Surabaya –zonadinamika.com. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai berhasil menggagalkan upaya penyelundupan impor dan peredaran barang kena cukai ilegal yakni sekitar 50.664 botol Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) ilegal dan 30 juta batang rokok berbagai merk luar negeri tanpa cukai.

Barang ilegal tersebut datang dari Singapura melalui jalur laut menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta kemudian Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Barang ilegal tersebut diketahui diimpor oleh importir PT. Golden Indah Pratama. Untuk mengelabui petugas, importir menyamarkan isi kontainer sebagai benang poliester sebanyak 780 packages. Modus tersebut, memanfaatkan jalur hijau diketahui minim pemeriksaan seperti dari Singapura menuju ke Pelabuhan Tanjung Priok lalu ke Pelabuhan Tanjung Perak.

Menteri yang pernah menjabat sebagai Kepala Bappenas era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini pun memberikan ucapan terima kasih serta apresiasinya kepada lembaga instansi tersebut.

Instansi yang dimaksud adalah TNI, kepolisian, Kejaksaan lalu KPK, PPATK dan Kemendag RI serta Pemda.

“(Telah digagalkan) penyelundupan tiga kontainer berisi 60.664 botol minuman keras. Hari ini kita juga akan saksikan pemusnahan dari 30 juta batang rokok ilegal di Jawa Timur. Meskipun yang kita musnahkan adalah 16,8 juta (batang rokok),” terang Menkeu Sri Mulyani di Tempat Pemeriksaan Barang atau CFS milik PT Terminal Peti Kemas (TPS) Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kamis (2/8/2018).

Instansi yang dimaksud adalah TNI, Kepolisian, Kejaksaan lalu KPK, PPATK, dan Kemendag RI serta Pemda.

“Kami sudah lakukan targeting terhadap tiga kontainer itu. Setelah kami periksa ternyata isi konteiner tidak sesuai dengan nama barang pada surat keterangan kepabeanan,” jelas Heru Pambudi Dirjen Bea dan Cukai saat menggelar konferensi pers di PT Terminal Peti Kemas Surabaya, Kamis, (02/08).

Heru menambahkan, total barang ilegal yang diamankan tersebut mencapai 27 milyar rupiah. Sementara potensi kerugian negara yang timbul dari tidak terpenuhinya pemenuhan pembayaran pajak mencapai lebih dari Rp 57,7 milyar. Terdiri dari bea masuk Rp 40,5 milyar, PPN Rp 6,7 milyar, PPh Rp 5,1 milyar, dan cukai Rp 5,4 milyar.

“Sudah dilakukan penyegelan atas barang-barang tersebut, karena terbukti telah melakukan pelanggaran. Dimana jumlah dan jenis barang tidak sesuai dengan apa yang tertera di dokumen pemberitahuan kepabeanan,” tambahnya.

Untuk diketahui, pemusnahan barang bukti ini dilakukan dengan cara dihancurkan menggunakan alat penghancur yang telah disediakan. Saat sesi penghancuran, sambil dipertontonkan tiga kontainer yang berisi produk ilegal itu kepada awak media. Pemusnahan tidak hanya dilakukan di dermaga PT Terminal Peti Kemas saja, beberapa batang rokok juga akan dimusnahkan di Sidoarjo dan Pasuruan.

“Penindakan terhadap importir beresiko tinggi ini dilakukan bersama instansi lain yang sangat penting dan tidak mungkin dilakukan oleh bea cukai sendiri,” lanjut Sri Mulyani. (dms)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here