Karawang-Zonadinamika.com.Ketua Umum LSM GPRI H.Marjuni,SH mengingatkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan harus belajar dari kasus yang melilit TPA Jalupang Kotabaru,dan jangan bermain anggaran di proyek IPLT Jalupang, semua tahu TPA Jalupang beberapa waktu lalu menjadi sorotan banyak pihak karena dalam proyek yang menelan biaya milyaran rupiah tersebut diduga penuh masalah, bahkan proyek tersebut terkesan mubajir dan hambur-hamburkab uang tanpa jelas mamfaatnya.

DLKH tidak tepat buat alasan mesin pompa di cabut dan tidak dipakai hanya karena takut hilang di ambil pemulung, namun perlu membuktikan fungsi atau mamfaat program itu, karena sebelum timbulnya anggaran, DLHK sudah pasti membuat perencana yang mateng dan mamfaatnya, dan bukan seperti yang terjadi saat ini, bahwa kegiatan yang menghabiskan anggaran ratusan juta tersebut terkesan mubajir.dan ini bukan soal nilai anggaran dari mamfaat dari anggaran tersebut harus jelas, jangan mamfaatkan jabatan untuk mengalokasikan anggaran tanpa ada mamfaatnya buat masyarakat juga untuk pemerintah. Tegas Arjun.

Arjun berhadap dugaan terjadinya mark up dalam proyek tersebut sangat rawan, ada baiknya pihak penegak hukum segerah melakukan penyelidikan dan memprosesnya jangan biarkan uang rakyat jadi korban demi kemauan oknum tertentu, sebab kita tahu percis bagaimana kondisi TPAS Jalupang saat ini, banyak uang rakyat terserap ke sana tapi hasilnya tidak bisa di nikmati warga dan juga pemerintah.

Wawan Setiawan selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang, diharapkan tinjau ulang keberadaan proyek dan jangan hanya terimah laporan saja, ini demi penyelamatan uang rakyat dari tangan-tangan orang nakal yang tidak terlepas dari peran anak buahnya di bagian kebersihan.

Seperti di beritakan sebelumnya, Pemperhatikan pisik dilapangan dengan besaran anggaran yang plot dalam proyek pembangunan sarana penunjang IPLT Jalupang sangat diragukan dan terindikasi dugaan terjadinya mark up anggaran dan berpotensi merugikan keuangan pemerintah kabupaten Karawang Jawa Barat.

Indikasi dugaan terjadinya praktek korupsi pada Proyek Pembangunan Sarana Penunjang IPLT Jalupang, Dimana, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Karawang Jawa Barat, dalam penyerapan anggaran tahun 2018 untuk pembagunan sarana pendukung IPLT dan didalam usia seumur jangung sudah dalam kondisi berantakan bak kapal pecah dan tidak berfungsi sama sekali, dan kondisi tersebutpun dibiarkan tanpa adanya perawatan.

 

Proyek Instlasi Pengelolaan Lumpur Tinja (IPLT) tersebut nyaris tidak berpungsi bahkan terkesan proyek mubajir, dalam penyerapanya diduga jadi bancakan oleh oknum terkait,sehingga dana APBD untuk proyek yang menelan ratusan juta tersebut dan di oleh CV. Sarana Cipta Graha yang bertindak sebagai pelaksana terkesan sia-sia.

Hasil pengamatan wartawan dilapangan proyek Pembangunan Sarana Pendukung IPLT terlihat jelas tidak berfungsi, pipa-pipa tergeletak seperti tidak bertuan,mesin pompa tidak terpasang, bahkan disinyalir tidak perna dipakai atau uji coba sebelum di serahkan pada DLHK.

Sejumlah masyarakat yang saban hari berada di lokasi proyek Tempat Pembuangan Sampah (TPA) Jalupang Kotabaru tersebut juga sangat mengetahui bahwa tidak berpungsinya proyek tersebut,sebab setahu mereka tidak perna penyiraman lumpur dengan air bersih dari mesin air.”Saya tiap hari ini pak, ya saya tidak tahu ada tidaknya mesin apalagi sampai di pakai untuk siram lumpur,soal pipa-pipa hancur atau pada patah itu sudah lama tergelak di sini dan tidak ada yang berani ambil, karena orang tahu bahwa pipa itu milik pemerintah” jawab salah seorang warga yang tiap hari berada di lokasi untuk memungutin limbah.

Lain halnya dengan Agung selaku PPTK di DLHK Karawang, tidak terpasangnya mesin pompa dilokasi karena takut diambil pemulung, dan juga karena belum adanya aliran listrik di lokasi.

“Dalan proyek itu tidak ada konstruksi,yang ada hanya perpipaan atau pemasangan pipa, soal pipa-pipa hancur kami tidak tahu, dan mengenai mesin pompa tidak terpasang, satu karena listrik tidak ada dan takut diambil pemulung,maka kami simpan gudang, jawab Agung dengan ragu-ragu yang didamping Nevi Kabid Kebersihan DLHK Karawang 4/10.

Agus selaku pelaksana dari CV.Sarana Cipta Graha kepada Zonadinamika.com mengaku, terlepas tidak adanya mesin lapangan atau pipa-pipa sudah pada patah itu bukan urusan kami lagi, karena sesuai kontrak kerja, hasil kerja kami sudah serahterima dan masa pemeliharaanpun sudah selesai dan itu sudah tanggungjawab dinas, kenapa dinas tidak menjaganya,Terang Agus.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here