Deden Darmansyah Desak BBWSC dan PT. BRP Jangan Berhenti Tangani Proyek Sipon

0
367

Karawang-Zonadinamika.com.Deden Darmansyah Tokoh masyarakat Cikampek merasa kwatir pada wilayah Dawuan sekitarnya akan kenah musibah banjir pasca jebolnya sipon beberapa bulan lalu, memperhatikan kondisi sipon yang saat ini masih cukup memprihatinkan dan lambanya pihak pemerintah melakukan penanganan, bahkan PT. Basuki Rahmanta Putra selaku pihak kontraktor pelakasana dalam perbaikan sipon tersebut terlihat istrahat Full tanpa diketahui penyebabnya.

Menjelang musim penghujan sudah mulai dekat,dan faktor utama yang selama ini menggenangi perum BMI dan secara khusus dawuan adalah karena fungsi sipon yang kurang maksimal, dan diperparah setelah terjadinya bencana longsor sekitar bulan Januari 2018 lalu.

Lambanya pihak pemerintah ambil langkah untuk menuntaskan bencana jebol pada tanggul irigasi sipon Cikaranggeram yang berada di perbatasan Desa Dawuan Barat dengan Dawuan Tengah tepatnya di BTT 11 A Kecamatan Cikampek jembol, dan otomatis warga yang ada di lingkungan sekitar merasa was-was, warga BMI dan Dawuan Sekitarnya.

Lebih jauh tokoh masyarakat Cikampek yang juga mantan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat H Deden Darmansah menyampaikan, yang menjadi persoalan klasik warga Cikampek adalah masih tersumbatnya gorong-gorong di bawah Tarum Timur yang melintasi Cikampek.

”Jebolnya tanggul Tarum Timur Cikarangggelam sebenarnya karena permasalahan klasik yang tidak tuntas-tuntas,ditambah penanganan saat ini benar-benar lemot, bahkan terlihat pihak BBWSC lebih condong melakukan pengerukan badan sungai ketimbang pengejar perbaikan sipon, hal ini benar-benar cukup mengkhawatirkan banyak warga yang terancam banjir bila pihak BBWSC dan kontraktor tidak segerah melanjutkan perbaikan.

Oleh karena itu, pihak pemerintah di minta jangan tidur dan ambil langkah cepat dan jangan biarkan pihak kontraktor berhenti sampai berbulan bulan dan seakan membiarkan kondisi sipon berantakan, sebab yang menjadi korban nantinya adalah masyarakat yang bermukim sekitar sipon, dan yang sudah bertahun tahun menjadi langganan banjir karena pengaruh sipon yang sudaj cukup memprihatinkan, tegas Deden.

Hal yang sama juga di harapkan ketua RT 007 Blok C8 Bapak Tohari, memintah pada pihak pemerintah jangan berleha leha dalam menangani perbaikan sipon . “Saya perhatikan hampir dua bulan ini, pihak kontraktor tidak bekerja khsusnya di mulut sipon, sementara beco dan material lainya, mesin penyedot air terbungkus rapi oleh terpal, itu artinya mesinya mereka berhenti melakukan pekerjaan dalam waktu yang tidak bisa di tentukan, sementara sebentar lagi sudah bulan penghujan, dan bila sipon tidak tertangani dengan segerah BMI ini bisa tenggelam, oleh karena itu, kami mohon pemerintah jangan tidur nyenyak dan harus bangun, kami warga ini terancam tenggelam” ujar Tohari.

Salah seorang pekerja dari PT.BRP yang saban hari nongkrong di lokasi mengakui, bahwa pihaknya mengalami kendala di material jenis gorong gorong yang belum datang-datang sehingga hingga saat ini belum bisa kerja maksimal di mulut sipon. ” Ya pak kami juga berpikir bentar lagi mau musim hujan, dan sipon memang harus di kejar, tapi saya tidak tahu apa kendala hingga gorong-gorong yang di pesan belum datang semua, yang ada saat ini ya klo tidak salah baru 6 sementara yang butuhkan banyak. (BM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here