pemeriksaan lanjutan terkait jenis-jenis autoimun itu sendiri pun tersedia, misalnya saja AIH untuk autoimun hepatitis; Laju Endap Darah (LED), ANA, antibodi. Spesifik seperti:

Antitopoisomerase-1 (anti-scl-70) dan Anticentromere antibody (ACA) serta urinaiisis, untuk diagnosis sklerodema, dan masih banyak lagi. Prodia juga menyediakan pemeriksaan Vitamin D-25 OH Total untuk menilai kecukupan vitamin D dalam tubuh.” terangnya.

Regional Head PT Prodia Widyahusada Tbk Jawa Bali Nusra Sriwoeian menyatakan bahwa seminar nasionail ini rutin dilakukan dengan para dokter untuk memfasilitasi para dokter di seluruh Indonesia terkait informasi ter-update seputar penyakit, gejala, diagnosis, hingga pengobatannya.

“Melalui seminar nasional bersama para dokter ini, Prodia ingin memfasilitasi para dokter yang ada di seluruh Indonesia untuk mendapatkan informasi terkait penyakit ter-update ataupun penyakit yang angka kejadiannya cukup banyak, tetapi belum menjadi perhatian. Mulai dari bagaimana gejala penyakit tersebut, seperti apa penanganan yang tepat, dan seberapa berbahaya penyakit tersebut.

Tema-tema yang dipilih Prodia juga akan disesuaikan dengan apa yang dibutuhkan para dokter untuk diketahui lebih dalam,” ungkap Sriwoelan.

Lebih lanjut Sriwoeian mengungkapkan, sebagai laboratorium klinik pertama yang mengusung Next Generation Medicine, serta gencar dalam edukasi P4 medicine, yang salah satu di antaranya adalah preventive medicine, Prodia merasa perlu turut andil untuk melakukan tindakan maupun kegiatan yang mendukung terwujudnya tindakan pereventif di tengah masyarakat.

”Saat ini tindakan preventif itu perlu dilakukan oleh kita masyarakat umum agar dapat terhindar dari risiko terburuk sebuah penyakit. Agar masyarakat bisa meiakukan tindakan preventif sejak dini, diperlukan informasi dan iuga semacam ajakaii dafi para dokter kepada pasien ataupun instansi kesehatan seperti kami, Prodia, kepada para pelanggan, agar kita mulai membiasakan diri untuk melakukan tindakan preventif terhadap penyakit,” tambah Sriwoelan. (dms)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here