Kadis dan PPK Dinas Perikanan Pemkot Gunungsitoli di Sinyalir Korupsi Uang Rakyat

0
632

Gunungsitoli, zonadinamika.com – Menindaklanjuti pemberitaan media ini beberapa waktu lalu terkait Belanja modal pengadaan konstruksi sumur bor, nomor kontrak 520/01/SPK-PK 5B PPK- DISKAN/2017, Sumber dana Silpa umum 2015, silpa DAK kelautan dan perikanan TA.2010,2012,2015. Nilai kontrak 150.000.000( seratus lima puluh juta rupiah), termasuk pajak.

Pengadaan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan air di balai benih ikan air tawar (BBIAT) TETEHOSI AFIA KECAMATAN GUNUNGSITOLI UTARA, KOTA GUNUNGSITOLI TA.2017. Yang di laksanakan oleh CV.HANSEN PUTRA MANDIRI, yang di pimpin oleh HERMAN FRANS SIREGAR (Direktur), EKA SETIAMAN LEMBU, SP, PPK (Pejabat Pembuat Komitmen), mulai pengerjaan 15 november 2017, selesai 15 Desember 2017. Jenis pekerjaan antara lain: pekerjaan persiapan, pekerjaan water tank, dan pekerjaan sumur bor.

Agaknya anggaran ini oleh Kadis Perikanan Kota Gunungsitoli telah di ciptakan jadi dugaan ajang korupsi, karena menurut informasi yang dihimpun media ini dilapangan, pengerjaan paket kegiatan dimaksud tidak sesuai dengan tanggal dan bulan serta Tahun pengerjaan,sebagaimana tertera di papan proyek.

Di kerjakan bulan Januari 2018 hingga selesai dan mulai di fungsikan Pada awal bulan februari 2018. pada akhir bulan februari sumur bor tersebut mulai tidak berfungsi sebagaimana mestinya hingga detik ini.

Lain lagi dengan kapal motor 0,5 GT yang di duga di perjual belikan oleh sejumlah nelayan non produktif, juga sejumlah program pengadaan barang/jasa di dinas perikanan kota Gunungsitoli ( sumur bor,fiber glass, calon induk ikan, dan pakan) dan pembagian ikan penyakitan/mati, di beberapa kelompok pembudidaya ikan tawar di kota gunungsitoli. Sebagaimana terjadi akhir akhir ini di salah satu kelompok desa tumori, kecamatan gunungsitoli barat, kota gunungsitoli.

Salah seorang pemberhati anti korupsi kota gunungsitoli Sonifati Mendrofa, menuding bobroknya kinerja kadis perikanan Gunungsitoli dan banyak proyek bermasalah.

Dimana diketahui, bahwa anggaran yang bersumber dari APBD tahun 2016-2017 diduga kuat dijadikan sebagai keuntungan pribadi pengelola anggran.

Terbukti pada pengadaan fiber glass, diduga, bahwa oknum dari dinas yang melakukan pengadaan tersebut, bukan dibelanjakan dari luar daerah, namun pihak dinas membeli fiber glass yang ada di kota gunungsitoli.

Hasilnya jadi fatal, rupanya, fiber glass itu malah merugikan pihak kelompok penerima manfaat, ikan bermatian akibat zat kimia yang melekat dengan fibel glass yang diserahkan oleh pihak dinas perikanan pemerintah kota gunungsitoli.

Hal ini telah kita laporkan di Mapolres Nias pada februari lalu, dan sesuai dengan hasil konfirmasi kita kepada penyidik Polres Nias, pihak polres nias telah menyurati inspektur inspektirat kota gunungsitoli tertanggal 22 maret 2018, untuk melakukan pemeriksaan/ audit. Tandasnya

Sama halnya dengan pengadaan mesin sumur bor, disinyalir bahwa mesin tersebut diduga barang seken, harga pembelian disesuaikan dengan harga DPA. Mesin tersebut hingga sekarang masih belum bisa dimanfaatkan.

Walikota Gunungsitoli ada baiknya mengefaluasi bila peelu mencopot kadis perikanan pemerintah kota gunungsitoli serta jajarannya yang selalu berbisnis dalam jabatan serta mengambil keuntungan pribadi dari pengadaan barang/jasa yang anggarannya bersumber dari APBD pemerintah kota gunungsitoli.@red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here