AGAM SUMBAR-Zonadinamika.com. Pelayanan para tenaga medis di puskesmas dan rumah sakit Lubuk Basung sangat membuat korban kecelakaan yang dialami Zaherman korban kecelakaan 11/1 yang mengalani luka serius di kepala.

Korban yang dibawah ke puskesmas terdekat oleh rekan-rekan yang nota bene para pencari berita, korban adalah Kepala perwakilan zonadinamika.com untuk provinsi sumatera barat, yang dibawah ke RSUD Lubuk Basung, setelah pihak puskesmas mengaku tidak bisa menangani luka koran.

Sesampai di rumah sakit umum korban di bawa keruangan UGD..namun ironisnya sudah sampai kurang satu jam sampai di ruang UGD pihak awak manajemen rumah sakit ngak ada tagapan serius menangani korban.

Korban sudah terlalu banyak mengeluarkan darah,namun pihak manajemen awak rumah sakit, tindakan pihak rumah sakit tersekasan dingin seakan tidak pedulu, hanya menanyakan nama serta namor hape siapa yang bisa di ubungi, tanpa mempertimbangka rekan rekan nedia kami sudah ada di depan zaherman sebagai korban.

“Aneh memang, pelayanan RSUD Lubuku Basung terkesan kurang peduli menangi luka saya, bukan langsung menangani namun sibuk nanya siapa penanggunhjawab dan no telepon siapa yang bisa d8 hubuungin, yang seharus tanganin dulu baru cari tanya tanya yang lain” ucap Zaherman dengan nada kesal.

Satu jam kemudian, KETUA LSM GARUDA BJ RAHMAD. datang menyabanggi korban di ruanggan UGD lubuk basung, pihak rumah sakit belum pula melakukan di tanggani serius, mendengar keluahan itu, KETUA LSM GARUDA RI lansung menemuai awak manajemen rumah sakit lubuk basung, dengan nada yang keras KETUA LSM GARUDA RI menyampaikan pada manejamen rumah sakit dan mempertanyakan perihal kenapa sampai sekarang belum ada pula perawatan yang serius padahal korban sudah terlalu banyak mengeluarkan darah.

Jawaban yang terkesan alihkan tanggungjawab yang terucap dari pihak rumah sakit dan menjawab “siapa yang bertagung jawab masalah biayanya”. Karuan saja KETUA LSM RI naik pitam dengan menjawab “saya yang bertagung jawab masalah biayanya”mendengar kiritikan BJ RAHMAD Barulah pihak manejemen pihak rumah sakit langsung bergegas untuk menangani korban.ujar BJ Rahmad.

Sementara itu kepala dinas kesehatan menegaskan, tentang pelayanan medis tidak harus mengutamakan uang dari pada pelayanan lewat wa.”tidak ada seprti itu pak rumah sakit harus mengutakan pasien, kecuali tindakan tertentu”tegasnya diujung telepon.**

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here