Labuhanbatu.zonadinamika.com.Sebanyak 52 orang pekerja Buruh Harian Lepas (BHL) yang tergabung dalam Forum Solidaritas Masyarakat Pantai Labuhanbatu (FOSO-MAPALA) mengundang manejemen PTPN 4 Unit Ajamu terkait pengangkatan BHL diperkebunan milik negara itu, Kamis (3/1) di ruang pertemuan desa Teluk Sentosa.

Sebelumnya, PTPN 4 yang diwakili Genderal Manejer (GM) Distrik 4 Edi Usman bersama FOSO MAPALA melakukan dialog berkaitan dengan kepedulian perusahaan terhadap lingkungan sosial di kecamatan Panai hulu yang dituangkan dalam notulenisasi yang ditandatangani GM Distrik 4, Manejer Unit Perkebunan Ajamu, dan pengurus FOSO MAPALA.

Termasuk didalamnya kesepakatan pengangkatan BHL menjadi karyawan sebanyak 35 orang. Namun, belakangan manejemen PTPN 4 membatalkan pengangkatan BHL yang sudah mengabdi 5 tahunan di perusahaan negara itu.

Menurut Humas PTPN 4 Unit Perkebunan Ajamu Nur Panca Sitorus yang mewakili Manejer yang mengikuti rapat di distrik,  Dikarenakan ada perubahan di holding sehingga terjadi perubahan penerimaan karyawan di seluruh Indonesia. Akibat Perubahan itu, membuat kebutuhan karyawan di ajamu turut berubah.

“Ditahun 2019 tidak membutuhkan karyawan  secara administrasi. Mungkin 2020 baru ada penerimaan karyawan.”sebutnya saat menjelaskan gagalnya pengangkatan BHL menjadi karyawan dihadapan BHL dan Pengurus FOSO-MAPALA.

Sementara perwakilan pekerja BHL Purwanto menjelaskan bahwa para pekerja sempat dilakukan test lapangan dan interview pada bulan Februari 2018 lalu yang di ikuti 59 orang dari 5 Afd yang ada di unit Ajamu.

“Kami sangat berharap diangkat menjadi karyawan, berbulan-bulan kami menunggu kelanjutan seleksi, tapi terkesan dihentikan”ujarnya.

Pertemuan pekerja BHL dengan pihak perusaan yang di fasilitasi FOSO MAPALA sempat menegang. Pasalnya, Ketua FOSO MAPALA Zainuddin merasa tidak menerima alasan Humas Kebun Ajamu terkait gagalnya pengangkatan BHL menjadi karyawan.

Zainuddin mengultimatum manejemen unit Ajamu supaya menghadirkan Direksi paling lama tanggal 10 Januari untuk hadir berdialog langsung terkait nasib pekerja BHL tersebut. Bila tidak FOSO MAPALA akan mengambil langkah tegas menyikapi permasalahan itu.

Selain dihadiri pekerja BHL, pengurus FOSO MAPALA, pihak Manejemen PTPN 4 Unit Perkebunan Ajamu, juga terlihat dihadiri Muspika kecamatan Panaihulu. (Fadhly).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here