GURU ADALAH PENYEMBUH PENYAKIT PENDIDIKAN

Oleh: Tota Mapiha

Guru adalah obat ampuh menyembuhkan penyakit pendidikan yang dideritanya oleh anak sekolah di bangku studi SD, SMP, dan SMA, dan lebih khusus kepada anak-anak dogiyai. Obat ampuh tersebut sangatlah mahal dan rumit tidak bisa dibeli oleh masyarakat biasa dengan berdasarkan mahalnya obat tersebut semua pelajar dogiyai yang diderita penyakit pendidikan.

Mereka sangat mengharapkan kepada pemerintah kabupaten setempat untuk  segera menyediahkan obat pendidikan disertai dengan membiayai anak anak asal dogiyai ke depan.

Mereka terus mengalami sakit dikarenakan  tenaga guru dogiyai sangat kurang untuk mengisi kekosongan untuk mengajar supaya pendidikan terus maju dan berkembang pesat terutama pada anak usia dini yang ada

Tugas dari pada tenaga pendidik pendidikan itu siapa tanya dia alias Jhon Tebai dan penyakit pendidikan itu hanya karena sebelum dari pada kehadiran penyakit pendidikan tidak pernah pencegahan penyakit pendidikan oleh pemerintah kabupaten  sejak di mekarkan hingga saat ini.

Ini masalah sebab, dari awal permulaan setelah menjadi satu kabupaten yang punya kekuasaan untuk mengatur dan mengurus semua itu atas landasan  UU nomor 32 alirannya dari UU nomor 21 tahun 2001 yang saat ini berlaku  di Papua secara keseluruhan ini.

Kekuasaan tidak melihat latar belakang dari kehidupan pendidikaan didaerah lembah Kamu dan Tota Mapia lama.

Sebelum ada penyakit pendidikan pemerintah kabupaten tidak pernah buka mata terhadap kondisi kehidupan masyarakat didaerah lembah Kamu dan Tota Mapiha lama itu. Maka pintu terbuka lebar sehingga bebas masuknya penyakit pendidikan yang di maksudkan dalam arti yang komfleks adalah keliaran guru-guru di luarsekolah lupa akan tugas tanggun jawab muliah itu.

Sekarang virus pendidikan sudah menular secara langsung manusia ke manusia maupun tidak langsung melalui perantara sudah sampai didaerah-daerah terpencil sepertinya kepemalasan untuk mengajar dan menetap di tempat tugasNya.

Nah sekarang tenaga untuk menyembuhkan menjawab persoalan pendidikan pendidikan kembali ke pemeritah daerah kabupaten dogiyai sebab pemerintah dogiyai tidak pernah menyediakan tenaga penyembuh penyakit pendidikan  didaerahnya sendiri secara baik dan benar.

Tugas  tanggung jawab  dan fungsional pemerintah kabupaten dogiyai belum jalankan memgeluruh sesuai  masing-masing  bidang  lebih utama di siapkan tenaga pendidikan guru oleh dinas P dan P Kabupaten  dogiyai.

Kabupaten dogiyai  kini kitamelihat berumur 10 tahun namun dinas P dan P tutup mata terhadap pendidikan yang sedang dialami oleh siswa/I dan masyarakat di kedua daerah  yakni Kamu dan Tota Mapiha lama, sampai saat ini kedua daerah tersebut sangat membutuhkan tenaga pengajar siswa dan siswi.

Kami selama ini mengikuti perkembangan pendidikan dogiyai tidak ada reaksi dan sekitar 50an SD, SMP, dan SMA sedang membutuhkan tenaga pengajar peserta didik tersebut itu.

Kami meminta kepada pihak Dinas P dan P kabupaten Dogiyai betapa amat krusialNya untuk memperhatikan nasib guru-guru sekaligus perumahan bagi mereka supaya mereka dapat mengajar adik adik kita dengan baik supaya mereka membangun dogiyai disuatu kelak nanti.

Setiap orang mempunyai kebutuhan dasar yang sama walaupun, berbeda latar belakang, budaya pemikiran, Social, dan pengetahuan yang berbeda pula.

Manusia butuh manusia yang memanusiakan maka itu dinas P dan P segera  dipenuhi dan prioritaskan tenaga pendidikan daerah kedua daerah terseut itu bukan minta-minta bagaikan pengemis  Daerah Otom Baru (DOB)  di Jakarta tanah batavia

Kita tahu bahwa meminta pemekaran kabupaten diwilaya Tota Mapiha sementara sama sekali tidak memenuhi standar menjadi salah satu daerah otonom baru maka kami tetap akan menolak hingga kapan pun sebelum Papua lepas dari Bangsa penjajah Indonesia.

 

Yonas Tebai

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan