Pengadaan Kolam Fiber Glass Dinas Perikanan Kota Gunungsitoli Ta 2017 Di Duga Tidak Legal

0
551
fiber glass dari dinas perikanan kota Gunungsitoli yang tak punya merek/legal

Gununungsitoli,Zonadinamika.Com. Dinas Perikanan Kota Gunungsitoli Tahun Anggaran 2017 menganggarankan Pengadaan Kolam Fiber Glass yang disalurkan di beberapa kelompok  Pembudidayaan Perikanan Air Tawar di kecamatan Gunungsitoli barat dan Gunungsitoli Alooa.

Pantauan media zonadinamika.com di beberapa kelompok pembudidaya ikan tawar yang juga selaku penerima kolam fiber glass yang tidak mau disebutkan identitas dan nama kelompoknya dimedia ini, bahwa Fiber yang disalurkan oleh Dinas Perikanan Kota Gunungsitoli tidak cocok dipergunakan untuk memeliharan ikan. Karena setiap kali mereka masukkan ikan peliharaan mereka dalam kolam fiber glass dimaksud, tak bertahan lama (mati ). Kuat dugaan Hal ini terjadi akibat ketidak sesuaian mutu dan kualitas kolam fiber glass yang dibagikan oleh dinas perikanan kota Gunungsitoli.

“Kolam Fiber Glass yang diserahkan oleh Dinas Perikanan Kota Gunungsitoli  pada tanggal 04 Agustus 2017 yang lalu tidak layak pakai karna ikan peliharaan yang kami coba, tidak selamat (mati), dapat dikatakan keracunan karena Fiber itu tidak punya “Merk”dan tidak tertera nama perusahaan.  bisa diduga Kolam Fiber ini tidak mempunyai LEGALdan mengandung racun (bahan kimia cukup tinggi), sehingga kami merasa dirugikan oleh pihak Dinas.tegasnya.

Kadis Perikanan”ALIRAN TELAUMBANUA” saat media zonadinamika.com mengkonfirmasi langsung di ruang kerjanya, kamis 21/2-2018, beliau mengakui bahwa pembuatan Kolam Fiber Glass itu dibuat manual (lokal) dan pembuatnya sudah terlatih sebelumnya, lebih jelas silahkan konfirmasi dengan PPK. kata kadis.

Menurut PPK “EKASETIAMAN LEMBU” menjelaskan bahwa benar adanya pengadaan kolam fiber glass yang diperuntukan peliharaan Ikan Air Tawar di tahun 2017 lalu,  dengan nilai pagu dana 250.000.000,00( dua ratus lima puluh juta rupiah) dengan jumlah kolam fiber glass sebanyak 50 unit,   dan kolam fiber tersebut sudah kita bagikan kepada penggiat pembudidaya ikan tawar di dua Kecamatan,  yakni kecamatan gunungsitoli  2 kelompok dan kecamatan gunungsitoli alooa 2 kelompok.

Lanjut Terkait kematian ikan peliharaan masyarakat penggiat pembudidaya ikan tawar yang di duga mati akibat kolam fiber glass yang tidak memiliki legal dan (merek) EKASETIAMAN LEMBU malah mengalihkan pembicaraan agar hal lebih jelas bagusnya dikonfirmasi langsung kepada kabid budidaya, ” agar lebih jelas secara mendetail konfirmasi sama kabid budidaya saja lah pak “.kata PPK.  (SONI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here