Biograpi Baginda Suman

0
95

Oleh : Irwan Tanjung***

 

Sejarah membuktikan peran  Tokoh dan Ulama ,merebut  kemerdekaan Republik Indonesia , dari tangan para penjajah  sangat begtu besar  ini  tebukti di daerah  mseluruh indonesa .

Maka pantas  di berikan  gelar penghargaan  sebagai pahlawan nasion. Maka dalm hal ini  kali penulis  akan  mengangkat  sejarah perjuangan Baginda  Suman d kabupaten pasaman tepat nya di Padang Matinggi

Perjalanan sejarah perjuangan Baginda Suman  adalah regenerasi Tuanko Rao .misi dan perjuangan kedua  ulama ni melawan penjjah belanda  dan menegakkan syriat islam yang jelas Amar Ma,rup Nahi Munkar

Sebdelum penulis mengurai sejarah singkat  Baginda Sumam /Usman penulis akan kisahkan, sekilas sejarah biografi  Tuanku Rao Tuanku Rao Lahir di Padang Mentinggi Kabupaten Pasaman Sumatera Barat , Tepatanya ,sekitar 2 kilo meter dari  Pasar Rao.“Ayahnya seorang pedagang kerbau bernama Ibrahim berasal dari Sei Ronyah,  Ibunya bernama Siti Aminah berasal dari Air Bangis.

“ Dalam Kajian ilmiyah yang dilakukan  anak-anak perantau  Rao mendapati  fakta Sejarah bahawa nama sebenarnya tuanku  Rao diwaktu kecil adalah Syamsu Taberi.

Tuanku Rao memiliki 2 orang saudara perempuan dan seorang saudara lelaki. Kakak perempuan Tuanku Rao memiliki seorang anak yang bernama Bagindo Suman yang sekaligus sebagai panglima perang beliau. Ibunya memiliki seorang saudara lelaki bernama Nahkoda Langkok seorang saudagar kaya yang di dalam sejarah disebut menghianati anak kemenakannya sendiri yaitu Tuanku Rao.

Selanjutnya nama atau gelaran Tuanku Rao menurut persepsi Naskah Tuanku Imam Bonjol , Fakih Saleh, menurut penulis Fakih Saleh ,bukanlah nama, tetapi gelaran kesarjanaan kepada seseorang yang ahli dibidang agama Islam .Jelasnya pengertian  Fakih (Pokiah) berarti ahli figh dan Saleh orang yang soleh, atau bisa juga disebut Ulama menurut pendapat penulis.

Fakta sejarah lagi ,Wan Mohd. Shagir mensinyalir nama sebenar ‘Tuanku Rao’ kemungkinan ialah Syeikh Muhammad Murid Rawa. Kisah anaknya, Syeikh Muhammad Shalih Rawa dijumpai sebuah karyanya judul Fath al-Mubin. Ada kemungkinan nama ini beliau perolehi setelah

    Sedangkan Bagindo Suman /Usman  jelas dalam sejarah  adalah kemenakan kandung Tuanku Rao.semangat dan kegigihan menjalankan perjuangan untuk  menegakkan  keadilan mendobrak kabatilan sama gigih dan beraninya dengan  Tuanku Rao

Baginda suman selain  ulama besar pada masanya itu  Baginda suman juga  di kenal sosok  pemberani , tegas  dan  tidak y menuruti aturan kaum penjajah .

karena aturan yang di terapkan oran g belanda sangat bertentangan dengan syariat Islam   Kemudian sejarah menuliskan keberanian dan kesatrian baginda Suman mewarisi karakter dan sipat Tuaku Rao , “ dan ini  Juga Jelas adat dan tradisi  dalam masyarakat Rao yang dipengaruhi oleh budaya Minang menganggap kemenakan sangat dekat dengan mamaknya,Begitulah               di jelaskan Irwan  Suarna Tanjung sebagai Tokoh Muda Pemerhati sosial budaya saat Team, Zonadinamika.com di kediamanya di Pulogadung Jakarta Timur belum lama ini

Selanjut nya Irwan Tanjung  mengkisahkan“Dalam  mitos yang diwarisi turun temurun bahwa Bagindo Usman di jadikan peluru yang dimasukan kedalam meriam.

Kenyataanya Bagindo Usman terbang sambil memegang pedang dan menebasi kepala laskar Belanda ketika itu ,”Di ahir sejarah singkat ini Baginda Suman /Usman dibunuh setelah  salah seorang penghianat memberi tahu bahwa Bagindo Usman hanya boleh dibunuh dengan benang tujuh cento (warna)

Terahir Irwan Tanjung Menjelaskan ,”Walaupun data-data tarikh dan angka-angka tentang Baginda  suman banyak diperdebatkan oleh ahli sejarah, namun bukti keberadaan Baginda Suman sangat jelas terlihat hingga saat ini. “Kesan keberadaan dan kewujudan dapat dilihat dari dua peran besar yang beliau mainkan yaitu;

“ Fase Pertama: Perjuangan dakwah Islamiyah kepada masyarakat Rao dan daerah tetangga mulai 1800 sampai 1823 dan Fase Kedua: Perjuangan melawan Penjajahan Belanda mulai 1822 hingga 1833.Baginda Suman sejarah mengenal bahwa dikenal dengan seorang individu yang tidak pernah  menyerah dan  tidak ada kompromi

Terahir Irwan Suarna Tanjung  Ingatkan  “  sejarah Baginda Suman  seakan sudah terlupakan , baik dalam kontek upaya pelestarian  juga peningagalan  sejaraknya tidak di lestarikan  ‘

“ Jika hal yang demikian ini tidak dilakukan pembenahan bukan tidak mungkin generasi ke depan nanti , tidak tahu   juga bisa tidak mau tahu  soalnya pemahaman sejarah  serta pengenalan  budaya tidak ada sama sekali

Untuk Itu  saya selaku pribadi (Putra Asli)  berharap kepeda pemerintah Kabupaten Pasaman Khususnya  DPRD  juga Kepela Dinas terkait agar kedepan di harapkan melakukan  kebijakan untuk melestarikan sejarah , para Tokoh dan pejuang Islam yang telah  berjasa di Kabupaten Pasaman ini Khusunya

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY