Karawang-Zonadinamika.com.Disaat pemerintah tengah gencar-gencarnya melakukan pembenahan terhadapa pelayanan pada masyarakat dengan menegaskan agar jangan coba-coba lagi lakukang pungutan liar atau pungli pada masyarakat yang membutuhkan pelayanan.Dan sejak ultimatum itu bergaung di seluruh penjuruh negeri ini, dan tidak sedikit pula oknum-oknum pejabat tertangkap tim sapu bersih pungutan liar (saberpungli) yang di cetuskan oleh Presiden RI Joko Widodo.

Walaupun sudah banyak terjerat hukum karena pungli, agaknya tidak menyurutkan niat jahat oleh sejumlah oknum yang saban hari berkumpul dan berdinas di Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) atau dinas perhubungan Kabupaten Karawang, Oknum-oknum terduga pelaku pungli tersebut ada yang mengatasnakan biro jasa dan saban hari bergentayangan di lingkungan dinas perhubungan karawang.

Bagi Pimilih Dapil 6: Karawang Timur,Ciampel, Klari,Majalaya,Purwasari

Informasi teranyar wartawan mendapatkan informasi pungli dengan modus baru terhadap pengusaha angkutan umum, jutaan rupiah tiap hari terkumpul dana pungli, dan patut diduga pelaku pungli yang nekat melakukan aksinya disinyalir atas perintah oknum pengujian, atau oknum pengujian memakai tangan orang lain untuk melakukan pungutan dan selanjutnya di setor pada oknum pengujian.

FR yang di sebut-sebut sebagai petugas penarikan uang pungli dari pemilik angkutan umum/biro jasa yang tengah melakukan uji kelayakan kendaraan, FR sendiri adalah masyarakat biasa atau bukan petugas pengujian.

Hasil pengamatan wartawan di lokasi pengujian, tidak nampak para pemilik kendaraan melakukan pengurusan administrasi pengujian, para pemilik armada lebih memilih nongkrong di kantin dengan alasan karena sudah di ambil calo untuk mengurus, dan tetap membayar lebih dari tarip yang ada, karena calo yang menentukan,dan melalui calo pengurusan lebih cepat.

“Semua sudah di urus calo, karena begitu kita masuk, para calo sudah menyampari kita untuk di urus tidak kesempatan untuk kita mengurusnya, semua calo, soal harga sudah pasti lebih besar dari tarip yang di tentukan, klo kita sendiri yang urus agak lama” beber pemilik armada.

Adapun jenis pungutan liar diantaranya adalah berupa uang parkir Rp.20 Ribu bagi kendaraan yang melakukan pengujian dan dana siluman sedikitnya Rp.30 ribu tambahan dari tarip biaya pegujian yang telah di tentukan. Selain itu jumlah kendaraan yang melakukan KIR tiap hari,diduga tidak semua melakukan pengujian sebagaimana layaknya uji KIR dan di lakukan secara sulap atau yang di sebut KIR bungkus.Terkait dugaan pungli ini, tidak satupun pejabat Diskomimfo Karawang untuk berhasil di konfirmasi.tim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here