Tidak Memiliki Ijin Dari Pemilik Lahan,Pekerjaan Galian Kabel Optik Di Stop Warga Tanjungpakis

0
157
Karawang- Zonadinamika.com:
Penggalian untuk aliran kabel optik Telekomunikasi yang di lakukan perusahaan besar di duga milik Telkom ini mendapat teguran dari beberapa warga sekitar tepatnya Di Desa Tanjungpakis Kecamatan Pakisjaya Kabupaten Karawang,Minggu (9/9).
Pekerja yang sedang melakukan penggalian mendadak di hentikan warga dengan alasan penggalian yang di lakukan tidak memiliki izin yang resmi.Hal itu di katakan KN Aparat Desa setempat di lokasi pekerjaan ketika memberi keterangan kepada wartawan zonadinamika.com, Minggu 09/09/2018.
“Kehawatiran warga terkait penggalian kabel tersebut karena kedalaman galian cukup panjang dan dalam di perkirakan setinggi orang Dewasa 1.5 meter,yang lebih menghawatirkannya penggalian tersebut sangat dekat dengan pondasi Rumah-rumah warga,” Kata KN.
KN menjelaskan. Tanah di lokasi penggalian kabel tersebut itu kan Hampir 90% pasir,yang namanya pasir ketika di galih sedalam itu akan mudah longsor dan ambruk berikut pondasi rumah di sekitarnya,ya walaupun belum terjadi hal yang tidak di inginkan,”kami selaku Aparat setempat patut mempertanyakannya,karena kalau sudah terjadi kalau belum ada yang bertanggung jawab dalam hal ini,kami selaku aparat tidak mau saling menyalahkan”. Ungkap KN dengan nada kesal
 
Perusahaan apapun yang masuk Area warga terlebih untuk kepentingan pribadi maupun perusahaan seharusnya memiliki izin serta kesepakatan yang jelas mulai dari tingkat Desa sampai lingkungan,karena secara pandangan kami ini pekerjaan penggalian kabel di duga milik perusahaan besar milik Telkom, ini asal main pasang dan gali saja tanpa konfirmasi yang jelas kepada si pemilik lahan dalam hal ini warga,dengan dasar itulah pekerjaan tersebut kami hentikan sementara dan galian tanah pasir yang sudah dalam tersebut di timbun kembali seperti semula,”sebelum kami laporkan kepada si pemilik  lokasi lahan tanah yang sebenarnya,antara bisa di izinkan atau tidak untuk di lakukan penggalian kabel tersebut.” Terang KN menuturkan.
Sementara kuasa lapangan pekerjaan serta penanggung jawab di lokasi Ganci ketika di sambangi mengungkapkan.”selaku pengawas dalam hal pemasangan Alat optik kabel yang di lakukan para pekerja kami sudah mendapat izin dari warga di sekitar mulai memberikan fhoto copy KTP sama KK bahkan di bubuhi persetujuan Tanda Tangan warga. Kata Ganci
Ganci akui,memang kami mengakui untuk lokasi penggalian di dekat pertigaan jalan yang menuju arah laut karangjaya pakis tanpa seizin yang mengaku itu lahan miliknya,kenapa demikian setahu saya itu lokasi bukan miliknya melainkan milik PT.JHI sesuai surat kepemilikan Tanah yang di Beli dari salah seorang warga di desa Tanjungpakis beberapa puluh tahun yang lalu di Era Almarhum Lurah Sopyan saat masih menjabat saat itu. Katanya
Lanjut Ganci,berdasarkan surat serta sepengetahuan kami itulah kami langsung melakukan penggalian,”akan tetapi setelah di lakukan penggalian ada pihak yang mengklaim kalau lokasi penggalian alat optik kabel tersebut adalah lahan miliknya.” Jelas Ganci
Sementara di lain tempat Dadang di duga selaku pengklaim lahan penggalian saat di mintai keterangan mengatakan. “Saya selaku warga Tanjungpakis tidak pernah mempermasalahkan apapun baik itu pelebaran jalan maupun penggalian kabel untuk kepentingan umum khususnya, asalkan ada izin dan komunikasi dari yang bersangkutan itu pun kalau tidak ada yang melapor kepada saya, ada kemungkinan tidak tahu kalau lahan tanah tersebut di gali sedalam 150 mtr tersebut untuk di lakukan informasinya pemasangan alat optik kabel telkom,”. Ujar Dadang
lanjut Dadang katakan, kenapa sih perusahaan besar melakukan pekerjaan tanpa konfirmasi lagi,? itu kan lahan tanah milik bos saya yang di tugaskan kepada saya untuk mengurus dan menjaganya,sekarang tanah yang di amanatkan untuk di jaga ada yang menggali seperti itu kemudian tak ada konfirmasi pula,sudah pasti selaku yang di amanatkan mempertanyakan siapa yang menggali dan siapa yang memerintahkan hal tersebut?. Kata Dadang bertanya tanya
Masih kata Dadang. Terlebih ada yang mengaku ngaku kalau tanah tersebut milik perusahan JHI akan saya laporkan kepada Bos saya tentunya,”karena sejauh ini kepengurusan dan kepemilikan hal tanah tersebut sesuai surat jual Beli yang kami dapat dari seorang Haji di Tanjungpakis pada saat itu,kalau pun karena adanya penggalian alat optik kabel telkom kemudian sudah berkoordinasi dengan pengawasnya yang mengatakan itu tanah PT.JHI, selaku kuasa yang merasa di rugikan hal ini akan segera saya laporkan secepatnya kepada Bos saya”. Ungkapnya
“Hal kebenaran yang sesungguhnya dengan data Surat masing masing,siapa yang benar siapa yang salah dalam hal lokasi penggalian alat optik kabel telkom tersebut.” Terang Dadang menutup pembicaraan kepada zonadinamika.com,Mibggu (9/9). (Sumadi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here