Karawang – Zonadinamika.com. “Saya mengapresisai atas reaksi polres karawang dalam menyikapi akan informasi  bisnis esek-esek yang mulai menjamur di Karawang, kita tahu bisnis esek-esek ini cukup membayakan dan memalukan, bisa-bisa pelaku juga nekat membisniskan anak dan istri demi mendapatkan uang, dan kejadian seperti ini pun kerap kali dengar dalam berita, bahwa suami jual istri, dan istri jual anak gadisnya demi uang atau membayar utang, sedih mendegar berita-berita begitu” kata H.Marjuni,SH selaku ketua Umum LSM Gempar Peduli Rakyat Indonesia pada wartawan di kediamanya tadi siang.

Prostitusi online melalui media sosial facebooktwitter, dan lainnya cukup marak yang kini mulai melanda karawang dan Polres Karawang pun mendalami maraknya prostitusi daring (online) melalui jejaring media sosial Facebook dan Twitter di wilayah Karawang.

“Kami akan mendalami terlebih dahulu kebenaran prostitusi daring melalui media sosial itu,” kata Kapolres Karawang AKBP Slamet Waloya, Sabtu (13/10/2018) lalu.

Dari informasi dan penelusuran, prostitusi daring melalui jejaring media sosial Facebook terlihat dalam sebuah grup Facebook “Cewe karawang”.

Grup Facebook yang isinya terdapat beberapa transaksi seks itu beranggotakan lebih dari 2.500 orang. Di dalam grup ada sejumlah promosi perempuan panggilan dengan istilah “BO alias open booking”.

Setiap perempuan panggilan yang promosi, menyertakan foto seksi, tarif pesanan. Bahkan, perempuan panggilan itu menyertakan nomor WhatsApp.

Sedangkan di Twitter, setiap perempuan panggilan menyertakan foto seksi disertai nomor WhatsApp dan tarif pesanan. Transaksi prostitusi daring di twitter ini cenderung lebih terbuka, karena perempuan itu langsung mempromosikan melalui akun twitternya.

Tak hanya prostitusi daring, pihak kepolisian setempat juga akan mendalami maraknya perkumpulan gay Karawang yang tergabung dalam grup Facebook.

Di antara perkumpulan gay Karawang dalam media sosial itu, mereka tergabung dalam grup publik ‘Gay karawang – Cikarang Under 25 age”. Grup kelompok gay ini beranggotakan lebih dari 3.000 orang.

Selain itu, ada pula grup publik “Gay Kosambi klari” yang anggota grup-nya tercatat lebih dari 700 orang serta ada juga fanspage “Gay Karawang Johar”.

“Kami sudah mendapatkan informasi terkait maraknya perkumpulan gaymelalui jejaring media sosial. Saat ini masih didalami,” kata Slamet.

Marjuni yang juga calon legislatif DPRD Karawang Dapil 6, No.urut 1, Karawang Timur,Ciampel,Klari,Purwasari,Majalaya dari Partai BERKARYA ini, juga menekan agar membantu pihak kepolisian dalam mengungkap prostitusi online ini.”Saya perintahkan semua jajaran GPRI agar turut serta bantu kepolisian untuk membongkar praktek prostitusi.

Dan bila menemukan di facebook yang mencurigakan soal prostitusi agar GPRI mengawal dan melaporkan pada pihak berwajib, kita harus paham, kasus seperti ini bisa-bisa menjerat anak gadis diawah umur atau gadis polos, maka hal seperti ini tidak bisa di biarkan” tegas Arjun. (Ki Ageng Tiger)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here