Polrestabes Surabaya mengamankan Peredaran Pil Koplo 4,8 juta Butir

0
125
Konferensi pers pengamanan sekitar 4,8 juta pil koplo di Mapolrestabes Surabaya, kemarin, Senin (23/04/2018)
Surabaya –zonadinamika.com. Polrestabes Surabaya berhasil mengamankan sekitar 4,8 juta Pil Double L atau pil koplo. Barang haram ini ditemukan di Surabaya dari hasil pengembangan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya bersama anggota Opsnal Polsek Tegalsari. Peredaran jutaan butir pil koplo itu ditemukan melalui ekspedisi kereta api.
Dari pengungkapan kasus ini, Polrestabes Surabaya mengamankan 6 tersangka diantaranya, Tedy (24), Steven (34), Edo (25) yang ketiganya berasal dari Jakarta. Juga Alimin (47), Endri (34), dan M. Taufiq (25) yang berasal dari Surabaya.

Kombes Pol Rudi Setiawan Kapolrestabes Surabaya mengatakan berawal dari, ada beberapa kejadian yang ada di Surabaya, ada yang mengkonsumsi pil koplo. “Dari sana, kami sepakat untuk memberantas pil koplo. Karena kasus ini di Surabaya, cukup masif. Pil koplo ini masuk ke Surabaya, berawal dari pabriknya di Jabar. Kemudian ke Jakarta, dikirim ke Surabaya, lalu disebar ke beberapa kota atau kabupaten di Jatim,” kata Rudi, Senin (23/4/2018).

Dari pengakuan tersangka, peredaran pil koplo di area Jatim ini sudah berlangsung selama empat tahun. Mereka, kata Rudi, merupakan bandar-bandar besar, yang sering mengirim jutaan pil koplo itu melalui ekspedisi. Tidak hanya dijual per paket, para tersangka juga kerap kali menjualnya secara eceran, per bungkus berisi 10 pil dan menjajakannya ke berbagai kalangan.

“Dari Jakarta untungnya 1,5 juta, naik lagi 5 juta , naik lagi 10 juta hingga 30 juta rupiah. Saat ini dipasaran langka, satu dos bisa untung 50 juta rupiah,” rincinya.

Bahkan untuk mengelabui petugas, lanjut Rudi, para pelaku sengaja memanipulasi kemasan pil koplo dengan memberikan label Vitamin B dan Vitamin C yang seolah-olah itu adalah obat biasa yang sering dijual di apotik. Padahal, kata Rudi, dampak dari pil tersebut sangat berbahaya karena lebih dari narkotika.

“Kasus ini akan terus dikembangkan. Karena masih ada beberapa orang yang masuk dalam pencarian orang. Mudah-mudahan kami bisa menangkap lainnya,” tambahnya.

Dari tangan enam tersangka, polisi berhasil mengamankan sekitar 49 dus berisi jutaan butir pil koplo, seharga sekitar Rp2,25 miliar. Pengungkapan jutaan pil koplo disaksikan langsung oleh Tri Rismaharini Walikota Surabaya, Kepala BNN Kota Surabaya dan Provinsi, dan BPOM Surabaya.

Dari penutupan Press Conference di Mapolrestabes Surabaya, Tri Rismaharini Walikota Surabaya memberikan penghargaan berupa piagam kepada Kapolrestabes Surabaya dan Anggota Polsek Tegalsari Surabaya atas pengungkapan kasus peredaran pil koplo. (dms)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here