Cikarang, Zonadinamika.com
Pusaran suap perijinan properti terbesar di kawasan cikarang selatan yang menyeret bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin beserta sejumlah pejabat eselon II dan III di lingkungan pemerintah daerah kabupaten Bekasi semakin membuka pintu bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk terus menyasar pihak-pihak lain yang diduga turut menikmati hasil gratifikasi senilai 13milyar tersebut.

Hal ini terlihat dengan kedatangan tim penyidik antirasuah melakukan penggeledahan ruangan kerja kepala Dinas, ruangan kepala bidang dan ruang pelayanan kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Atap (DPMPTSP), rabu (17/10).

Dari pantauan awak media, berbagai berkas di kantor DPMPTSP satu persatu diteliti penyidik KPK yang dikawal sejumlah anggota kepolisian untuk mencari dokumen yang dianggap berkaitan dengan proses perijinan mega proyek Lipo group tersebut.

Menurut Sutrisno anggota polisi yang mengawal rombongan KPK mengatakan rombongan penyidik KPK mengendarai empat mobil, ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari penyidik KPK terkait hasil penggeledahan, karena diperkirakan tim belum menemukan dokumen yang dicari. (FIK_N )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here