Menjelang Ramadhan, Mendagri Kunker Ke Kantor Bulog Drive Jatim

0
143
Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita saat usai Rakor di Kantor Bulog Drive Jatim.

Surabaya – zonadinamika.com. Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita kunjungan ke Kantor Bulog Drive Jatim. Dalam kunjungan tersebut sambil rapat koordinasi (Rakor) membahas stabilisasi harga pangan dan ketersediaan pangan menjelang bulan suci Ramadhan dan Lebaran Idhul Fitri.

Dikatakan bulan itu yang menjadi sorotan akan berdampak pada besarnya inflasi secara nasional. Sayangnya, kegiatan Rakor yang digelar video conference di Bulog Drive Jatim tertutup bagi awak media.

Dalam rakor tersebut dihadiri pejabat lainnya yakni Dirut Perum Bulog Djarot Kusumayakti, PLT Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (Dirjen PKTN) Kementerian Perdagangan Sri Agustina, Dirjen perdagangan dalam negeri Kementerian Perdagangan Tjahya Widayanti, Perwakilan Kepolisian oleh Kasubdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Rama Saputra dan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Jatim Dr Fatah Yasin serta berbagai pejabat daerah.

Terkait dengan harga pokok terutama harga beras, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengklaim akan terkendali.

“Harga beras semua sudah menyatakan sesuai dengan HET (Harga Eceran Tertinggi), bahkan di Aceh, Sulawesi Selatan, Jambi itu dibawah HET. Ada yang sedikit diatas HET, tapi mereka akan menyesuaikan dengan HET,” jelas Enggartiasto di Kantor Divre Bulog Jatim, Kamis (19/4/2018).

Harga terkendali akibat stok beras cukup tersedia di pasaran. “Masyarakat tak usah khawatir, insyaallah menjelang Ramadhan 2018 ini akan aman,” ujarnya.

Ia menambahkan, Satgas Pangan Pemerintah telah lama dibentuk untuk memberantas pelaku kartel yang selalu mengakibatkan instabilitas harga pangan disetiap menjelang hari besar di Indonesia. “Ada Satgas, kartel akan kita tangkapi saja biar aman,” tegas enggar.

Lain halnya dengan Djarot Kusumayakti, Direktur utama Perum Bulog menyoroti Beras Sejahterah (Rastra) untuk Bantuan Sosial (Bansos) masyarakat miskin dengan kualitas dan kwantitas buruk atau tak laik konsums. Jika masih ditemukannya dan diketahui ada pejabat dengan sengaja tetap menyalurkan Rastra tak laik konsumsi akan memberikan sanksi berupa penurunan jabatan.

“Kalau sampai ada penyaluran Bansos Rastra dibawah kualitas, maka kamu (pejabat) semua akan menanggung dosa di akhirat karena telah mendzalimi. Nanti ada sanksi, mulai dari teguran tertulis tertinggi bisa penurunan pangkat (penurunan jabatan),” cetus Djarot usai mengikuti Rakor Stabilisasi harga pangan bersama Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (dms)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here