Gunungsitoli, Zonadinamika.com – Praktek korupsi,Kolusi dan Nepotisme (KKN) di lingkungan Dinas Perikanan Gunungsitoli  agaknya semakin terbukan,mental-mental korupsi yang diperankan oleh oknum-oknum pejabat guna memperkaya diri dan kelompok, akhirnya mengorbankan rakyat petani.

Indikasi korupsi terendus dalam pengadaan barang dan jasa di dinas perikanan kota Gunungsitoli, dugaan  korupsi berjemaah semakin merajalela bahkan terkesan  menjadi primadona bagi segelintir oknum – oknum Pejabata Pemerintah, untuk mengeruk keuntungan pribadi maupun golongan, ucap Sonifati mendrofa ketua DPD LSM GPN Kota Gunungsitoli.

Soni menambahkan, Pemanfaatan dalam pengadaan barang/jasa oleh pemerintah tentu memberikan harapan baru bagi terciptanya pengadaan barang/jasa yang berkualitas tinggi hingga dapat di nikmati dan bermanfaat bagi masyarakat pengguna,  Akan tetapi program pengadaan barang/jasa di dinas perikanan kota Gunungsitoli ( fiber glass, calon induk ikan, dan pakan) sangat di sayangkan dan di duga keras belum mampu menghilangkan korupsi, kolusi dan nepotisme dalam pengadaan dimaksud diatas. Hal ini terjadi akibat faktor manusia – manusia haus akan uang yang memang berniat untuk merampok uang Negara, ucapnya.

Dalam pelaksanaan beberapa kegiatan pengadaan barang/jasa (kolam fiber glass, calon induk ikan, dan pakan) di dinas perikanan kota Gunungsitoli tersebut diduga telah terjadi KKN dengan berbagai modus seperti, dugaan terjadi Persekongkolan vertikal antara  dinas terkait dan pelaksana kegiatan.

Perlu diketahui bersama di dalam setiap pengadaan barang dan jasa itu di setiap kegiatan program pemerintah, seharusnya harus di sesuaikan dengan speksifikasi atau mutu dan kualitas barang pengadaan itu sesuai standar.

Lebih Lanjut menjelaskan bahwa, dugaan indikasi terjadi kesepakatan/kolusi antara pihak rekanan/ pelaksana kegiatan dengan kepala Dinas perikanan kota Gunungsitoli (aliran telaumbanua, Sp.MSi), PPK ( ekasetiaman lembu.Sp), PPTK  (aristiurman harefa, Spi), penerima hasil (herman jaya daeli, Spi), dalam pengadaan fiber glass TA. 2017, dengan pagu dana 250,000.000,00 (Dua ratus lima puluh juta rupiah). Hal ini telah kita laporkan di polres nias, mudah mudahan dengan laporan yang kita sampaikan di polres tersebut dapat terungkap kasus dugaan lainya di dinas dan bidang perikanan sebelumnya. Seperti  pengadaan kapal motor,  jaring, fiber glas TA. 2016, dll. (bersambung)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here