PT. Basuki Rahmanta Putra dan Rekanan PLN Nyolong Listrik di Proyek BBWSC

0
484

Karawang-Zonadinamika.com.Petugas PLN Cabang Cikampek memutus sejumlah kabel yang di tarik secara ilegal oleh pihak kontraktor bersama oknum rekanan PLN, Hisar Simajuntak dan Safan akhirnya harus menelan pil pahit dan niat busuknya terbongkar yang ingin mencari keuntungan haram melalui proyek pemerintah dalam perbaikan Sipon Dawuan Cikampek.

Cipto petugas PLN Cikampek kepada wartawan mengakui, bahwa suruhan pihak proyek bernama Safan sudah datang untuk mempertanggungjawabkan pelanggaran yang mereka lakukan dan telah di denda oleh pihak PLN, dan semua kabel dan tiang listrik yang sempat terpasang tanpa melalui prosedur akhirnya di bongkar tanpa tersisah.

Sebelumnya, Safan mengaku pada wartawan telah menerima dana Rp.10 juta untuk belanja material dalam pemasangan instlasi liar yang akan di gunakan untuk mesin penyedotan air dalam lubang sipon, hal itu dilakukan oleh Safan atas permintaan Hisar Simajuntak pada lokasi proyek Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC) di Sipon Dawuan Tengah Cikampek.

Niat jahat itu tercium oleh media dan langsung menindaklanjuti, alhasil media yang bekerjasama dengan pihak PLN Cabang Cikampek langsung melakukan sidak dan hasilnya menemukan kejanggal yang diduga berpotensi merugikan keuangan negara,

Pihak PT. Basuki Rahmanta Putra (PT.BRP) bekerjasama dengan pihak rekanan PLN guna memainkan aliran listrik agar memenuhi kekuatan saat dilakukan penyedotan air dalam sipon yang sedang di kerjakan. Dalam pemasangan konsumen pihak PT.BRP hanya memasang meteran rumahan 900 Watt.

Untuk menutupi bobroknya pihak PT. BRP mencabut 2 tarikan kabel ilegal sebelum petugas PLN ke lokasi, dilokasi Hisar Simajuntak sedang membongkar Panel liar dan berdalih bahwa penerangan itu karena permintaan warga tidak disambungkan pada mesin untuk menyedot air, berbedah dengan pengakuan Sapan yang mengaku bahwa sengaja bermain di MCB dalam pemakaian listrik agar kuat untuk menyedot air yang di kontrak selama dua bulan.

” Pihak kontraktor melalui pak Hisar mengontrak khusus untuk melakukan penyedotan air, karena daya meteran tidak kuat, maka saya di minta untuk membantu mensiasati, ya kita bermain di MCB saja, karena itu permintaan kontraktor, dan dalam hal saya juga bekerja sama dengan anak anak P2TL PLN Cikampek cuma saya yang paling depan, untuk kontrak dua bulan ini, pihak kontraktor membayar kami Rp.14 juta dan pasangan ini akan di cabut dan akan di pindahkan ke atas sipon untuk dan akan di buat lagi jaringan baru dengan kontrak sebesar Rp.30 juta dan saya baru menerima Rp.10 juta untuk membeli bahan material seperti tiang listrik dan kabel juga panel” Terang Sapan.

Hasil pantauan media dilapangan, pihak pelaksana sudah memasang kabel dan satu buah kotak panel, pasangan kabel dan tiang tersebut merupakan barang ilegal karena bukan material yang di keluarkan oleh pihak PLN.Merasa niat busuk mulai tercium publik, pasangan kabel dan panel tersebut di bongkar kembali, dengan tujuan untuk upaya menghilangkan barang bukti.

Dugaan material listrik yang terpasang di lokasi proyek tersebut semakin jelas, ketika wartawan melakukan cros cek ke PLN dan di ketahui, bahwa pihak PT BRP belum memiliki kontrak pemasangan jaringan, baru hanya sebatas permohonan lisan, saya sudah cek ke bagian adminitrasi kata Nana selaku manager PLN Cabang Cikampek si ruang kerjanya.

Adapun pasangan kabel dan tiang juga panel dilapangan, itu adalah ilegal, apalagi PLN saat ini sudah tidak menjual tiang listrik jenis besi, kami anggap itu ilegal. Tambah Nana. ” Kita akan panggil pihak kontraktor untuk klarifikasi, pertama terkait pemasangan jaringan, karena pemakaian MCB 32V dengan 900 Watt sudah tidak sesuai dan terlalu besar, dan akan kita hitung kerugian negara atas temuan ini, di cabutnya kembali pasangan kabel dan panel yang di lokasi baru.

Mungkin setelah ketahuan pada media, dan bila kita singkronkan atas cerita bapak-bapak dengan adanya usulan yang baru lisan untuk rencana pemasangan jaringan 32.ribu wat baru sekiat tanggal 29/08, berarti pihak kontraktor buru-buru kordinasi, dan kita tidak akan melayani pemasangan bila pihak kontraktor belum melakukan pembayaran” ujar Nana.

Dugaan pencurian listrik melalui rekayasa MCB dilokasi proyek di duga keras dilakukan oknum pelaksana lapangan dari PT.Basuki Rahmanta Putra sebagai kontraktor yang mengerjakan proyek BalaI Besar Wilayah Sungai Citarum di wilayah Dawuan Tengah, dan bekerja sama dengan oknum rekanan PLN bernama Sapan.

Sebelumnya pada media ini, Hisar Simajuntak mengaku bahwa pihaknya menggunakan aliran listrik secara legal dan tidak ada rekayasa dalam pemakaian MCB, sebagaimana di terangkan oleh Sapan yang mendapatkan permintaan dari pihak kontraktor bernama Hisar Simanjuntak agar untuk bisa merekayasa dalam pemakaian listrik.

“Ya kita bermain di MCB saja dan ini memang atas permintaan pihak kontraktor bernama Pak Hisar dan Pak Epan dan mereka minta hanya kontrak dua bulan selama melakukan penyedotan air dari saluran demi kelancaran pekerjaan” terang Sapan petugas dari rekanan PLN pada pada wartawan.

Ketika di konprontir atas pengakuan petugas PLN bahwa pihak kontraktor memakai aliran listrik adanya permainan di MCB dan atas permintaan kontraktor (Hisar dan Epan_red) Hisar menangkis tudingan tersebut.

“Pak jangan fitnah ya,Jangan katanya bos, Saya ga pernah minta apa yg saudara tuduhkan kesaya” jawab Hisar. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here