Karawang-Zonadinamika.com. Pendi petugas pegawas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat PUPR Karawang mengaku gamblang dan beberkan bobrok PUPR terkait dalam pelaksanaan proyek di lapangan, di tegaskan bahwa tidak ada proyek pemerintah yang benar bagus apalagi sampai 100 % dilapangan.

“Saya jamin tidak ada proyek pemerintah yang benar pelaksanaan dilapangan, hanya malaikat yang benar kerja, makanya saya tidak bisa jamin proyek ini (penurapan situdam kalen sinem-red) untuk bisa di kerjakan secara benar, jadi tidak perlu di besar besarkan sonding yang baik-baik saja pada pelaksa na dilapangan” jawab Pendi pada Zonadinamika.com di lokasi proyek penurapan di desa Situdam Kalen Sinem Jatisari Karawang 20/08.

Seraya mengakui bahwa seharusnya pemasangan batu di saluran harus memakai kisdam, namun karena kondisi air tidak memadai, seraya mengaku akan memerintahkan pihak pelaksana memasang kisdam demi menjaga kualitas pekerjaan.

Tudingan miring adanya kerjasama antara kontraktor dalam penghancuran kualias proyek demi mengutamakan untung agaknya semakin terbuka, Pendi selaku pengawas patut di duga bekerja sama dengan pihak pelaksana “mencuri uang” dengan mengesampingkan kualitas pekerjaan, ironisnya, dirinya nekat membongkar borok lembaganya dengan mengatakan bahwa tidak ada proyek pemerintah yang benar pelaksanaaya di lapangan, bila ada yang mengatakan benar, itu semua bohong,terang Pendi membela diri.

Diakui,proyek pembangunan turap di Desa Situdam Kec Jatisari diduga dikerjakan asal-asalan di kerjakan PT. QANTUM asal bandung bernama Ricky menelan biaya mencapai Rp.3 milliar yang berasal dari APBD Karawang TA 2018.

Kondisi proyek yang sangat berpotensi merugikan keuangan negara tersebut, mengingat telah terjadinya dugaan manipulasi volume pekerjaan dilapangan, pengurangan itu di awali dari pasangan pondasi dan juga campuran adukan semen yang kurang layak.

Pihak PT.QANTUM disinyalir mengerjakan proyek tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi teknis sebagaimana dalam Rancangan Anggaran Biaya (RAB).Kondisi pasangan batu yang tanpa memakai pondasi, dan batu disusun dalam air tidak memakai kisdam, dan adukan semen lalu di taburin pada batu yang tersusun.

Seharusnya pondasi awal digali dengan kedalaman yang sudah ditentukan dalam RAB. Dibuat penahan arus/kisdam, sebagai penghalang, agar air tidak membanjiri pasangan batu yang sedang dikerjakan.

Seperti beritakan sebelumnya, “Anggaran yang sudah diplot itu pasti ada untung buat pemborong. Jangan ingin mengeruk keuntungan lebih banyak dengan tidak memperhatikan kualitas bangunan. Anehnya pengawas dari dinas terkait terkesan diam saja. Ada apa ini,” kata warga sekitar.

Dengan adanya pembiaran penggerogitan APBD oleh oknum kontraktor nakal dengan modus dugaan manipulasi volume dan kualitas pekerjaan, namun pihak PUPR terkesan masa bodoh, patut di curigai adanya kongkalikong yang di perankan oknum pejabar PUPR dengan kontraktor nakal tersebut dengan tujuan untuk saling menguntungkan buar kedua belah pihak.

Dugaan itu makin kentara mengingat kondisi pengerukan keuntungan di luar kewajaran dalam pelaksanaan proyek oleh oknum pemborong pembangunan turap yang berlokasi di Desa Situdam Kalen Sinem Kec Jatisari sudah pasti sangat berdampak pada kualitas/bobot pekerjaan,namun nekatnya oknum pemborong nakal tersebut tidak terlepas dari peran serta petugas pengawas dilapangan dan tidak menjalankan tupoksinya dengan maksimal. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here