GO-JEK Berbagi Kunci Sukses Bisnis di Revolusi Industri 4.0

0
128

Surabaya – zonadinamika.com. Dunia industri kini tengah memasuki era baru yang disebut revolusi industri 4.0, salah satunya ditandai dengan perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat. Kebutuhan masyarakat modern yang semakin kompleks menjadikan para pelaku industri kini terpacu untuk terus berinovasi dan menciptakan ekosistem yang tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan, tapi juga bisa menekan angka pengangguran dengan menciptakan kesempatan kerja yang lebih luas bagi masyarakat.

Sama halnya dengan GO-JEK yang berawal dari sebuah inovasi digital untuk mengembangkan ekosistem ekonomi kerakyatan, kini GO-JEK telah berhasil menghubungkan pengguna dengan lebih dari 1 juta mitra driver, lebih dari 250 ribu merchant, serta lebih dari 30 ribu penyedia layanan lainnya.

“Supaya bisa sukses dalam era revolusi industri 4.0, ada tiga kunci utama yang harus dimiliki. Pertama, ubah persepsi dari mengapa harus bisa menjadi kenapa tidak bisa dilakukan. Kedua, berani mencoba berbagai macam hal yang berfokus pada keunggulan diri, dan yang terakhir adalah ciptakan inovasi yang punya dampak,” ujar Astrid Kusumawardhani – VP Public Affairs GO-JEK saat hadir dalam acara Seminar Inspirative Leaders Forum yang diselenggarakan dalam rangka Dies Natalis Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga hari ini.

Melihat hasil survey dari Lembaga Demografi FEB Universitas Indonesia (LD FEB UI) tahun 2017, GO-JEK telah memberikan kontribusi sebesar Rp 8,2 triliun terhadap perekonomian Indonesia yang disumbangkan melalui penghasilan mitra pengemudi dan Rp 1,7 triliun yang disumbangkan melalui penghasilan mitra Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Di Surabaya sendiri, riset LD FEB UI menunjukkan bahwa GO-JEK berkontribusi Rp 192 milyar per tahun melalui penghasilan pengemudi, dan Rp 49 milyar per tahun ke dalam perekonomian Surabaya melalui penghasilan Mitra UMKM. GO-JEK juga telah menciptakan kesempatan kerja yang mendukung pemanfaatan bonus demografi dan mengurangi tekanan pada pengangguran terdidik.

Astrid menambahkan, tantangan yang perlu diselesaikan tidak perlu dicari. “Yang perlu kita lakukan adalah, jeli untuk melihat tantangan itu. Tapi jangan hanya jeli melihat tantangan, jeli juga mencari solusi dari tantangan tersebut. Seperti, salah satu tantangan UMKM terkait pasar yang terbatas. Untuk membantu mengatasinya, GO-JEK melalui GO-FOOD membantu UMKM untuk memperluas pasar hingga 25 KM dari tempat mereka berjualan.”

Dalam seminar yang bertema “Innovation and Transformation in the 4th Industrial Evolution” ini, hadir pula Azrul Ananda – CEO Persebaya yang menyampaikan pesan melalui rekaman video, Prof. Dr. Dian Agustia, SE., M.si., Ak., – Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, Widjayanto Djaenudin – Head of TCASH Micro, Iwan Agung Firstantara – Dirut PT. PJB, Muhammad Faisal Jazuli – Senior Vice President IT Solution & Security Division PT. BNI (Persero) Tbk., serta Wakil Rektor Universitas Airlangga II, Dr. Muhammad Madyan, SE., sebagai keynote speaker yang juga turut berbagi ilmu dan pengalaman dalam membangun serta mempertahankan bisnis di hadapan para dosen dan mahasiswa Universitas Airlangga.

Seminar tersebut banyak membahas mengenai pemanfaatan sumber daya manusia untuk meningkatkan daya saing bangsa di era revolusi industri 4.0. Universitas sebagai institusi pendidikan punya peran dalam mencetak generasi penerus yang siap bersaing dan menjadi penggerak ekonomi kerakyatan.

Astrid juga memaparkan sebagai penyedia layanan on-demand terlengkap, GO-JEK memiliki misi untuk memberikan dampak sosial yang semaksimal mungkin kepada masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

“Di GO-JEK kami percaya bahwa individu dapat melakukan lebih dari apa yang dia lakukan sekarang, kalau diberikan kesempatan. Jadi kesempatan ini merupakan faktor yang sangat penting. Karena, walaupun individu tersebut bisa, semuanya sia-sia kalau seandainya kesempatan itu tidak ada. Jadi, kami di GO-JEK berusaha memberikan kesempatan kepada masyarakat Indonesia untuk mengakses hal-hal yang sebelumnya tidak bisa mereka akses, seperti peluang tambahan penghasilan,” kata Astrid.

Hingga saat ini, GO-JEK telah memberikan dampak sosial ekonomi yang signifikan di 144 kota dan kabupaten di Indonesia. “Melalui solusi teknologi yang ditawarkan, kami berharap dapat menciptakan lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk bisa meningkatkan perekonomian lokal dan merasakan kemudahan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” tutup Astrid. (intan/dms)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here