Pengadaan Induk Ikan Lele di Dinas Perikanan Gunungsitoli Terindikasi Aroma Korupsi.

0
493
induk ikan lele

Gunungsitoli–Zonadinamika.com. Dugaan adanya ketidakberesan dalam Pengembangan program pemerintah kota Gunungsitoli di bidang perikanan, Dinas perikanan kota Gunungsitoli dalam pengadaan calon induk ikan di dinas perikanan kota Gunungsitoli tahun anggaran 2017.

Hal dugaan penyimpangan tersebut diungkap warganet  melalui postingan di medsos akun facebook Adres Santoso pada tanggal 13-2-2018, di ketahui bahwasanya telah terjadi konspirasi antara kepala dinas perikanan Aliran telaumbanua,PPK (EKASETIAMAN LEMBU), PPTK (ARISTIURMAN HAREFA),dan penerima hasil. terkait pengadaan calon induk ikan dan kematian ikan di BBIAT TETEHOSI AFIA Kecamatan Gunungsitoli Utara.

Melalui postingan tersebut juga menjelaskan bahwa pihak KOMISI2 anggota DPRD kota gunungsitoli pernah menyarankan agar pengadaan ikan di BBIAT TETEHOSI Afia di tunda sebelum sarana kolam di benahi.

“Konspirasi pengadaan KPA, PPTK, penerima hasil 2017, hendak ditutupi Kadis terkait di kota gunungsitoli. Pengadaan induk ikan lele 600 ekor mati hanya 1 bulan setelah pengadaan,akibat kelebihan kapaitas kolam… Sudah di sarankan komisi 2 DPRD Kota gunungsitoli untuk ditunda pengadaan ikan sebelum sarana kolam dibenahi.TIM melanjutkan kinerja 2016 distannak”.

Pada tanggal 14-2-2018 Adres juga menyampaikan,bahwa sebelumnya walikota gunungsitoli melalui rapat pernah mengingatkan agar pengadaan calon induk ikan di tunda sebelum kolam di BBIAT Tetehosi afia di rehap.namun sangat disanyangkan kepala dinas perikanan tak menghiraukan. “Menutupi dengan dalih apapun .

Untuk membenarkan rencana yang salah dapat dipindanakan… Bapak walikota Gunungsitoli sudah mengingatkan awal tahun 2017 diruang Samaeri. KPA PPTk masih berani. Juga pengadaan calon induk ikan dimaksud sudah disarankan oleh anggota komisi 2 DPRD kota Gunungsitoli agar ditunda sebelum kolam BBIAT di rehap.

Lagi lagi pada tanggal 18-2-2018 melalui postingan di akun fb adres santoso menudingkan bahwa KPA (EKASETIAMAN LEMBU) dan PPTK ( ARISTIURMAN HAREFA) pintar dan mulus mengelabui pemerintah kota Gunungsitoli dalam pembuatan SPJ lengkap,sementara pengadaan barang FIKTIF, “Rumpon ternyata sarana korupsi juga.. Pintar KPA PPTK.. Mulus mengelabui pemkot.Gunungsitoli”.

“SPJ lengkap Pengadaan Fiktif 2017 tidak jelas di Dinas Perikanan Pemkot gunungsitoli dalam hal  Inspektorat harus jeli dan memeriksa asal usul barang pengadaan” tegas Salah seorang warga sekitar BBIAT Tetehosi Afia yang tak mau menyebut namanya melalui via telepon seluler.

Ditambahkan,  bahwa calon induk ikan yang baru di datangkan akhir tahun 2017 kemarin pada bermatian. ” bang coba dipantau ikan di BBIAT banyak yang mati bang ada beberapa kantong plastic besar setelah di kumpulkan sama orang dinas perikanan untuk dibuang, hal ini sudah sering terjadi bang dan hampir setiap minggu bang kasihan” terangnya.

Menanggapi informasi diatas media zonadinamika.com mengkonfirmasi langsung kepada kepala dinas perikanan kota Gunungsitoli aliran Telaumbanua diruang kerjanya, membenarkan bahwa benar ada pengadaan calon induk ikan di dinas perikanan kota Gunungsitoli tahun anggaran 2017.

“Iya benar pak  lebih jelas konfirmasi langsung dengan KPA sekaligus PPK AN. EKASETIAMAN LEMBU. Mengikuti petunjuk kadis ekasetiaman lembu membenarkan bahwa pengadaan calon induk ikan lele dan nila pada tahun anggaran 2017 lalu telah terlaksana.

Dengan populasi ikan lele 1200 ekor dan ikan nila 800 ekor. dan ikan tersebut sudah kita serah terimakan kepada yang membidangi budidaya yang disaksikan langsung oleh PPTK (aristiurman harefa), penerima hasil (herman jaya daeli) dan sejumlah pegawai dinas perikanan kota Gunungsitoli.

Saat di pertanyakan terkait kematian ikan di BBIAT Tetehosi Afia,rata rata berat, dan harga/ekor calon induk ikan, KPA/PPK malah lempar bola dengan mengatakan yang lebih tau tentang itu kabid budidaya.

sesuai dengan petunjuk KPA/PPK dan hasil kabid budidaya dinas perikanan kota Gunungsitoli BUDIKARONIAS TELAUMBANUA menerangkan bahwa beliau tidak mengetahui adanya pengadaan calon induk ikan tersebut, untuk BBIAT Tetehosi Afia, karena sampai detik ini belum pernah ada berita acara serah terima barang atau ikan tersebut yang beliau tandatangani sebagai kabid budidaya ikan tawar BBIAT kota Gunungsitoli.

” Pengadaan itu belum pernah kita ketahui pak, berita acara serah terima barang juga sampai detik ini belum pernah kita tandatangani” pungkas Kabid dengan nada kaget.

Dengan adanya perbedaan keterangan terkait pengadaan bibit ikan tersebut, semakin jelas bahwa dugaan adanya ketidakberesan di Dinas Perikanan ini, semakin terbuka,  bisadi simpulkan bahwa, pengadaan calon induk ikan di dinas perikanan kota Gunungsitoli tahun anggaran 2017, diduga keras adanya unsur KKN, juga telah terjadi konspirasi dalam pengadaan barang dan pembuatan SPJ fiftif. (SONI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here