Bekasi-Zonadinamika.com. Issu penggunaan dana desa hanya di nikmati oleh elit desa yang selama ini menggemah di kalangan aktivis semakin tidak tersangkal, bahwa Dana Desa semakin membangkit ekonomi elit desa dan tidak lagi untuk membangkitkan prasarana dan ekomoni rakyat.

Penggunaan DD di pemerintahan Desa di kabupaten Bekasi saatini menjadi sorotan masyarakat banyak, bagaimana tidak sebab realisasi Anggaran desa tahun 2018 di anggap sangat rawan penyimpangan.

Dari data penerimaan desa pada tahun anggaran 2018 namun agaknya tidak menunjukkan wajah pembangunan dan kegiatan yang sudah di anggarkan dari dana tersebut.

Seperti halnya DD yang menjadi sorotan khususnya desa Kedungwaringin kecamatan Kedungwaringin,dari pantauan serta investigasi Zonadinamika.com,kegiatan fisik tidak terlihat kegiatan yang signifikan dan bahkan tanpa ada pengawasan dari pihak kecamatan untuk alokasi dana tersebut.

Tidak hanya sampai disitu,dari pengakuan warga yang berhasil di wawancarai yang namanya diminta dirahasiakan mengatakan,dari semenjak kepala desa sebelumnya belum melihat adanya kegiatan desa yang menyentuh langsung ke masyarakat,seperti BUMdes dan Posyandu desa,lihat saja bang,mana adanya pembangunan ataupun sosialisasi kepada warga bahwa ada pembangunan jaling yang bersumber dari Anggaran desa,keluhnya,kepada wartawan Zonadinamika.com.

Bak mencari jarum dalam sekam, itulah kondisi pejabat Desa Kedungwaringin Bekasi Jawa Barat para pejabat Desa sangat sulit ditemui, Pjs Kepala desa Kedungwaringin Ujang Sukrila ketika dikunjungi dikantornya (senin 06/08/2018) tidak ada ditempat serta sekretaris desa tidak ada ditempat.

Menurut salah satu staf bahwa PJS dan sekretaris desa sedang ada kegiatan diluar dalam rangka persiapan Pilkades serentak ,biasanya yang tau pembangunan coba ke Kaur pembangunan pak,tapi beliau keluar juga,sebutnya.kepada kru Zonadinamika.com.(suwarno)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here