PENGGIAT ANTI KORUPSI SURATI WALIKOTA GUNUNGSITOLI.

0
165

Gunungsitoli, Zonadinamika.com. Sejumlah penggiat anti korupsi meminta agar menghentikan dan membatalkan proses lelang pembangunan jalan ruas Foa-Samasi menuju desa Tuhegeo II, kecamatan Gunungsitoli Idanoi, yang dimulai dari ujung P-APBD T.A. 2017 dengan pagu anggaran Rp.2.970.000.000.

Dimana diketahui, kuat dugaan, bahwa pekerjaan itu telah dimulai sejak bulan maret tahun 2018 yang dikerjakan oleh kepala desa samasi berinisial Eduar Zamasi,

Dari hasil investigasi  di lapangan, bahwa pekerjaan itu diperkirakan telah selesai sebagian, seperti pekerjaan bangunan pendukung yang mencapai volume sekitar 40 (empat puluh) persen yang sudah siap dikerjakan saat dilapangan.

Parit dan tembok penahan telah selesai dikerjakan, material telah ditumpuk dilokasi kegiatan sepanjang 38 (tiga puluh delapan) patok, semua material telah standby dilokasi proyek.

Sementara paket tersebut sedang dalam proses lelang dan belum diketahui perusahan pemenang tender.

Salah seorang pemberhati anti korupsi, Siswanto Laoli, menerangkan bahwa pembangunan jalan ruas Foa-Samasi menuju desa Tuhegeo II, kecamatan gunungsitoli Idanoi, yang dimulai dari ujung P-APBD T.A. 2017 dengan pagu anggaran Rp.2.970.000.000( dua milyar sembilan rarus tujuh puluh juta rupiah).

Jelas-jelas di dalam paket pekerjaan tersebut diduga telah terjadi perbuatan melawan hukum dan ada unsur KKN, dan juga tidak sesuai dengan ketentuan Perpres nomor 54 tahun 2010 tentang penyedia barang/jasa.

“Kita meminta kepada pihak penegak hukum untuk segera menelusuri paket kegiatan yang sedang dilelang tersebut”. Ujar siswanto.

Saat media ini konfirmasi kepada masyarakat setempat,mengatakan, bahwa tiga bulan lalu team pihak dinas PU PR pemerintah kota Gunungsitoli telah datang ke lokasi proyek ini pak, mereka mengukur ruas jalan ini, setelah itu, kepala desa langsung mengerjakan pembangunan parit dan tembok penahan, dari patok awal itu hingga patok akhir, kepala desa sudah menyediakan semua material sepanjang ruas jalan ini pak.

Saat di tanya, apakah ini bangunan dari dana desa? Masyarakat samasi menyampaikan, bukan pak, dana desa bukan disepanjang ruas ini, pembangunan dana desa lain, kami masyarakat tahu percis, kalau pembangunan ini bukan berasal dari dana desa.

Menurut Eduar Zamasi, saat media ini mengkonfirmasi terkait pembangunan jalan di maksud melalui via telefon selulernya, mengakui bahwa benar adanya rencana pembangunan ruas jalan Foa-Samasi menuju desa Tuhegeo 11 kecamatan gunungsitoli Idanoi, dimulai dari ujung kegiatan PAPBD TA.2017- menuju rumah kepala desa Samasi.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari satuan kerja dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) kota gunungsitoli, yang bersumber dana dari APBD TA.2018. Dan paket kegiatan dimaksud, sedang dalam proses lelang ULP kota gunungsitoli.

Di konfirmasi Terkait bangunan pendukung (TPT), Kepala desa menjelaskan bahwa biaya bangunan pendukung tersebut berasal dari dana Desa. Iya…..biaya bangunan pendukung yang sudah siap dan yang sedang di kerjakan, itu dari dana desa pak, nah…. Kalau material yang telah di gumakan (di tebar) dari ujung PAPBD 2017, itu swadaya kecuali material yang di tumpuk di pinggir jalan.

Saat media mengkonfirmasi kepada Wira Agusman Halawa,ST selaku PPK, membenarkan adanya kegiatan pembangunan ruas jalan foa-samasi-menuju desa tuhegeo 11, dimulai dari ujung PAPBD TA. 2017.dan kegiatan dimaksud sedang dalam proses lelang, belum ada pemenang.

Terkait tudingan masyarakat tentang pemasangan patok dan rekomendasi pengerjaan kegiatan, Wira Agusman Halawa, ST, menbantah dengan tegas.,

” kita belum pernah memasang patok dikegiatan itu pak, apalagi merekomendasikan seperti yang di tudingkan masyarakat. Memang benar kita pernah kesana untuk survey saja selain itu tidak pernah, dasar apa kita merekomendasikan pihak rekanan sedangkan paket tersebut sedang proses lelang di ULP kota gunungsitoli, juga pemenang belum ada”.jelas ppk (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here