LSM STRATEGI: Pelebaran Jalan Sisingamangaraja Medan Diduga Sarat Kecurangan

0
130
Pemeriksaan lapangan, pihak LSM Strategi beserta pihak BBPJN Wil.I Sumut/Satker Metropolitan Medan dilokasi pekerjaan di Jl.SM Raja mulai Marindal menuju simpang Amplas Medan.

Medan-Zonadinamika.com. Realisasi pekerjaan infrastruktur Jalan SM.Raja Medan bersumber dana APBN Kementerian PUPR dilingkungan Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Metropolitan Medan pada BBPJN Wilayah I Sumatera Utara khususnya paket pekerjaan preservasi dan pelebaran jalan Sisingamangaraja Medan disinyalir tidak sesuai standard maupun spesifikasi yang ada.

Hal ini diungkapkan Ketua Tim (Katim) Intelijen & Investigasi LSM STRATEGI Irmayani Siregar disela-sela Perayaan HUT ke-6 Lsm Strategi yang dirangkai dengan Pelantikan Pemerhati Wanita & Anak Tertindas (Perwati) serta Satuan Kerja Analisa Data & Teknologi (Satker ADT) Lsm Strategi di Hotel Madani Medan, Sabtu (7/7) pekan lalu.

Menurut pengamatan Irma yang sejak awal bersama jajarannya melakukan pemantauan dilokasi pekerjaan, hampir disepanjang jalan mulai dari Marindal menuju simpang Amplas begitu pula sebaliknya ditemukan kondisi jalan beton yang belum lama selesai dikerjakan sudah mengalami kerusakan/retak, didapati juga patahnya badan jalan (beton,red) disejumlah titik.

“Semua dokumentasi pendukung sudah terlampir dalam surat resmi kami”, tegasnya.

Lanjut Irma, surat bernomor 015/LI/TIM/III/18 tertanggal 19 Maret 2018 LSM STRATEGI mempertanyakan temuan yang dimaksud kepada Ka.BBPJN Wil.I Sumut, diantaranya indikasi ketidaksesuaian standard dalam kontrak kerja mulai pengadaan bahan material sampai prosedur pelaksanaan seperti kurangnya pemadatan pondasi lantai kerja sehingga rawan patah, ditambah (dugaan) bahan bekas bongkaran drainase dipakai menimbun pekerjaan trotoar dengan modus untuk timbunan dasar,dan lain sebagainya.

Pasca pemeriksaan bersama BBPJN Wil.I (Satker Metropolitan Medan) mengirim surat balasan kepada LSM STRATEGI,karena dianggap tidak sesuai dengan apa dipertanyakan, Irma lantas mengirim kembali surat kedua tertanggal 21 Mei 2018 berikut melampirkan data tambahan terkait indikasi Perbuatan Curang yang berpotensi merugikan Keuangan Negara tentang penggunaan bahan material “Timbunan Pilihan” juga “Penanganan Perbaikan Jalan Rigid Beton Yang Retak maupun Patah”.

Sekaligus nempertanyakan apakah tanah dan dinding bekas bongkaran drainase diperbolehkan untuk timbunan pekerjaan trotoar?. Kemudian beton jenis K berapakah yang digunakan untuk Semen Ready Mix Jalan Rigid Beton lapisan atas?.

“Jalan rigid beton diseputar lokasi Pembangunan Underpass Brigjend Katamso setahu kami banyak mengalami keretakan ataupun patah, sementara metode dan bahan material yang digunakan kami yakin sama”, ketus Irma Siregar kesal, dimana dalam waktu dekat berencana menindaklanjuti temuan tersebut kepenegak hukum.(0145)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here