Pengadaan Sumur Bor Gunungsitoli BBIAT Berbau Korupsi

0
353

Gunungsitoli, zonadinamika.com – Indikasi korupsi yang selama ini dialamatkan oleh banyak pihak pada Kadis perikanan Gunungsitoli seakan tidak ada habisnya_habisnya, Selain pengadaan kolam Fiberglas dan calon induk ikan di dinas perikanan,kini  pengadaan sumur bor tanam yang mencapai kurang lebih anggaran Rp.  250.000.000 (dua ratus lima puluh juta rupiah) menjadi topik  pembahasan  warga masyarakat di beberapa WARKOP  yang ada di wilayah kota gunungsitoli.

Pasalnya  pengadaan sumur bor tanam  di BBIAT  desa TETEHOSI AFIA Kecamatan Gunungsitoli utara TA.2017 tersebut mulai di kerjakan pada bulan januari 2018 hingga selesai dan mulai di fungsikan pada awal bulan februari 2018.

Namun sangat disayangkan, menurut informasi yang di himpun media ini di lapangan bahwa pada akhir bulan februari sumur bor tanam tersebut mulai tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

pengadaan barang dan jasa di dinas perikanan kota Gunungsitoli, sebagaimana di beritakan di beberapa media sosial, nampaknya masih merupakan kasus korupsi berjemaah dan atau beranting- ranting hingga semakin merajalela, nampaknya korupsi dalam pengadaan barang dan jasa oleh pemerintah akan terus menjadi primadona bagi segelintir oknum – oknum Pejabat Pemerintahan, untuk mengeruk keuntungan pribadi maupun golongan.

Pemanfaatan dalam pengadaan barang/jasa oleh pemerintah tentu memberikan harapan baru bagi masyarakat penerima manfaat oleh karena itu pengadaan barang/jasa seharusnya yang berkualitas tinggi hingga dapat digunakan dan bermanfaat bagi masyarakat penerima. Namun sangat disayangkan program pengadaan barang/jasa di dinas perikanan kota Gunungsitoli ( sumur bor, fiber glass, calon induk ikan, dan pakan) tidak sesuai dengan harapan dan di duga keras belum mampu menghilangkan korupsi, kolusi dan nepotisme dalam pengadaan dimaksud diatas.

Hal ini terjadi akibat faktor manusia – manusia yang haus akan uang dan memang berniat untuk merampok uang Negara, ucap Sonifati Mendrofa ketua DPD LSM GPN kota Gunungsitoli.

Dalam pelaksanaan beberapa kegiatan pengadaan barang/jasa (sumur bor tanam, kolam fiber glass, calon induk ikan, dan pakan)  dan pembagian bibit ikan mati di beberapa kelompok penggiat budidaya ikan tawar  oleh dinas perikanan kota Gunungsitoli TA.2018 sebagaimana terjadi di kelompok SEHAO Desa tumori kecamatan Gunungsitoli Barat.

Hal ini terakhir terungkap pada saat sosialisasi  kartu AKU SUKA di desa tumori 20 april 2018, tentu atas kejadian tersebut diduga telah terjadi KKN dengan berbagai modus demi meraup keuntungan yang lebih besar dan mempermulus SPJ penggunaan anggaran oleh kepala SKPD.

Saat di konfirmasi via telepon seluler, kepala dinas perikanan kota gunungsitoli Aliran Telaumbanua, Sp.MSi, membenarkan bahwa  pengadaan sumur bor tanam BBIAT di desa Tetehosi Afia kecamatan Gunungsitoli utara kota Gunungsitoli  TA.2017,  ada sedikit kerusakan, dan itu sedang dalam masa pemeliharaan, alat mereka sedang di perjalanan.

Ketika di tanya keadaan nilai anggaran dalam pengadaan sumur bor tanam dimaksud, Aliran Telaumbanua SP.MSi, hanya bisa menjawab “LOUILA  olifudo sae kawan”.

Tentu dari jawaban sang kadis terkait pertanyaan media sangat tidak searah hingga dapat menimbulkan pertanyaan besar  seakan ada yang ditutupi oleh kepala dinas perikanan kota Gunungsitoli @Red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here