Karawang-Zonadinamika.com. Baik buruknya kualitas konstruksi dalam penyerapan uang rakyat tidak terlepas atas peran dinas atau kuasa pengguna anggaran, dan tupoksi pengawas berjalan dengan baik. Ditemukanya sejumlah paket pekerjaan di dinas PUPR Karawang dengan kualitas buruk bahkan berpotensi sebagai ajang korupsi oleh sejumlah oknum, agaknya sulit sangkal.

Ditambah informasi konyol bahwa banyak oknum pejabat PUPR yang merangkap jadi pemborong dengan memakai tangan-tangan orang, bahkan membawa atas nama istri sebagai pemilik perusahaan, munculnya oknum pejabat PUPR yang merangkap jadi pemborong, dan issu miring ini di kalangan rekanan sudah tidal asing lagi, bahkan mental kotor itu sudah lama terjadi walaupun secara terselubung.

Setiap tahun Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas PUPR,cukup besar gelontorkan anggaran untuk pembangunan, seperti jaringan irigasi.yang saat ini sedang di garap adalaha Peningkatan Jaringan Irigasi D.I Desa Telagajaya Kecamatan Pakisjaya.

Lihat saja hasil karya rekanan ini dalam pekerjaan pembangunan turap dengan panjang 2 x 897 m’ Tinngi 1.4 m’,menelan anggaran sebesar Rp.836.257.000. CV.Raja Astina selaku pelaksana proyek, dengan nomor kontrak 056.1/404/24.20.20/PPK -12/PUPR 2018. Di duga mengerjakan tinggi volume turap tidak sesuai spek,disinyalir volemenya kurang dari 1 meter.

Rawanya penyimpangan dalam pelaksanaan dilapangan, seakan oknum pengawas masa bodoh, yang penting saweranya mengalir ke kantong oknum pengawas, biar hasil pekerjaan jelek atau volume berkurang Taua sama tau aja dan paham akan kemauan oknum PUPR, kira kira begitu dugaan yang terjadi, faktanya fisik dilapangan tidak bermutu dan tetap di biarkan.

Achmad Sumadi kepada zonadinamika.com,menurutnya sebagai pelaksana harusnya bekerja lebih profesional.Apalagi terkait volume pekerjaan,terutama pada volume tinggi.Mestinya jangan sampai dikurangi, sebab setiap pagu yang sudah diterapkan itu sudah ada vie bagi pelaksana proyek.

” Sebenarnya pelaksana itu sudah punya untung, jika dikerjakan sesuai Spek juga. ” Ujarnya.Lebih lanjut,Sumadi berharap.Pengawas Dinas PUPR harus bersikap tegas, ketika ditemukan suatu pekerjaan yang diawasinya itu tidak sesuai Spek.

“Sebab pengawas juga turut bertanggung jawab, apabila ada temuan dari pemeriksaan BPKP.” Tuturnya. Salah seorang Warga Dusun Pegadungan yang namanya enggan dipublikasikan,turut menanggapi juga tentang kualitas pekerjaan turap tersebut.Menurutnya hasil pekerjaannya itu bagus dan rapih, tetapi kekurangannya pun ada.

” Adukannya  memang agak ngepruy,kaya kurang semen sih.Kalau masalah volume saya gak tahu.” Ucapnya,saat dijumpai dilokasi penurapan.Senin (8/10). (Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here