PALI – Zonadinamika.com.Masyarakat Desa Benakat Minyak, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menduga Proyek Perairan Irigasi Persawahan yang ada di Desa mereka sarat dengan penyimpangan dan tidak sesuai dengan harapan.

Pasalya, Pembangunan yang menjadi salah satu program Nawacita Pemerintah Pusat tersebut, yang dikerjakan oleh Subkon PT BAHANA PRATAMA KONTRUKSI, senilai Rp.4.893.219.000.00,- diduga kuat menyalahi aturan dan tidak melibatkan Pemerintah setempat untuk menempatkan titik nol bangunan.

” Bagi saya proyek ini tidak masuk akal, penempatannya jelas salah, kalau hanya untuk mengaliri pembuatan irigasi yang luas hanya 3-4 hektar persawahan, dengan menelan dana hampir 5 miliar, menurut saya itu kebesaran dan keterlaluan”, ujar Abdul (55) salah satu warga setempat, kepada sejumlah media.

Menurutnya, dana sebesar itu sangat tidak pantas hanya untuk mengaliri persawahan yang dimiliki oleh tujuh kepala keluarga, dan untuk membuat irigasi hanya sepanjang 800 meter saja. Selain itu juga dampak dari proyek tersebut banyak kebun warga yang terkena pencemaran dan pengrusakan lingkungan oleh perusahaan tersebut.

” Paranya lagi, sampai saat ini, belum ada sama sekali ganti rugi dari pihak sub kontraktor, banyak petani menolak irigasi melintasi sawa warga, tidak dibuat embung atau bendungan irigasi pada umumnya, bangunan irigasi ini, tidak menyambung satu sama lain atau terputus-putus dari persawahan,” ungkapnya lagi.

Dirinya berharap kepada Pemerintah kabupaten PALI, harus segera menyelesaikan permasalahan pencemaran dan pengrusakan lingkungan oleh perusahaan tersebut, jagan sampai masyarakat dirugikan oleh pihak kontraktor yang diduga hanya mencari keuntungan saja dari proyek tersebut.

Ditambahkan Sudarsono, Kepala Dusun III Desa Benakat Minyak, dia mengaku tidak pernah dilibatkan dalam musawarah pembanguan pembuatan irigasi tersebut, padahal itu jelas wilayah kampung dimana tempat ia bertugas dan dia wajib mengetahui semua kegiatan yang ada dalam wilayahnya.

” Pihak proyek tersebut tidak perna konfrmasi, baik melalui pemerintah desa ataupun pihak proyek tidak pernah untuk berkordinasi kepada saya, padahal, ada beberapa sawah warga yang tidak mau dibuatkan irigasi tersebut,” jelasnya.

Sehinga lanjutnya, bangunan tersebut, hanya tampak depan dan di ujung saja, yang anehnya lagi tidak dibuatkan bendungan air atau sumber mata airnya tidak ada, hal yang mustahil bisa mengaliri sawah kalau demian rupa,” tutupnya.

Sementara, pihak Pico, pihak Subkon PT Bahana Pratama Kontruksi dikonfirmasi awak media, melalui pesan WhatsApp nomor telepon 08526xxxx sampai saat ini belum memberikan keterangan terkait hal tersebut.(HER)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here