Jual Beli Kursi Pada PPDB di SMAN 4 Tangerang di Duga Terjadi

0
215

Tangerang-Zonadinamika.com. Proses penerimaan siswa baru di SMAN 4 Tangerang di anggap penuh permainan kotor oleh Panitia PPDB karena di nilai penuh dengan rekayasa dan mengorbankan siswa.

Praktek jual beli kursi siswa yang di perankan oleh panitia PPDB online sangat rawan terjadi,dan mengorbankan siswa walapun memenuhi standar nilai.

Praktek jual beli kursi ini diduga mengorbankan siswa bernama Muhamad Arifin, pasalnya nilai yang milikinya masih dalam zona aman.Namun diduga demi menjual kursi panitia PPDB mengorban siswa tersebut.

Ketidakbecusan panitia ini telah mengorbankan siswa bernama Muhamad Arifin Ramadhan yang mendaftarkan diri sebagai peserta PPDB Online untuk SMAN 4 Tangerang.

Siti Aminah orang tua calon siswa baru junat 6/7 pada media menceritakan anak ingin meneruskan sekolah ke SMKN 4 kabupaten Tangerang.Pada tanggal 25. 6.2018 dia mendaftar secara online ke jurusan Multi media melalui jalur umum.

Dan pada tanggal 26_6_2018 nama anaknya menduduki posisi ke 19 zona hijau,entah kenapa setelah selang 3 hari /pada hari jum,at di cek kembali pada jam 01,30 nama anak saya yang semula ada jadi hilang.Papar Aminah.

Dan pada hari jum,at itu juga saya mendatangi sekolah SMKN 4 terkait hal itu, namun pihak sekolah tidak mau di salahkan dan tidak ada kewenangan akan hal itu.

Dikatakan, bahwa kelulusan atau tidak nya itu bu mutlak menjadi kewenangan PPDB Propinsi kata pihak sekolah, dan saya jadi bingung pak.

Perihal yang sama juga di alami sejumlah calon siswa baru lainya dan sedikitnya 50 orang yg mengalami nasib yang sama seperti, tersingkir namun nilai siswa masi pada zona aman.

“Kenapa anak saya yang nilai nem 22 tidak masuk atau lulus sedangkan passing grade /acuan nem terendah di mm 15,dan kenapa nilai yang di bawah anak saya kok bisa lulus ini ada apa? Terang orang tua Arif dengan nada kesal.

Masih menurut ortu Arif ,pada hari kamis tanggal 5_7_2018 saya kemudian mendatangi SMKN 4 dan di buatkan surat pengantar ke KCD untuk pengaduan terkait hal itu ,Yang berada di Cibadak dan sampai sekarang tidak hasil nya.

Padahal waktu pendaftaran pendaftaran sudah tutup,bagaimana dengan nasib anak saya mau sekolah aja susah nya seperti ini, Ujarnya.

Dalam peristi ini, dirinya berharap kepada pihak yang terkait tolong di bantu untuk anak saya bisa masuk ke sekolah negri ucap nya dengan nada sedih.(lhm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here