Karawang-Zonadinamika.com. Dengan berbagai cara sejumlah pendidik mencari cara untuk bisa menarik uang dari para orang tua siswa, lihat saja pungutan untuk Perkemahan tingkat Sekolah Dasar Negeri (SDN) di wilayah Kecamatan Tirtajaya Kabupaten Karawang sudah menjadi Kebiasan setiap tahunnya.

Bukan itu saja yang eronisnya kelas 1,2,3 dan 4 juga kena imbas dan di minta untuk membantu kakak kelasnya yang ikut perkemahan dengan besaran Rp.10.000,-( Sepuluh ribu rupiah).

Kepala Sekolah SDN Gepolkarya Nahrudin,membenarkan bahwa pungutaan sebesar sepuluh ribu rupiah di sekolahnya yang dia pimpin dan sekarang yang tidak menjabat kembali Kepala Sekolah.

“Pungutan sebesar Rp. 10.000′-(Sepuluh ribu rupiah) persiswa kelas 1,2,3 dan 4 itu benar untuk membantu biaya Kaka kelas ya yang ikut Perkemahan yang akan di selenggarakan Senin depan tanggal 13 Agustus 2018.” Ujar Nahrudin Kepada zonadinamika.com,Sabtu (11/8) diruang guru.

Diakui, pungutan itu bukan hanya di sekolahan SDnya saja.”Pungutan itu bukan hanya di SD kami” tambah dia. Ini semua sekolah SDN Di Kecamatan Tirtajaya Semua memungut ke siswa 1,2,3 dan 4 untuk subsidi bagi yang tidak mampu,bahkan pungutan ini sudah menjadi kebiasaan setiap tahunnya.

“Itu kan semua tidak dimintain,hanya bagi yang mampu saja dan ini memang sudah kebiasan setiap tahunya,siswa semua sekolahn kami sekitar 250 siswa.” Ujar Nahrudin mengakuinya.

Di tepat terpisah Mantan Kepala Sekokah SDN Pisangsambo 3 Amih. “Ya benar kelas 1,3dan 4 di pungut untuk subsidi kaka kelas yang ikut bekemah sebesar sepuluh ribu rupiah,karena untuk biaya berkemah kurang,bahkan ini saja masih nombok biayanya, nah sekolah dari mana untuk menutupi biaya sedabg kan dana BOS tidak mencukupi bukan itu saja Dana BOS sampai saat ini Belum cair.”. Jelasnya.

Lebih lanjut dia,bahwa ini bukan pungli ini hanya sukarela untuk menutupi biaya perkemahan kaka kelas ya,bagi yang ikut kemah di kenakan Rp.60.000,- (enam pulub ribu rupiah),Siswa seluruh ya di SDN Pisangsambo 3 sekitar 175 siswa.” Sumbangan ini tidak ada rapat komite,sumabangan ya tidak besar jadi tidak ada kesepakat komite”. Pungkasnya (Wasim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here