Kab Agam-Zonadinamika.com.Demi keuangan yang berkuasa, Pengadilan Negeri Lubuk Basung Kab Agam vonis bebas  terdakwa oknum Datuak Sirajo Nan Labiah, pemerkosa  anak dibawah Umur, terdakwa di vonis bebas atas pertimbangan Hakim,  ketika  terjadi pemerkosaan tidak ada saksi  yang melihat langsung ,  diduga kuat Hakim yang menyidangkan perkara ini menerima uang uang haram alias  pitih suap. Sehinga hati nuraninya tidak berpungsi lagi.

Jaksa Penuntut Umum ( JPU ) ketika di konfirmasi melalui sambungan selulernya, membenarkan terdakwa di vonis bebas, terdakwa dibebaskan  lantaran  tidak ada saksi yang melihat langsung ketika terjadi  pemerkosaan itu,  selain itu terdakwa melalui kuasa hukumnya mengatakan, bahwa semua yang dituduhkan kepada terdakwa tidak diakuinya, dia mengatakan dirinya telah di fitnah, atas dasar itulah hakim membebaskan terdakwa, namun walaupun terdakwa divonis bebas di pengadilan Negeri Lubuk Basung, pihak  JPU tetap melakukan upaya Hukum lanjutan, yaitu  kasasi ke Makamah Agung ujarnya.

Korban pencabulan adalah  pembantunya sendiri. Sebut saja nama Upik  (15 )  Th.warga Plamboyan Kab agam, korban pelampiasan Nafsu bejat oknum datuak sirajo Nan Labiah, mengaku dibawah ancaman  diperkosa sampai tiga kali di hari yang berbeda,kejadian biadap itu  terjadi di rumah oknum datuak sirajo nan labiah  Jorong Katapiang Nagari Lawang Kec Matur Kab Agam. .

Menurut pengakuan korban, pemerkosaan tersebut awalnya terjadi ketika  istri terdakwa  berangkat kerja ke PUSKESMAS Matur, , usai korban mandi pagi, terdakwa  langsung di perintah oleh terdakwa  membersihkan kamar tidurnya, disaat itulah korban di suruh oleh sidatuak cabul menonton Filem tak senonoh di leptopnya,dengan berbisik dia ( Datuak Cabul Red ) langsung merangkul badan korban  dan mengatakan kepada korban, kalau kita lakukan seperti di filem itu kita akan sehat dan awet muda dan  terhindar dari  penyakit,

 Di bawah ancaman mahkota korban di rengut secara paksa oleh terdakwa, korban sempat berontak namun tangannya  langsung menutup mulut korban, sehinga terdakwa leluasa melampiaskan Nafsu bejatnya,dengan keadaan terpaksa korban pasrah tetapi tidak rela.demikian pengakuan korban ke Tim RN beberapa bulan yang lalu

 Tak tahan jadi pelampiasan nafsu bejat terdakwa,korban melarikan diri dari rumah terdakwa,  kejadian tersebut disampaikanya kepada kakaknya melalui sambungan seluler, kemudian kakak korban memberitahu kepada orang tuanya, bahwa adeknya telah jadi korban pemerkosaan, Tak terima anaknya di perkosa,  orang tua korban Janahar 54 Th melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Matur, 24 April 2018, dengan No LP polisi 10/IV/18.selanjtnya  korban dibawa  orang tuanya kerumah sakit Mukhtar di kota bukit tinggi untuk divisum, menurut pengakuan pihak rumah sakit kepada orang tua korban, selaput kemaluan anaknya robek akibat dihantam benda tumpul.

Sementara itu keluarga korban sangat kecewa  atas vonis bebas terdakwa. Pasalnya dari awal sudah terlihat aroma tidak baik  penaganan perkara ini di polsek Matur, menurut penyidik polsek matur, pelaku tidak mengakui perbuatannya,  padahal ketika di pertemukan terdakwa  dengan anak saya (korban)  di ruangan penyidik, anak saya langsung mengamuk dan menunjuk pakai tangannya  kearah terdakwa  sambil mengatakan, iko paja anjiaxx tu aa,  yang telah mencukur rambut anu saya, dan memperkosa awak pak,ucap orang tua korban menirukan kata anaknya ,selang  beberapa minggu kemudin , perkara ini mulai heboh  di media masa, akhirnya perkara ini diambil alih oleh Polres Agam.kemudian  pelaku ditetapkan tersangka oleh penyidik Polres Agam,  dan dilakukan penahan,Sampai Perkara ini bergulir ke Pengadilan,

 Namun sayangnya pihak pengadilan negeri Lubuk basung  Kab Agan memonis bebas terdakwa, saya sangat kecewa atas putusan hakim ujar orang tua korban, tidak mungkin anak saya  memberikan keterangan Palsu di hadapan penyidik polsek matur apakah visum dari rumah sakit mukhtar bukit tinggi tidak jadi pertimbangan oleh Hakim yang menyidangkan perkara ini ujar orang tua korban penuh rasa kecewa, kini orang tua korban berharap kepada pembawa keadilan agar kami sebagai masyrakat yang tidak mengerti dengan Hukum melalui kasasi ke Makamah Agung agar Hakim Makamah Agung memonis tersangka sesuai aturan yang berlaku.

Terkait vonis bebas terdakawa pemerkosaan anak di bawah umur, oknum datuak sirajo Nan Labiah saat di hubungi selulernya, hanya mengatakan perkara ini saya di larang pengacara saya untuk memberikan keterangan, silahkan anda hubungi Kuasa Hukum saya  sambil memutuskan sambungan selulernya.

Sedaangkan pihak pengadilan Negeri Lubuk Basung  yang memonis bebas terdakwa sampai saat ini belum dapat di konfirmasi, termasuk pihak Makamah Agung belum bemberikan jawaban atas surat kanfirmasi yang di layangkan oleh Tim RN terkait Vonis bebas terdakwa oknum Datuak Sirajo Nan Labiah diduga perkosa anak di bawah umur. ( Tim Zd ) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here