Aceh Timur – Zonadinamika.com. Kuat adanya indikasi praktek korupsi dalam pelaksanaan proyek Pembangunan Jalan Sekmen 1 Batas kabupaten Aceh Timur – Pining, Kabupaten Gayo Lues diduga asal jadi, Pasalnya Aspal Jalan yang baru saja selesai di kerjakan pada September 2018, kembali Retak dan pecah-pecah alias rontok bagian badan jalan tersebut.Rabu.9/1/2019.

Ketua DPC Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Aceh timur, Saiful Anwar kepada Zonadinamika mengatakan pihaknya menduga bahwa Pengerjaan Proyek Pembangunan Jalan Sekmen 1 Batas kabupaten Aceh Timur – Pining, Kabupaten Gayo Lues,disinyalir terindikasi korupsi,yakni tiap pekerjaan di danai dengan sumber uang negara,yang hasil pembuatan asal jadi itu telah (melakukan Pelanggaran) karena tidak sesuai dengan bestek (Gambar Proteks) Dinas PU Bina Marga.

Terkait dengan pengerjaan Proyek Pembangunan Jalan Sekmen 1 Batas kabupaten Aceh Timur – Pining, Kabupaten Gayo Lues asal jadi tersebut seperti nya telah melanggar hukum,
“Atas dasar itu kami Minta kepada aparat penegak hukum segera bertindak terkait persoalan tersebut ,” ungkapnya.

Aspal yang rontok akibat cara kerja yang kurang maksimal

Saiful Anwar ,juga menuebutkan rincian anggaran Proyek Pembangunan Jalan Aspal yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh dengan Nomor Kontrak 45- AC/BANG/PUPR/APBA/2018 ,yang bernilai Rp 19.556.950.000. Pelaksana PT. Paduan Dirgantara, Pengawas PT Citra Rancang Global, Tanggal mulai 05 Sepetember 2018 dan Selesai tanggal 20 Desember 2018 sudah retak di beberapa titik hingga membahayakan pengendara yang melintas di Jalan tersebut.ujarnya.

Lanjutny,Sangat disayangkan proyek sebesar itu telah menghabiskan Anggaran Negara, sebab itu maka kita sangat berharap kepada aparat hukum segera mengusut tuntas, supaya pembangunan Jalan dikerjakan sesuai dengan Spesifikasi . Tutup,Saiful Anwar. (tim ZD Aceh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here