Gunungsitoli-Zonadinamika.com-
Untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat pedesaan khususnya petani di wilayah Kota Gunungsitoli, pemerintah Kota gunungsitoli melalui dinas ketahanan pangan dan pertanian, memberikan bantuan berupa bibit peternakan babi kepada masyarakat kelompok peternakan desa tetehosi afia kecamatan gunungsitoli utara, kota gunungsitoli, provsu. Selasa(7/8).

Pantauan media zonadinamika.com dilapangan, pemerintah kota gunungsitoli melalui Dinas ketahanan pangan dan pertanian kota gunungsitoli, dalam laporanya menjelaskan, pihaknya telah menyediakan Pembibitan peternakan babi untuk tahap pertama ini sebanyak 30 ekor bibit, masing masing kelompok menerima Dua ekor jantan dan Delapan ekor betina), yang kita serahkan kepada tiga kelompok peternakan desa tetehosi afia, kecamatan gunungsitoli utara, kota gunungsitoli.

Walikota gunungsitoli (ir.lakhomizaro.zebua) dalam arahan dan bimbinganya berharap agar para kelompok penerima bantuan bibit peternakan babi ini nantinya betul betul dijaga, dipelihara dengan baik, dan dikembangkan, sehingga peternakan kota gunungsitoli benar benar berhasil.harap walkot.

Kepala dinas ketahanan pangan dan pertanian kota gunungsitoli, ir. Oimolala Telaumbanua,MSi, kepada wartawan saat di konfirmasi di kantor BPPK GUNUNGSITOLI UTARA, Gunungsitoli-Sumatera Utara.

Dalam pemaparanya pada wartawan, kepala dinas menjelaskan bahwa, pemberian bibit Peternakan babi ini kepada petani tidak hanya asal asalan, tetapi harus benar benar didasari dengan kreatifitas petani peternak secara sungguh sungguh, objektif dan bertanggungjawab.

“Kita dari dinas ketahanan pangan dan pertanian harus melakukan survei dan mengecek kelapangan terutama ketersediaan kandang di setiap desa/kelompok peternakan yang telah mengajukan proposal bibit peternakan babi tersebut, termasuk fasilitas lainya .” kata kadis.

Lebih lanjut kadis memaparkan bahwa pihaknya hanya bertanggungjawab sebatas penyediaan bibit, sedangkan upaya untuk menjemput bibit peternakan babi dimaksud, dari dinas / tempat pembibitan peternakan merupakan tanggungjawab masing masing kelompok penerima manfaat.

“Bibit telah kita sediakan dan untuk pembagianya harus disesuaikan pula dengan prosedur, dan selama proses pengawasan tidak dibenarkan ada pungutan oleh petugas lapangan terhadap petani. tegas kadis.

Pihaknya berharap, semoga petani penerima bibit peternakan babi tersebut benar benar merawat dan memelihara dengan baik, ada rasa memiliki serta mengikuti aturan dan himbauan yang dianjurkan oleh penyuluh pertanian demi kemajuan dan kesuksesan bagi petani yang ada di kota Gunungsitoli yang kita cintai ini.@red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here